“Komunikasi yang Efektif dalam Bekerja” oleh Aulya Khonsa, S.Pd

Manusia tidak dapat lepas dari komunikasi. Lihat saja, 75% – 90% waktu kita dari bangun hingga tidur kembali kita habiskan untuk berkomunikasi. Baik itu berkomunikasi dengan diri sendiri, komunikasi diri dengan Allah (Hablumminallah), komunikasi diri dengan orang lain dan kelompok (Hablumminannaas), baik itu saat bekerja atau bermasyarakat, dan lain-lain.

Komunikasi adalah proses berbagi informasi, pemikiran, dan perasaan antara orang-orang melalui pembicaraan (speaking), tulisan (writing), atau bahasa tubuh (body languange). Komunikasi dianggap efektif ketika pesan, baik verbal dan nonverbal yang disampaikan oleh pengirim diterima dengan jelas dan benar oleh penerima, tanpa terjadi kekeliruan atau interpretasi yang salah.

Memiliki etika dalam berkehidupan sosial sangat penting bagi semua individu. Begitupun dalam lingkup pekerjaan dimana terdiri dari banyak orang. Etika merupakan filsafat yang mengandung nilai-nilai dalam suatu tindakan manusia, meliputi perilaku perbuatan, perkataan, hingga bahasa tubuh.

Kelancaran komunikasi di tempat kerja dapat membantu proses kerja itu sendiri, dan tentunya akan memberikan banyak manfaat bagi tempat kerja tersebut. Cara berkomunikasi yang baik juga berpengaruh pada kualitas yang dimiliki karyawan dalam bekerja atau menggambarkan bagaimana cara menyelesaikan konflik, menghadapi rekan kerjanya, hingga bagaimana membangun pola bekerja yang efektif dengan teman satu tim.

Berikut merupakan lima tips berkomunikasi yang efektif di tempat kerja: 

  1. Menjadi pendengar yang baik
    Mendengarkan adalah bagian penting dalam terjadinya sebuah proses komunikasi yang baik. Dengan mendengarkan, kita akan lebih paham maksud dari lawan bicara sehingga dapat memberikan respon yang sesuai dengan keinginan mereka.
  1. Sampaikan pesan dengan jelas
    Hal ini dapat membuat pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh rekan kerja. Jika merasa kurang dapat berkomunikasi dengan baik atau biasa tergesa-gesa, cobalah untuk tenang terlebih dahulu. Hal ini dapat dilakukan ketika mendengarkan apa yang lawan bicara sampaikan. Kita juga bisa memikirkan terlebih dahulu hal yang ingin disampaikan. Sehingga bisa memberikan informasi yang benar tanpa bertele-tele. 
  1. Gunakan bahasa tubuh atau non-verbal
    Komunikasi non-verbal juga merupakan bagian penting dalam terjadinya komunikasi yang efektif. Non-verbal adalah bentuk berkomunikasi yang tidak menggunakan kata-kata, melainkan bahasa tubuh dan ekspresi. Dengan menambahkan bahasa tubuh saat berkomunikasi dapat menguatkan pesan yang ingin disampaikan. Salah satu contohnya adalah anggukan kepala yang dilakukan ketika menyetujui sesuatu. 
  1. Fleksibel saat berkomunikasi
    Setiap orang memiliki karakter yang berbeda. Jadi, perbedaan karakter tersebut harus kamu pahami karena akan memengaruhimu dalam melakukan komunikasi yang efektif dengannya. Maka dari itu, kamu harus berkomunikasi dengan bahasa yang halus tapi tetap dapat dipahami, agar lawan bicaramu mengerti dan tidak tersinggung. Selain itu, saat kamu masih kurang memahami perkataan dari lawan bicara, sebaiknya jangan sungkan untuk mencoba bertanya.
  1. Tegas, jujur, serta terbuka
    Ketegasan bisa menghasilkan komunikasi yg lebih jelas dan membantu dalam menaikkan rasa percaya diri serta kemampuan mengambil keputusan. Meski begitu, tegas tidak dibarengi sebagai sikap agresif serta menuntut. Komunikasi yang efektif bukan perihal memenangkan argumen atau memaksakan pendapat di orang lain. kebalikannya, ketegasan bisa ditunjukkan dengan mengekspresikan pikiran serta perasaan secara terbuka, jujur, serta mempertahankan sudut pandang ketika berkomunikasi sembari tetap menghormati orang lain serta terbuka pada perspektif mereka.

Dengan komunikasi yang efektif dalam bekerja diharapkan dapat mencapai tujuan ataupun target di tempat bekerja. Semoga kita semua dapat menerapkan hal ini dalam kehidupan nyata sehari-hari. (Aulya)