“Rahasia Kekuatan Sabar” oleh Dika Rahayu Budiman, S. Pd

Sebelum kita membahas mengenai Rahasia Kekuatan Sabar, kita harus mengetahui terlebih dahulu apa itu sabar? Sabar adalah tindakan menahan diri dari hal-hal yang ingin dilakukan, menahan diri dari emosi, dan bertahan serta tidak mengeluh pada saat sulit atau sedang mengalami musibah.Ali bin Abi Thalib RA, menjelaskan bahwa “kesabaran dan keimanan sangat berkaitan erat ibarat kepala dan tubuh. Jika kepala manusia sudah tidak ada, maka tubuhnya tidak akan berfungsi. Demikian pula apabila kesabaran hilang maka imanpun akan ikut hilang”. Sebagaimana dijelaskan dalam surat Ali Imron : 200 yang artinya: Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertaqwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung (QS. Ali Imron:200).

Menurut Syekh Ibnu Abid Dunya (208-281 H) dalam karyanya as-Shabru wa Tsawâb ‘alaihi, ada tiga tingkat kesabaran, diantaranya: 

  1. Sabar Menghadapi Musibah/Takdir Allah

Seringkali kita menyangkal setiap hal yang telah Allah gariskan namun tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Tidak perlu membandingkan kehidupan kita dengan orang lain karena hanya akan membuat kita menjadi pribadi yang tidak pandai bersyukur. Padahal syukur adalah salah satu wujud dari sikap sabar. Bersyukur atas apa saja yang telah kita raih.

10 Provinsi dengan Kasus Bunuh Diri Terbanyak di Indonesia (Januari-Oktober 2023)*

Selain itu, Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menunjukkan, sepanjang 2023 (tercatat November) terdapat 17 kasus anak mengakhiri hidup atau bunuh.

  1. Sabar dalam Ketaatan 

Menjadi hamba yang taat tentunya membutuhkan kesabaran yang terus menerus dan diusahakan bertambah dari hari ke hari. Karena sabar sangat dibutuhkan dalam beribadah kepada Allah, dalam menjalankan kewajibannya, sedekahnya dan dalam membina hubungan baik dengan sesama umat.

  1. Sabar dalam Menjauhi Maksiat

Menahan diri untuk tidak mendekati atau bahkan tidak melakukan maksiat menjadi rangkaian sabar yang harus kita miliki, ingat selalu bahwa ada Allah SWT selalu mengawasi dalam setiap aktifitas yang kita jalani.

Dalam surat Al-Baqarah: 153, Allah memerintahkan kita untuk menjadikan sabar dan sholat sebagai penolong. Seperti yang telah dijelaskan dalam Q.S Al baqarah ayat 153 :yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”. Dijelaskan pula dalam Q.S An Nahl ayat 127 :

Yang artinya: “Bersabarlah (Hai Muhammad) dan kesabaranmu itu semata-mata dengan pertolongan allah janganlah allah engkau bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan jangan (pula) bersempit dada terhadap tipu daya yang mereka rencanakan”

Ketegaran dan kekuatan orang sabar ini tentu membawa banyak hal positif dalam hidupnya, termasuk memperngaruhi kecerdasan berpikir dan bersosial. Hal tersebut telah dibuktikan melalui penelitian yang dilakukan oleh Niklas Potrafke dalam penelitiannya yang berjudul Risk aversion, patience and intelligence: Evidence based on macro data. Dalam penelitiannya tersebut disebutkan bahwa mayoritas penduduk di negara dengan tingkat kesabaran lebih tinggi memiliki IQ yang lebih tinggi pula, contohnya adalah Swedia dan Belanda, sedangkan negara dengan tingkat kesabaran yang rendah memiliki kualitas penduduk dengan IQ yang rendah pula. Skor IQ Afrika dalam database Lynn/Vanhanen dikritik karena terlalu rendah.

Selain itu, dijelaskan pula dalam penelitian yang dilakukan oleh Alan dan Seda yang berjudul Patience, self-control and the demand for commitment: Evidence from a large-scale field experiment  bahwa Kesabaran dan pengendalian diri adalah keterampilan non-kognitif penting yang dikaitkan dengan hasil pendidikan, ekonomi, dan sosial yang baik. Dalam tulisannya, mereka mempelajari kesabaran, pengendalian diri dan tuntutan komitmen pada anak-anak, dan dalam konteks mengonsumsi makanan yang menggoda, yaitu coklat. Anak-anak yang mampu menahan godaan untuk memakan coklat memiliki keahlian dalam membuat plan untuk masa depan dibandingkan anak yang tidak sabar menahan godaan. Dapat disimpulkan bahwa orang yang  cerdas cenderung sabar karena mereka memiliki pandangan terhadap waktu yang panjang.

Manfaat Sabar

Seperti yang dijelaskan diatas, sabar sebenarnya adalah benteng dan pedang dalam menjalani kehidupan. Orang yang sabar akan mendatangkan banyak manfaat dalam hidupnya, hal tersebutlah yang dikatakan sebagai kekuatan sabar, Manfaat sabar dalam hidup diantaranya: 

  • Mudah menyelesaikan suatu permasalahan, 
  • Orang sabar dapat berfikir secara tenang,
  • jarang mempunyai konflik dengan orang lain, 
  • Terbiasa tenang dalam menghadapi suatu permasalah.
  • lebih luwes ketika bergaul hingga menghadapi permasalahan. 
  • tahan terhadap tekanan dan pembawaannya lebih tenang. 

Sabar itu tidak ada batasnya dan balasannya kesabaran karena mencari ridha Allah Swt. adalah surga.

“Sabar itu menenangkan jiwa, ikhlas itu mendamaikan hari.
Sabar dan ikhlas mengajarkan kita arti ‘memahami’.”