Oke sobat pembaca yang budiman, saat ini lagi gencar-gencarnya pemerintah, tenaga medis, dan media massa maupun elektronik untuk mengajak vaksinasi covid. Namun prokontrapun terjadi di kalangan masyarakat luas yakni ada yang setuju untuk vaksinasi dan bahkan sebagian besar masyarakat menolak untuk vaksinasi. Di sini Saya sebagai penulis hanya memberikan info seputar seberapa pentingkah vaksinasi dalam tubuh, terlepas dari bagian prokontra terkait vaksinasi.
Yuk kita baca terlebih dulu dengan seksama definisi vaksin dan vaksinasi. Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) vaksin adalah bibit penyakit yang sudah dilemahkan dan digunakan untuk vaksinasi. Sedangkan vaksinasi menurut KBBI memasukan bibit penyakit yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh manusia atau binatang (dengan cara menggoreskan atau menusukkan jarum) agar orang atau binatang itu menjadi kebal terhadap penyakit tersebut.
Kadang kala kita suka bingung banyak istilah-istilah kesehatan misalnya antara vaksin, vaksinasi, imunisasi dan imunitas ya gak sih atau malah ada yang menganggapnya sama? hehehe. Tenang-tenang, yuk bahas semua istilah tersebut. Vaksin mengandung bakteri, racun, atau virus penyebab penyakit yang telah dilemahkan atau sudah dimatikan. Saat dimasukkan ke dalam tubuh seseorang, vaksin akan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi antibodi. Proses pembentukan antibodi inilah yang disebut imunisasi.
Kemudian belakangan ini juga kita kerap mendengar istilah antibodi dan antigen. Antigen masuk ke tubuh, sistem kekebalan menghasilkan sebuah zat yang akan menghancurkan antigen tersebut. Zat yang dihasilkan sistem imun ini disebut sebagai antibodi. Perlu diketahui, antigen bisa masuk ke tubuh melalui makanan, minuman, kotoran, debu, atau polusi. Jadi begini sobat, si antibodi ini menyerupai bentuk antigen yang akan dilawan. Tujuan antibodi menyerupai bentuk yaitu supaya antibodi bisa menempel pada antigen kemudian melawannya istilahnya mencoba pura-pura berteman dahulu lalu melawannya, jika dalam kehidupan nyata ini ngena banget yaa hehehe jadi curhat. Tapi si antibodi ini niatnya baik sobat yaitu melawan musuh yang bisa merusak sistem tubuh kita. Dengan begitu, antigen dalam tubuh tidak akan berkembang dan gagal menyebabkan infeksi. Alhamdulillah sehat.
Kamu tahu kenapa kita bisa demam? Ketika kamu demam, tubuh sebenarnya sedang melawan bakteri atau mikroba yang menjadi penyebab demam. Tubuh akan meningkatkan suhunya untuk membunuh mikroba yang tidak tahan terhadap panas. Karena itulah saat kamu mengalami demam, tubuh akan mengeluarkan lebih banyak lendir untuk mendapatkan mikroba yang terperangkap dan kemudian dibuang sehingga itulah kenapa kamu mengalami demam. Meminum obat penurun panas justru akan melemahkan kekuatan sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit. Oleh karena itu jangan keburu minum obat penurun demam. Suhu tubuh yang normal adalah 36 derajat celcius. Ketika demam, suhu bisa naik antara 38-39 derajat celcius, itu merupakan suhu panas yang masih wajar. Namun saat kamu merasa bahwa suhu tubuhmu tidak kunjung turun dalam waktu yang lama, maka kamu “patut” memeriksakan kesehatanmu ke dokter ya sobat.
Kita kembali ke topik awal ya sobat, setelah kita tau apa itu vaksin dan imunisasi, lalu bagaimana cara kerja mereka dalam tubuh kita? Ini sangat penting untuk kita ketahui cara kerjanya. Vaksin yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui kegiatan vaksinasi. Vaksinasi adalah pemberian vaksin (antigen) yang dapat merangsang pembentukan imunitas (antibodi) sistem imun di dalam tubuh, umumnya vaksin mengandung virus atau bakteri yang telah dilemahkan, serta protein mirip bakteri yang diperoleh dari pengembangan di laboratorium. Kandungan vaksin menimbulkan reaksi imunitas tubuh, yang dapat mempersiapkan tubuh untuk melawan serangan infeksi di kemudian hari. Proses ini merupakan proses imunisasi dalam tubuh. Jadi, saat orang yang sudah mendapatkan vaksin terpapar kuman penyebab penyakit yang sebenarnya di kemudian hari, tubuhnya akan membentuk antibodi dengan cepat untuk melawan kuman tersebut. Analoginya gini sobat, DNA kita telah membaca struktural si virus ini lalu terbentuklah antibodi kita, Nah antibodi kita ini nih sudah tahu titik kelemahan si virus/bakteri yang masuk kedalam tubuh dan tahu untuk memulai membuat pertahanan dan siasat untuk menyerang si virus atau bakteri ini hingga tak berdaya dia di dalam tubuh gitu sobat pembaca.
Jika banyak orang melakukan vaksinasi, maka peluang untuk terjangkit penyakit tertentu menjadi sangat rendah. Hal tersebut yang juga membawa manfaat bagi seseorang yang tidak melakukan vaksinasi. Jika bakteri atau virus tidak memiliki inang yang mumpuni untuk tinggal dan berkembangbiak, maka bakteri dan virus akan mati seluruhnya. Fenomena tersebut dikenal dengan istilah imunitas komunitas. Kondisi tersebut memungkinkan penyakit hancur sepenuhnya, tanpa perlu melakukan vaksinasi seluruh orang, yaa minimal ±70% lah yang harus di vaksin. Seseorang yang sudah cukup syarat melakukan vaksinasi perlu menjalaninya guna membentuk imunitas komunitas. Mengapa? Mengingat ada beberapa golongan yang tidak dapat melakukan vaksinasi, seperti bayi, anak kecil, orang tua, pengidap alergi, wanita hamil, atau orang dengan imun yang rendah. Adapun berbagai jenis vaksin yang diberikan kepada manusia ataupun binatang. Berikut ini jenis-jenis vaksin yang diberikan:
1.Vaksin Lemah Langsung
Vaksin ini diberikan dalam bentuk virus atau bakteri yang sudah dilemahkan, sehingga patogen tidak akan menyebar dan menyebabkan penyakit. Meski demikian, sistem kekebalan akan tetap mengenali antigennya dan tahu cara melawannya jika muncul di masa depan. Keuntungannya adalah menghasilkan kekebalan seumur hidup hanya dengan satu atau dua dosis. Sedangkan kekurangannya adalah tidak dapat berikan pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah, seperti orang yang menjalani kemoterapi atau pengobatan HIV. Vaksin lemah langsung biasanya diberikan guna menangkal sejumlah penyakit, seperti campak, penyakit gondok, rubella, cacar air, influenza, serta rotavirus.
2.Vaksin yang Tidak Aktif
Vaksin ini diberikan dalam bentuk virus atau bakteri yang sudah dibunuh dengan panas atau bahan kimia tertentu. Meski sudah mati, sistem kekebalan tubuh masih dapat mengenali dan belajar bagaimana cara melawan patogen saat muncul di kemudian hari. Keuntungannya adalah vaksin dapat dibekukan dan disimpan dengan mudah, karena tidak ada risiko membunuh patogen. Sedangkan kekurangannya adalah, simulasi tidak seakurat virus hidup yang dilemahkan. Vaksin yang tidak aktif diberikan guna menangkal sejumlah penyakit, seperti polio (IPV), hepatitis A, serta rabies.
3.Vaksin Subunit atau Konjugasi
Vaksin ini bekerja dengan mengisolasi protein atau karbohidrat tertentu, sehingga saat disuntikkan, sistem kekebalan tubuh dapat bereaksi tanpa menimbulkan penyakit tertentu. Keuntungan adalah minimnya dampak, karena hanya sebagian patogen asli yang disuntikkan ke dalam tubuh, bukan seluruhnya. Sedangkan kekurangannya adalah, tidak selalu memungkinkan dalam mengidentifikasi antigen terbaik dalam patogen untuk melatih sistem kekebalan tubuh.Vaksin subunit atau konjugasi diberikan guna menangkal sejumlah penyakit, seperti hepatitis B, influenza, haemophilus influenzae Tipe B (Hib), pertusis, pneumokokus, Human Papillomavirus (HPV), serta meningokokus.
4.Vaksin Toxoid
Vaksin ini diberikan dengan menonaktifkan beberapa racun menggunakan campuran formaldehid dan air. Sistem kekebalan tubuh kemudian belajar mengenali racun mati tersebut guna melawan racun hidup yang muncul di kemudian hari. Vaksin toxoid diberikan guna menangkal sejumlah penyakit, seperti difteri dan tetanus
5.Vaksin Konjugasi
Ada beberapa bakteri yang memiliki lapisan luar molekul gula dan dapat menyamarkan antigen, serta menipu sistem kekebalan tubuh yang masih muda, seperti bakteri penyakit Hib. Pemberian vaksin dilakukan dengan menghubungkan antigen dari patogen lain yang dapat dikenali dengan lapisan gula dari bakteri yang disamarkan. Vaksin konjugasi diberikan guna menangkal penyakit Haemophilus Influenzae Tipe B (Hib).
6.Vaksin DNA
Vaksin ini masih dalam tahap percobaan, dan dilakukan dengan membuang semua bagian yang tidak diperlukan dari bakteri atau virus. Untaian DNA tersebut akan menginstruksi sistem kekebalan untuk menghasilkan antigen guna memerangi patogen dengan sendirinya. Vaksin ini menjadi pelatih sistem kekebalan yang sangat efisien, juga mudah diproduksi.
7.Vaksin Vektor Rekombinan
Vaksin ini mirip dengan vaksin DNA, yang dilakukan dengan memasukkan DNA dari patogen berbahaya ke dalam tubuh. Vaksin tersebut kemudian memicu sistem kekebalan guna memproduksi antigen, melatih diri guna mengidentifikasi, serta memerangi penyakit yang muncul di kemudian hari. Vaksin vektor rekombinan diberikan guna menangkal penyakit HIV, rabies, serta campak.
Lalu apa saja sih efek samping saat tubuh kita di vaksin ?? Efek samping yang paling umum dari vaksin termasuk sebagai berikut: Nyeri, bengkak, atau kemerahan pada bagian bekas suntikan Demam ringan Panas dingin Merasa lelah Sakit kepala Otot dan sendi nyeri ringan. Efek samping tersebut sangat umum dan sebagai tanda bahwa tubuh mulai membangun imun (perlindungan) terhadap suatu penyakit. Selain itu, vaksin yang diberikan kepada anak-anak tidak akan menyebabkan autisme. Banyak penelitian yang mencari hubungan antara vaksin dan autisme. Hasilnya dengan jelas menunjukkan bahwa vaksin tidak menyebabkan autisme. Meskipun sangat jarang dirasakan, vaksin bisa juga memberikan efek samping serius. Hal ini terjadi misalnya karena dosis vaksin yang diberikan berlebihan atau seseorang memiliki reaksi alergi yang parah. Jika merasa sakit berlebihan ketika mendapatkan vaksin, sebaiknya langsung menghubungi rumah sakit atau dokter. Dokter kemudian akan melaporkan efek samping tersebut ke Sistem Pelaporan Kejadian Vaksin yang ada di seluruh dunia.
Nah sobat, dari penjelasan tersebut semoga dapat menjawab judul topik ini ya yaitu pentingkah vaksinasi dalam tubuh. Oke sekarang tinggal keputusan sobat sendiri terkait mau di vaksin atau tidak, karena itu adalah hak pribadi kamu sobat. Saya hanya dapat memberi sedikit informasi saja semoga bermanfaat ya dan sehat selalu untuk kita semua. Aamiin
Sumber referensi:
www.alodokter.com
https://www.halodoc.com/
www.diskes.baliprov.go.id
www.kompas.com


