“TURUNKAN DIA!” teriak seluruh pengunjuk rasa di ibu kota negara Herekore, kota Pretoria. Ini merupakan hari kesekian dari protes yang meminta untuk presiden Prata untuk mundur setelah tersandung kasus korupsi dan suap. Kasus korupsi dan suap yang dikenal dengan “Whakama” ini melibatkan anggota parlemen, petinggi perusahaan tambang negara “Herekoura” dan juga presiden Prata. Kita akan kembali ke permulaan dari investigasi kasus ini.
Saya adalah Sergio Bastille, pemimpin gugus tugas investigasi Whakama, saya merupakan bagian dari “Tutei” atau badan intelijen negara. “Kamu saya tunjuk untuk memimpin investigasi sebuah kasus korupsi” ujar Joan kepala direktur Tutei kepada saya. “kamu akan dibantu dengan orang orang terbaik di lembaga ini dengan kebebasan tertinggi” tambahnya. “Kamu adalah orang terbaik yang lembaga miliki, jadi selesaikan misi ini dengan cepat!”
Saat itu juga saya diberikan satu ruangan besar untuk menjadi markas gugus tugas ini, harusnya rekan rekan saya akan datang tak lama lagi. Di ruangan ini saya memiliki semua yang dibutuhkan untuk mengungkap kasus korupsi ini, dari peralatan tradisional sampai yang canggih pun ada.
“Permisi, boleh saya masuk?” ujar seseorang di pintu. Itu adalah Nero, rekan saya untuk penyelidikan kasus ini. “Selamat datang di tim ini, kita akan menyelidiki kasus ini sampai tuntas” Sambut saya. Tak lama kemudian Nerva, Karl, dan Victoria bergabung untuk menjadi tim gugus tugas ini yang diberi nama venator. “Baiklah semua, sebaiknya kita langsung mengumpulkan semua informasi seputar kasus ini secepatnya”
Itulah hari pertama pembentukan venator, dan kita akan mengukir sejarah pada negara Herekore ini. Tim ini memang kecil dan hanya terdiri dari beberapa orang, tapi itu sangat penting untuk menjaga rahasia tentang perkembangan kasus ini. Terlebih lagi sejauh ini kasus ini masih menjadi rahasia utama Tutei, bahkan di instansi ini saja hanya beberapa orang yang tau.
Sejauh ini kita hanya tau bahwa parlemen dan presiden sedang membahas kontrak yang bersifat rahasia mengenai izin dan pendanaan untuk lokasi penambangan emas perusahaan herekoura baru. Yang masalah dari ini adalah kontrak yang mencapai nilai fantastis dan diberlakukan secara tertutup tanpa memberi tahu kepada masyarakat. Tutei memang sudah lama mengendus ada yang bermasalah tentang ini maka dari itu langsung membentuk venator ini. Sejak hari pertama tersebut venator sudah membagi tugas dan bidang diantara kami berlima. Saya bertanggung jawab atas semuanya, kemudian Nero memegang andil dalam semua yang berkaitan dengan teknologi, Karl sebagai pemegang kendali dalam hal taktis dan strategi. Di lain sisi, Nerva dan Victoria akan terjun ke lapangan langsung dan memiliki misi penyamaran.
Misi pertama kita disini adalah untuk mengetahui isi dan nilai kontrak tersebut, di venator kami menyebut kontrak tersebut dengan kode “samningur.” Penciptaan kode ini dimaksudkan untuk menjaga rahasia seluruh misi ini. Seluruh data tentang gugus tugas ini masih menjadi rahasia, keberadaan kami pun tak tercatat dimana pun. Di misi pertama ini, Nerva dan Victoria akan menyamar sebagai perwakilan pemerintah dan akan masuk ke pertemuan dengan herekoura. Pertemuan ini akan dilaksanakan di gedung parlemen atau yang dikenal sebagai concili tecta. Nerva akan menyamar sebagai anggota parlemen bernama Antonius Verus dan Victoria sebagai Dilma Braun. “Kalian akan bertemu dengan 2 orang perwakilan herekoura untuk membahas kelanjutan samningur, kita sudah memasukan data 2 nama samaran kalian ke sistem parlemen, jadi kalian akan tak dicurigai,” Jelas saya.
“Ah halo selamat datang di concili tecta!” sambut Nerva kepada perwakilan herekoura. “Kita disini akan melanjutkan pembahasan kontrak tambang itu, jadi ayo kita percepat, saya tidak punya waktu banyak” tambahnya. Negosiasi tersebut berjalan lancar dan tanpa timbul perasaan kecurigaan satu pun dari pihak herekoura. Dengan semudah itu kami mendapatkan informasi tentang kontrak tersebut, dan kami akan menginvestigasi tersebut secara tertutup. Sekarang belum saatnya untuk mempublikasikan informasi ini ke publik karena media akan sangat menggangu jalannya investigasi ini.
“Sekarang saatnya kita petakan investigasi kita sejauh ini” ucapku kepada venator. Nilai kontrak yang saat ini tertulis adalah sebanyak 2,3 milyar moni, sebuah nilai yang sangat fantastis untuk sebuah kontrak pertambangan, bahkan akan menjadi nilai kontrak pertambangan terbesar dalam sejarah negara ini. “Saya menemukan sebuah transaksi ganjal antara kepala perusahaan herekoura dengan beberapa anggota parlemen” sebut Nero. “Mengejutkannya lagi transaksi ini memiliki nilai yang sangat besar, salah satu anggota bahkan mendapatkan 230 ribu moni. Jika ditotal ada 10 anggota dewan terlibat dan total transaksinya mencapai 437 ribu moni” tegas Nero. “Ditambah lagi bank ini tidak melaporkan ini, artinya bisa saja ada orang bank yang juga di suap dan terlibat di skandal ini” tambah Nero dengan yakin.
“Ada tambahan dari yang lain?” Karl, Nerva dan Victoria menggelengkan kepalanya bersamaan, mengisyaratkan tak ada tambahan dari mereka. Saya langsung menggambar dan memetakan semua hal yang telah di temukan sejauh ini, mulai dari nilai kontrak hingga suap. “KONTRAK JANGGAL HEREKOURA” jelas terpampang di tengah papan tulis. Nama, foto dan informasi terduga pelaku mengekor ke arah bawah kanan papan tulis. Di sayap kanan terpampang semua perusahaan yang terlibat dan juga terdapat uang yang terlibat di kasus kolosal ini.
“Untuk rencana kita besok adalah menyamar dan masuk ke ring 1 presiden untuk mengecek apakah dia terlibat disini karena berdasarkan info dari Nero ada percakapan mencurigakan antara anggota parlemen dengan presiden, Nerva dan Victoria bersiaplah, Nero, tetap cari info” Jelas Karl “Baiklah sekarang bubar” tutup saya.
Saya berlari dengan emosi menuju ruangan venator, saya sangat sangat marah dengan apa yang terpampang di media pagi ini, “OPERASI CONCILA TECTA: MEGA KORUPSI” Data intelenjensi kami telah bocor! Saya mencurigai ada penghianat di venator. “Siapa yang membocorkan misi ini ke media!” bentak saya kepada semua orang di ruangan itu. Semua orang disana hanya diam terpaku, mereka juga kaget dan terheran heran bagaimana informasi ini bisa bocor. Saya tak percaya tak tersebut bisa bocor begitu saja kepada media. Saya memang ada rencana untuk memberitahu kepada media tapi tidak sekarang karena saat ini buktinya belum banyak terkumpul dan masih ada beberapa terduga yang bisa saja masuk ke daftar tersangka. “Karena hal ini kita terpaksa memfokuskan pengumpulan informasi melalui digital” Jelas Karl. “Dan tetap berlaku normal, kita tidak akan mengkonfirmasi ataupun menyangkal berita itu untuk sementara” Tambah saya.
Harusnya kali ini venator menyusup ke istana dan mencari informasi langsung seperti di concila tecta, sekarang kita akan memfokuskan lewat digital walau akan tetap ada operasi untuk menyelinap dan mengumpulkan informasi langsung. Hal ini dikarenakan ada dokumen yang hanya terdapat salinan kertas dan tidak ada salinan digitalnya jadi Nero tidak bisa membobol sistem arsip. “Rencana kali ini adalah kita akan menyadap seluruh percakapan telfon istana, semua telfon akan kita sadap dan perhatikan baik baik seluruh percakapannya” ujar Karl. “Kemudian setelah mendapatkan informasi lebih baru kita akan menyelinap ke istana” tambahnya. Maka dari itu seluruh venator memasang telinganya pada alat penyadap. Seluruh telfon, email, voice note, bahkan surat kertas kita awasi, tidak ada yang tak luput dari pengawasan venator.
Di lain sisi media masih terus mengabarkan berita ini ke penjuru negeri, bahkan sampai dunia internasional. Ini tentu menjadi reputasi yang buruk bagi Herekore dan juga kepercayaan rakyat terhadap pemerintah. Berbagai rumor tentang unjuk rasa mulai terdengar di masyarakat, terutama golongan terpelajar. Sejauh ini hanya anggota parlemen dan perusahaan herekoura yang menjadi sasaran massa di sosial media dan dunia digital. Reputasi istana negara masih tetap stabil walau sedikit turun akibat berita ini tapi tidak sampai poin terendah. Sebenarnya amarah massa terhadap parlemen akan sedikit mempermudah rencana kita dalam investigasi di istana karena tidak ada yang berfokus ke istana, penjagaan juga akan difokuskan dan diketatkan di parlemen dibanding istana. Jadi ini juga menjadi lomba dengan waktu sebelum massa mengalihkan perhatiannya ke istana dan mengacaukan rencana kita.
“Prata! Ini gawat rencana parlemen dan herekoura sudah terbongkar, kita mesti bergerak cepat sebelum kita ketahuan!” Ucap seseorang kepada istana. “Tenang saja Aita, ini masih dalam kendali saya, jika keterlibatan kita sudah mulai di endus kita bisa langsung membantah itu dan memusnahkan seluruh dokumen tentang keterlibatan kita” balas presiden Prata. “Itulah percakapan yang tertangkap oleh alat penyadap kita tadi siang, dan ini satu satunya percakapan yang mengindaksikan keterlibatan istana sampai saat ini” Ujar Nero. “Kita jangan dulu melakukan operasi istana ini sampai ada bukti lagi, waktu kita masih banyak dan massa belum memalingkan fokus mereka dari parlemen” Tambah saya.
“Ini berita eksklusif tentang perkembangan operasi concila tecta! Tim media kami mendapat bocoran bahwa istana terlibat dalam kasus korupsi ini! Informasi yang saat ini kami miliki sangatlah terbatas, jadi kita akan tunggu langkah selanjutnya dari Tutei. Diberita lainnya, Tutei masih belum mengkonfirmasi informasi tentang operasi ini” Seperti itulah berita di media pagi ini, sebuah malapetaka bagi operasi istana venator. Kemungkinan dokumen tersebut dimusnahkan akan semakin besar, ditambah amarah masyarakat semakin besar. Tak hanya di internet, kemarahan masyarakat sekarang sudah mulai turun ke jalan. Tak hanya itu, alat penyadap venator menangkap sebuah pesan suara dari istana. “Musnahkan seluruh dokumen tentang kontrak pertambangan herekoura! Kumpulkan dan mulai musnahkan 1 minggu dari sekarang dan pastikan dokumen tersebut telah diperiksa!” itu isi dari pesan suara tersebut, pesan suara tersebut dapat mengidentifikasikan suara Cassius, sekretaris istana. Kami menduga Cassius diminta oleh presiden secara langsung atau ini merupakan protokol istana jika ada informasi rahasia yang mulai bocor ke masyarakat.
“Sekarang kita harus segera melakukan operasi istana dan mencuri dokumen tersebut! Nerva dan Victoria, bersiap dan kita akan langsung melakukan operasi ini dengan cepat!” Tegas Karl, maka operasi istana pun dimulai. Rencananya Nerva dan Victoria akan menyamar menjadi staff istana yang akan memusnahkan dokumen tersebut dan akan membawanya kabur. “Saya saat ini sudah berada di lokasi dan akan mengambil dokumen yang telah diperiksa” Lapor Nerva. Tetapi tanpa sepengetahuan kami, istana telah memberikan tugas tersebut kepada orang khusus jadi penyamaran Nerva dan Victoria mulai sedikit terbongkar. Puncaknya terjadi ketika staff dan Nerva bertengkar tentang siapa yang akan membawa dokumen tersebut. Ketika pertengkaran semakin panas salah satu staff pun menembakan tembakan kepada Nerva, walau tidak terkena ini membuat situasi semakin tidak terkendali. Victoria menembakan tembakan balasan dan memberikan kesempatan untuk nerva merebut dokumen tersebut dan kabur.
Namun ketika Nerva mulai berlari, tembakan staff istana mengenai kakinya dan membuat Nerva otomatis tertangkap. Victoria yang terjebak dan tak memiliki opsi lain terpaksa menyerahkan diri juga, tapi sebelumnya Victoria sempat mendapatkan beberapa lembar dokumen lewat foto dan mengirimkannya kepada kami. Operasi istana dinyatakan selesai dan berhasil walau ada yang gugur atau tertangkap. Kami tau, kami semua akan ditangkap berdasarkan tuduhan tak berdasar dan tak ada yang bisa kami lakukan, sehingga foto dokumen tersebut kami serahkan kepada Joan sebagai bukti bahwa misi kita telah berhasil dan seluruh hasil investigasi venator bisa dipublikasikan.
Benar saja, tak lama kemudian saya, Nero dan juga Karl tertangkap oleh pasukan khusus istana atas dugaan pengkhianatan kepada negara, yang tentu saja tak kami lakukan. Sesaat kami di jebloskan ke penjara, Joan melakukan konfrensi pers mengenai hasil investigasi kami sekaligus memberitahukan bahwa kami, venator sudah di jebloskan ke penjara oleh istana atas tuduhan tak berdasar. Hal ini tentu memantik amarah masyarakat, ini menjadi salah satu alasan terjadinya demonstrasi besar besaran menuntut presiden prata untuk mundur dan juga membebaskan venator. “Turunkan presiden Prata dan bebaskan Venator pahlawan kami!” tulisan tersebut terpampang pada salah satu poster demonstran.
Demonstrasi ini memacu beberapa orang untuk melakukan kudeta, salah satunya adalah Joan. Dia mengambarkan dirinya sebagai satu satunya venator yang selamat, padahal dia tidak berkontribusi sama sekali. Semua orang di herekore percaya akan hal itu dan membuatnya yakin untuk mengkudeta. Kudetanya pun berhasil atas dukungan banyak orang dan juga dukungan militer. Sekarang dia mengubah dirinya menjadi diktator dengan gaya militer yang brutal dan memimpin dengan tangan besi.
Sedangkan saya dan teman teman venator? Kami tetap dipenjara tanpa mendapatkan keadilaan. Saat Joan berhasil mengkudeta, dia melupakan venator begitu saja. Masyarakat pun tak ada yang ingat kami. Jadi venator sekarang hanyalah napi yang tak pernah mendapatkan keadilaannya.

