Oleh: Ferani Oktia Suci, S.Hum., S.Pd.
Kenal kah kalian dengan tokoh di atas? Pernahkah kalian membaca atau mendengar karya mereka? Siapa mereka?

Nilai Islami Puisi
Syair adalah bentuk puisi lama, kata ” syair ” sendiri berasal dari Bahasa Arab, ” syu ‘ ur ” yang berarti perasaan. Dalam perkembangannya, syair juga masuk dalam ruh sastra Melayu, dan berkembang di Indonesia sebagai puisi. Dapat disimpulkan bahwa puisi adalah karya sastra yang menggambarkan perasaan dan pemikiran penulisnya, yang disusun dengan berbagai keterikatan, baik jumlah bait, larik, maupun rima yang dihasilkan dan pada akhirnya menciptakan sebuah keindahan estetika dalam perasaan pembacanya. [tongkronganislami.net]
Dalam ajaran Islam, tidak ada larangan untuk menulis syair, puisi, ataupun sajak. Allah SWT berfirman, “dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat. Tidakkah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap- tiap lembah. Dan bahwasanya mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya)? Kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman.” (QS. Asy-Syu ‘ ara`: 224-227) Islam tidak melarang seorang muslim untuk berpuisi, baik itu menulis maupun membaca puisi. Hanya saja yang perlu digarisbawahi adalah makna dari puisi yang ditulis atau disampaikan. Karena inti dari keindahan puisi adalah maknanya. Maknya yang terbalut rangkaian ritme dan irama yang dapat menyentuh hati pembacanya. “Sesungguhnya di antara syair itu ada yang merupakan hikmah.” (HR. Al-Bukhari) “Sesungguhnya perut salah seorang di antara kalian penuh dengan nanah hingga merusak ususnya, itu lebih baik daripada perutnya penuh dengan syair (sajak).” (HR. Al-Bukhari), maksud dari hadist ini adalah untuk memperingatkan kita dalam bersyair, jangan berlebihan dan justru meninggalkan kewajiban sebagai muslim.
Apa Itu Puisi?

Karena makna puisi yang baik adalah puisi yang dapat melembutkan hati dan menanamkan perilaku positif pada pembacanya.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), puisi merupakan ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait.
Apa Sih Unsur Pembangun Puisi?

Ternyata, unsur pembangun puisi itu ada 2, loh. Apa saja sih unsur pembangun puisi? Unsur pembangun puisi yaitu unsur batin dan unsur fisik. Unsur batin terdiri dari tema, rasa, nada, dan amanat. Sedangkan unsur fisik terdiri dari diksi, rima, tipografi, imaji, kata konkret, dan majas atau gaya bahasa.
Apa Itu Diksi?
Diksi adalah pilihan kata pada puisi. Fungsi diksi dalam puisi ada dua, yaitu fungsi estetis dan fungsi ekspresif. Fungsi estetis berarti diksi berguna sebagai unsur yang memperindah puisi. Sedangkan fungsi ekspresif berarti diksi berguna sebagai unsur yang membantu penyair mengungkapkan ekspresi yang dimiliki.
Apa Itu Rima?
Rima adalah kesamaan nada atau bunyi. Rima tidak hanya bisa dijumpai pada akhir setiap larik atau baris puisi saja, tetapi bisa juga berada di antara setiap kata dalam baris.
Contoh unsur pembangun puisi


Bagaimana? sudah paham, kan, dengan yang dimaksud diksi dan rima?
Nah, nanti kita akan berlatih ya mencari diksi dan rima pada sebuah puisi.
Sekarang, marilah kita cermati lagi apa yang dimaksud dengan tipografi sebuah puisi.
Perhatikan perbedaan bentuk tulisan kedua puisi di bawah ini!

Tipografi adalah wujud estetik pada bentuk penulisan puisi. Secara umum, sering ditemukan puisi dalam bentuk baris, tetapi ada juga puisi yang disusun dalam bentuk fragmen-fragmen. Bahkan ada juga puisi yang ditulis dengan bentuk yang menyerupai apel, bentuk zig-zag, ataupun model lainnya.
Terlihat jelas kan perbedaan tipografi kedua puisi di atas? Menurutmu, mana yang lebih menarik?
Yuk, berlatih!
Perhatikan puisi berikut ini!
Sajak Putih
Chairil Anwar
Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda
Sepi menyanyi
Malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku
Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita mati datang tidak membelah
- Bagaimana penggunaan diksi pada puisi tersebut? Jelaskan menurut pendapatmu!
- Sebutkan rima yang sama pada puisi tersebut!
Pembahasan:
- Diksi menarik dalam puisi tersebut dapat kita lihat dari kata-kata kias yang dipilih penyair untuk mempertajam rasa dalam puisinya, seperti “Di hitam matamu kembang mawar dan melati”, “Harum rambutmu mengalun bergelut senda”
Diksi pertama dan kedua seolah menggambarkan keindahan yang dilihat penyair pada gadis pujaannya.
- Rima pada puisi tersebut dapat dilihat pada pilihan kata
Pelangi-melati
Senja-senda

