Prestasi merupakan sebuah hal yang membanggakan bagi semua orang yang mendapatkannya. Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap orang pasti ingin meraih prestasi sesuai bidangnya. Tidak hanya siswa yang harus berprestasi, kita sebagai guru di SMPIT Al Haraki ini pun harus menanamkan dalam diri bahwa membangkitkan semangat untuk terus berkarya dan berprestasi itu penting.
Sebelumnya kita cari tahu dahulu apa itu prestasi. Prestasi menurut KBBI adalah hasil yang telah dicapai (dari yang telah dilakukan, dikerjakan, dan sebagainya). Dari pengertian tersebut dapat dimaknai bahwa ternyata prestasi itu bukan melulu tentang banyaknya medali atau piala yang diperoleh loh.
Dalam Al Quran pun Allah SWT berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 148 yang artinya:
“Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Pada era digital ini, tantangan guru sebagai pendidik profesional yang mempunyai tugas utama mendidik, membimbing, mengarahkan, menilai dan mengevaluasi peserta didik menjadi semakin berat jika tidak ditunjang dengan kemampuan memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Oleh karena itu sebagai guru profesional harus terus mengembangkan diri, berkreasi, dan berinovasi dalam menciptakan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan sesuai perkembangan zaman.
Adanya upaya maksimal seorang guru dalam menciptakan inovasi, kreasi, dan menjadi inspirasi patut mendapatkan apresiasi tinggi. Salah satu bentuk apresiasi yang diberikan oleh negara adalah adanya penganugerahan guru berprestasi bagi guru yang memiliki kinerja dan kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional yang dianggap melampaui standar nasional baik di tingkat kota, provinsi maupun nasional. Sedangkan di Alki sendiri kerja keras kita juga selalu diberikan apresiasi oleh Yayasan Akbar. Misalkan saja setiap tahunnya selalu diadakan pemberian reward kepada guru-guru maupun karyawan Al Haraki melalui kegiatan Milad. Kategori pemberian rewardnya pun beragam, mulai dari penghargaan atas kinerja guru, loyalitas terhadap Al Haraki, prestasi dan capaian guru, kedisiplinan hingga kesuksesan mengadakan acara. Bahkan guru dan karyawan yang tidak masuk ke dalam kategori dan tidak memenangkannya pun tetap mendapatkan apresiasi dari Yayasan Akbar. Dari sini kita dapat melihat bahwa Yayasan Akbar memiliki perhatian yang besar dalam memberikan penghargaan pada prestasi setiap orang walau sekecil apapun.
Nah, dalam menjalankan peran sebagai guru, bagaimana bisa menjadi sosok guru yang berprestasi? Berikut beberapa hal yang bisa kita lakukan.
Mengikuti Perlombaan
Banyak sekali perlombaan yang diselenggarakan oleh kementerian, PGRI, IGI, ataupun instansi swasta lainnya. Dengan mengikuti perlombaan, maka setiap guru mempunyai daya saing atau memunculkan sifat kompetitif. Namun perlu diingat ya, perlombaan ini bukan sekadar mencari juara. Jika belum juara sekalipun, setidaknya kita telah mencoba dan jadikan hal tersebut sebagai pengalaman agar lebih baik lagi di lomba berikutnya.
- Membuat Video Pembelajaran
Seandainya kita masih belum merasa nyaman atau percaya diri untuk mengikuti suatu perlombaan, namun memiliki hobi untuk merekam kegiatan dan mengedit videonya, maka dapat mencoba untuk membuat video pembelajaran dan menguploadnya ke Youtube. Sehingga hobi tersebut dapat tersalurkan dengan tepat. - Menjadi Penulis
Berikutnya yaitu menjadi seorang penulis, baik penulis buku, artikel jurnal, artikel ilmiah populer, atau dalam hal kesusastraan. Mungkin kita bisa memulainya dari hal yang paling sederhana di Alki misalkan dengan mengikuti perlombaan literasi yang diadakan oleh Perpustakaan Alki dan mengerjakan tugas-tugas saat kegiatan Literasi Guru Alki. - Mendisiplinkan Diri
Ada pepatah mengatakan bahwa “Waktu bagaikan pedang. Jika kita tidak memotongnya, maka waktu yang akan memotong kita”. Dari pepatah tersebut bisa disimpulkan jika waktu tidak digunakan dengan baik, maka kita akan menjadi orang yang merugi bahkan celaka. Seperti halnya dengan seorang guru, jika tidak bisa memanfaatkan waktu dengan baik maka mustahil untuk menjadi guru yang bisa menjadi panutan dan teladan, apalagi untuk mencapai sebuah prestasi. - Tertib Administrasi.
Yang terakhir, inilah pilihan yang bisa kalian lakukan, yaitu menjadi guru yang benar-benar guru. Dengan menyampaikan ilmu kepada peserta didik dan secara tertib melaksanakan administrasi dalam menunjang kegiatan belajar mengajar. Dan pilihan kelima inilah Sob yang menurut saya adalah hal tersulit untuk dilakukan seorang guru.
Intinya, prestasi itu bukan seberapa banyak ikut perlombaan dan memenangkannya, prestasi bukan tentang seberapa kita pintar dan bersaing dengan rekan guru lain. Namun prestasi adalah tentang pribadi yang mau terus belajar, berkembang untuk berinovasi menjadi guru yang lebih baik. Karena prestasi seorang guru adalah menjadi pribadi yang mau terus belajar mengikuti perkembangan zaman.
Sumber:
Kholis Huda, Nur. (2018). 5 Cara Menjadi Guru Berprestasi. dalam https://www.nurkholishuda.com/2019/01/5-cara-menjadi-guru-berprestasi.html (diakses pada 10.00 WIB, 10 November 2022)
Benzema, Abati. (2013). Menjadi Manusia Berprestasi. dalam https://minanews.net/menjadi-manusia-berprestasi (diakses pada 10.10 WIB, 10 November 2022)
Hidayah, Ifa. (2022). Tips dan Trik Menjadi Guru Berprestasi di Era Digital. dalam https://naikpangkat.com/tips-trik-menjadi-guru-berprestasi-di-era-digital/ (diakses pada 10.20 WIB, 10 November 2022)
https://kbbi.web.id/prestasi (diakses pada 10.30 WIB, 10 November 2022)

