‘Perjuangan di Tengah Pandemi’ Esai Karya Attaya Hasna Amirah

Sudah 1 tahun lebih sejak adanya virus Corona di Indonesia. Hal ini menyebabkan kehidupan ekonomi di Indonesia pun menjadi lebih rumit dari biasanya, banyak sekali tantangan baru yang berbeda dari sebelumnya. Walaupun begitu, pemerintah tetap mengusahakan agar perekonomian dan kebutuhan warga Indonesia tetap tercukupi. Karena adanya virus Corona ini mengakibatkan para warga di seluruh dunia termasuk Indonesia berusaha dan berjuang agar bisa bertahan hidup di situasi yang sulit ini. Hal ini juga melibatkan para guru, orang tua, pekerja, pelajar, dan masih banyak orang yang pastinya terlibat dalam situasi yang sama. Tetapi tidak semua orang berjuang dengan cara yang sama, mereka berjuang dengan cara mereka sendiri. Contohnya perjuangan guru dan pelajar yang saling berkaitan. Semua guru pasti berjuang untuk mengajari dan memberi ilmu kepada muridnya, sedangkan pelajar berjuang dengan cara belajar dengan tekun dan untuk bertambah pintar. 

Orang tua para pelajar juga pasti terkena dampaknya, kewajiban sebagai orang tua pelajar selama pandemi ini pastinya untuk mendukung kegiatan pembelajaran anaknya yang dilakukan di rumah secara online atau bisa disebut sebagai PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). Ibu rumah tangga, peran yang paling penting dalam sebuah keluarga di masa pandemi ini. Karena dialah yang selalu berjuang merawat keluarganya, memasak, membersihkan rumah, dan banyak peran ibu rumah tangga yang penting yang dibutuhkan keluarga selama pandemi seperti. Sama hal nya dengan pelajar, para pekerja juga melakukan kegiatan kantoran secara online atau disebut juga dengan WFH (Work From Home) sedangkan pelajar SFH (School From Home). Kegiatan yang biasanya dilakukan para pekerja selama pandemi salah satunya yaitu mengadakan meeting dengan para pekerja lain secara online, mengkoordinasi team, dan banyak kegiatan lain yang dilakukan. Sedangkan para pelajar tugasnya mengerjakan dan mengumpulkan tugas tepat waktu, belajar dan lain-lain. 

Peran para driver ojek online juga sangat penting dan berjasa untuk masyarakat di tengah pandemi seperti ini. Ojek online biasanya membantu kita untuk mengantarkan barang ke alamat yang diminta, membeli barang (makanan atau minuman) lalu diantar langsung ke rumah kita dan banyak hal lain yang dilakukan ojek online untuk masyarkat. Mereka berjuang sebagai driver ojek agar mendapatkan uang untuk kebutuhan keluarganya. Mereka tetap melakukan tugasnya walaupun hujan menerjang atau panas terik matahari yang menghadang, mereka berjuang untuk melalui itu semua.

Tak jauh berbeda dari ojek online, ada penjual kaki lima yang juga berusaha untuk mendapatkan uang di masa pandemi seperti ini. Karena situasi pandemi meningkat yang mengakibatkan diberlakukannya PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), hal ini membuat para penjual kaki lima kekurangan pembeli. Oleh karena itu, para penjual kaki lima sedikit kesulitan untuk mendapatkan penghasilan. Meskipun begitu mereka tetap berusaha dan yakin bahwa hal ini bukan masalah untuk mereka, mereka tetap berjualan untuk mendapatkan penghasilan walaupun tidak sebanyak yang diharapkan. 

Sama halnya dengan perjuangan orang-orang zaman dulu, kita sebagai pelajar seharusnya tahu sejarah Indonesia dimana para pahlawan berjuang demi merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Berbeda dengan kita, para pahlawan berjuang mengorbankan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan bangsa Indonesia. Semua pahlawan pada saat itu berasal dari semua daerah di Indonesia demi mempertahankan Indonesia agar negara penjajah tidak merebut kembali kemerdekaan Indonesia. 

Pada tahun 1945, di bulan Agustus tanggal 17 terjadilah suatu kejadian yang membuat seluruh bangsa Indonesia menangis haru, Indonesia telah merdeka! Hal ini menandakan bahwa Indonesia telah merdeka dari negara penjajah. Dengan dilaksanakannya pembacaan naskah proklamasi yang diketik oleh Sayuti Melik dan dibacakan oleh Presiden pertama kita, yaitu Ir. Soekarno. Proses pembacaan teks proklamasi ini dibacakan di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 pukul 10.00 WIB. Saat prosesi pembacaan naskah proklamasi Ir. Soekarno didampingi oleh Moh. Hatta, Ahmad Soebarjo, dan tokoh lainnya yang juga berperan dalam proses penyusunan naskah proklamasi ini. Setelah pembacaan proklamasi, dilanjutkan dengan acara pengibaran bendera yang dijahit oleh Ibu Fatmawati (istri dari Ir. Soekarno) dan diiringi lagu Indonesia Raya yang dikarang oleh W.R Soepratman. Perjuangan mereka tidak akan sia sia, dan tanggal 17 Agustus 1945 itulah hari yang paling penting dan bermakna dalam sepanjang sejarah bangsa Indonesia. 

Tahun-tahun sebelum adanya pandemi ini kita pasti merayakan hari kemerdekaan dengan mengadakan upacara bendera dan diadakan banyak jenis perlombaan yang menyenangkan. Berbeda dengan tahun sekarang, dimana pandemi saat ini mengubah segalanya. Yang dulunya banyak suara anak-anak tertawa gembira, sekarang tidak ada suara tertawa orang ramai, tetapi kesunyian. Walaupun begitu, di semua daerah pasti berusaha untuk tetap bisa memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia, bisa dengan cara melakukan upacara secara virtual, mengadakan lomba yang bisa diadakan secara online, dan kegiatan lain yang dapat dilakukan untuk memeriahkan hari kemerdekaan. Dengan begitu kita tetap bisa merayakan kemerdekaan negara kita Indonesia dengan meriah walaupun di masa pandemi seperti sekarang ini.

Sebagai pelajar, tugas kita untuk mengisi hari kemerdekaan Indonesia adalah dengan belajar yang tekun sehingga kita sebagai generasi penerus bangsa akan dapat mewujudkan cita-cita pendiri bangsa dan pejuang kemerdekaan yaitu mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945. Sesuai dengan semboyan dari kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 tahun ini dimana kondisi bangsa Indonesia yang sedang prihatin dan dilanda pandemi Covid-19, yaitu Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh. MERDEKA!!