“Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari)
Siapa yang sering mendapat hampers jika menjelang hari raya atau siapa yang justru mengirimkan hampers ke handai taulan atau rekan kerjanya?
Tradisi berkirim hampers atau parcel pada hari raya ternyata sudah lama menjadi tradisi di masyarakat.
Tentunya hal ini menjadi hal yang istimewa, karena berkirim hadiah dalam bentuk hampers atau parcel biasanya dilakukan di waktu-waktu tertentu yang istimewa.
Sebut saja, hampers untuk hadiah ulang tahun, pernikahan, hari raya, dan sebagainya. Khusus di hari raya, hampers lebaran bisa menjadi salah satu cara silaturahmi.
Tenyata, istilah hampers berasal dari William the Conqueror, yang mengenalkan hampers bertepatan dengan usainya Pertempuran Hastings. Seiring berkembangnya zaman, tradisi saling memberikan hampers di waktu-waktu istimewa ini pun kian berkembang. Jika zaman dahulu hampers atau parcel didominasi oleh makanan, sekarang isi hampers sangat beragam dan lebih menarik.
Terkait dengan keragaman hampers itu pula yang dimanfaatkan oleh umat muslim untuk berkirim hampers saat Ramadan atau hari raya Idul Fitri. Isinya pun sudah disesuaikan dengan budaya umat muslim. Ada yang berisi kue lebaran, sembako, alat salat, perlengkapan rumah tangga, atau keramik cantik.
Dalam ajaran Islam sendiri, memberikan hadiah kepada sesama dapat meningkatkan rasa cinta dan silaturahmi. Hadiah juga bisa merupakan bentuk perhatian dan penghormatan. Banyak dijumpai, para sahabat atau sanak keluarga berkirim hampers kepada orang terkasih dengan maksud mewakilkan kasih sayang atau sebagai bentuk ukhuwah. Rasa bahagia yang dirasakan oleh penerima hadiah atau hampers dapat menjadi salah satu alasan mengapa budaya berkirim hampers dilakukan dalam suasana Ramadan dan Idul Fitri. Karena Ramadan dan Idul Fitri merupakan saat-saat yang istimewa untuk kaum muslim berbagi kebahagiaan.
Hampers menjadi populer karena selain isinya, juga kemasannya yang estetik. Kemasan hampers yang menarik juga dapat meningkatkan nilai barang yang menjadi isinya. Sebut saja, hampers makanan kaleng atau sembako yang dikemas demikian cantik dapat memengaruhi visual serta nilai hampersnya. Jilbab atau alat solat yang dihampers cantik juga menjadi lebih menarik dan bernilai tinggi dibanding barang tersebut tidak dikemas dalam bentuk hampers.
Selain itu, pilihan lain yang mungkin dapat menjadi alternatif isi hampers Ramadan adalah alat makan. Pilihan motif yang menarik dan beragam modelnya membuat hampers keramik menjadi primadona saat Ramadan.
Saya sendiri, beberapa kali berkirim hampers dengan sahabat atau saudara. Seringkali makanan atau barang kebutuhan hari raya saya terima dari sahabat atau saudara. Rasanya sangat menyenangkan dan ternyata memang benar, berkirim hadiah itu menumbuhkan simpati dan menambah kelembutan hati serta kepedulian.
Ramadan, bulan yang penuh berkah ini, selain memenuhi pundi-pundi pahala dengan ibadah yaumiah, kita dapat mengejar pundi amal lainnya dengan menambah kebahagiaan saudara kita yaitu berkirim hampers.
Sumber:

