“Pentingnya Parenting” oleh Rizkiyana Syabania, S.Pd

Anak merupakan kado terindah ketika dua orang manusia telah melangsungkan kegiatan suci yang bernama pernikahan. Sudah hal pasti bahwa setiap orang tua pasti mempunyai keinginan mempunyai sang buah hati.

Jika kita berbicara mengenai seorang anak, tidak akan lepas dari yang namanya pendidikan. Pendidikan yaitu usaha yang dilakukan orang tua dalam rangka membimbing dan mengarahkan perkembangan anak menuju sifat dewasa. Yang dimaksud dewasa disini ialah seorang anak dapat bertanggung jawab terhadap dirinya serta terhadap segala resiko yang telah ia putuskan menjadi pilihannya.

Pendidikan berlangsung sepanjang hayat yang dimulai sejak lahir sampai kita meninggal dunia. Dalam proses perkembangan seorang anak, ia memerlukan pendidikan. Melalui proses inilah seorang anak dapat berkembang karena lingkungan menjadi salah satu instrumen pendidikan dalam perkembangan seorang anak. Lingkungan pendidikan ini dapat ditemukan di keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Orang tua merupakan aktor yang penting dan pertama sebagai pendidik bagi seorang anak. Sebab, orang tualah yang pertama kali melakukan interaksi yang mengandung unsur pendidikan kepada seorang anak. Maka tidak heran orang tua dapat dikatakan pendidik utama dan pertama bagi perkembangan seorang anak.

Maka dari itu sudah sewajarnya setiap orang tua dapat mempelajari ilmu parenting. Parenting sendiri ialah pekerjaan dan keterampilan orang tua dalam mengasuh anak. Banyak program parenting pada saat ini yang bisa diikuti oleh orang tua. Tujuan dari program parenting itu sendiri agar dapat meningkatkan kualitas pola asuh orang tua untuk membangun karakter positif pada anak.

Apa pentingnya Pendidikan Parenting/Parenting education? 

PE bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan orang tua dalam pengasuhan anak sesuai dengan usia, karakter dan pengembangannya. Ada 3 tujuan PE, yakni:

  • Meningkatkan kesadaran orang tua

Memiliki kesadaran dalam pengasuhan anak-anak sangat penting dan krusial. Orang tua tidak boleh asal-asalan dalam mengasuh anak, perlu berbagai macam pengetahuan untuk memaksimalkan pengasuhan. Menyadari kebutuhan ini dapat membuat orang tua mau untuk terus belajar dan menambah wawasan pengasuhan anak. Orang tua perlu menyadari bahwa pengalaman dari pengasuhan orang tua terhadap mereka saja tidak cukup. Dunia ini berkembang, kebutuhan anak berbeda-beda, dan orang tua masa kini tidak bisa disamakan dengan orang tua pada masa kanak-kanak mereka.

  • Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan

Memahami pola asuh yang baik merupakan hal penting yang harus diketahui terlebih dahulu agar proses pengasuhan berjalan sesuai karakter, usia, dan perkembangan anak. PE berfungsi agar orang tua lebih mengerti tentang pola asuh yang baik.

  • Mempertemukan kepentingan dan keinginan antara pihak keluarga dan sekolah

Pendidikan anak juga dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Pada usia tertentu, anak-anak akan mulai bertemu dengan lingkungan yang lebih beragam seperti sekolah. PE dapat membantu orang tua untuk menyelaraskan pola pendidikan di rumah dengan pola pendidikan di sekolah sehingga tidak terjadi tumpang tindih, dan bisa berjalan selaras oleh kedua pihak. Hal ini penting agar pendidikan anak menjadi lebih maksimal.

Prinsip utama pola asuh yang baik adalah membesarkan dan mendidik anak dengan penuh kasih sayang, sekaligus mendukung, membimbing, dan menjadi teman yang menyenangkan.

Orang tua juga mampu menerapkan pola asuh yang positif dengan:

  • Membangun kelekatan dengan anak: memberi perhatian yang cukup.
  • Memperlakukan anak dengan hormat: menghargai pilihan anak.
  • Pengasuhan proaktif: pendidik sebagai teladan.
  • Komunikasi efektif: pendidik harus menjadi pendengar aktif.
  • Disiplin positif: membuat kesepakatan dengan anak.

Parenting Perspektif Islam

Islam merupakan agama yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, baik yang berkaitan dengan urusan duniawi maupun urusan akhirat. Misalnya dalam urusan akhirat seperti shalat, puasa, zakat, haji, dan lain-lain. Sedangkan urusan duniawi Islam mengatur kehidupan manusia dalam hubungan horizontal yaitu kepada sesama manusia lainnya. Salah satunya yang lagi kita bahas yaitu Parenting.

Parenting dalam Islam atau dikenal dengan istilah Islamic Parenting adalah mempersiapkan generasi mendatang yang memiliki akhlak yang berdasarkan pada ajaran-ajaran Islam yang bersumber pada Al-Qur’an dan Hadist yang bertujuan membentuk generasi yang shalih dan shalihah.

Konsep Parenting dalam Islam mengajarkan bahwa cara mengasuh yang dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya harus mencakup bagaimana orang tua mampu membentuk akhlak yang baik anak tersebut. Hal ini dapat dilihat dalam ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan membentuk akhlak yang baik.

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS. Luqman: 13)

Agar terjunjungnya metode parenting islami, dengan mencontohkan tentang kisah dalam islam sebagai panutan dan menanamkan rasa kecintaan kepada Allah SWT juga Rasul-Nya. Yang akan saling terhubungnya komunikasi yang baik di dunia maupun di akhirat kelak. Dan tidak lupa, untuk mengasah kemampuan anak menjadi pribadi yang religius dan berkarakter mulia.

Selain itu, ketika anak telah lahir hingga berusia 2 tahun ia mempunyai kemampuan motoric yang aktif yang biasa disebut Golden age atau periode emas adalah masa perkembangan anak.  Masa golden age sangat penting untuk diperhatikan karena masa dimana otak anak tumbuh berkembang secara pesat, yang akan membentuk perkembangan sikap, emosi dan perilaku pada anak. Jika kita tidak mengawasi dengan baik, khawatir akan kurangnya tumbuh secara optimal. 

Beberapa hal yang harus diperhatikan di masa golden age:

  1. Perhatikan kembang motorik halus
  2. Perhatikan kembang motorik kasar
  3. Perhatian Perkembangan Kognitif
  4. Mengenali gangguan pertumbuhan anak
  5. Mengenali potensi anak
  6. Karakter Sebagai Tonggak Pendidikan

Tahapan memupuk akidah dalam diri anak adalah kewajiban setiap orang tua muslim agar hatinya selalu teringat akan kebesaran yang Allah punya, dan mengamalkan dengan penuh keikhlasan, agar anak menjadi pribadi yang tangguh. Yang diantaranya:

  • Akidah dan Agama
  • Ketaatan 
  • Kejujuran
  • Amanah (Dapat dipercaya)
  • Qana’ah (menerima yang diberikan Allah SWT) dan Ridha

Kesimpulan:

Anak adalah amanah Allah yang dititipkan kepada kita. Berbagai macam cara untuk mengajarkan anak kita agar mempunyai akhlakul karimah dengan pendidikan Islami. Dengan cara menjadikan Akidah islam sebagai tonggak hidup. Dan menjadikan orang tua pun memberikan teladan baik, agar kita bisa mengarahkan anak menjadi tauladan yang baik juga baik di keluarga maupun masyarakat.

  • Bagi yang belum memiliki keturunan, persiapkanlah diri sebaik mungkin agar dapat menjadi orang tua yang terbaik, dan yang belum menikah temukanlah jodoh yang terbaik agar kelak dapat bekerja sama menjaga titipan Allah dengan cara yang terbaik.
  • Jangan sampai anak pernah dan bahkan berpikiran bahwa ia menyesal pernah dilahirkan ke dunia karena salah pola asuh orang tua 
  • Jangan pernah berpikiran bahwa anak adalah tolok ukur kebahagian rumah tangga serta asset atau alat untuk menggantungkan masa tua dan doa di akhirat, karena sejatinya anak memiliki hak atas dirinya sendiri dan kehendak Allah SWT.
  • Jangan sampai kehadiran buah hati menjadikan kita jauh dari Allah dan terus mementingkan dunia, karena sejatinya Allah memberikan buah hati untuk menambahkan ketaatan kita kepadaNya
  • Jangan pernah bosan dan malu untuk belajar menjadi orang tua yang terbaik karena anak tidak pernah bisa memilih dia dilahirkan dari orang tua dan keluarga yang seperti apa