Sebagai makhluk sosial, kita pasti tidak akan bisa hidup sendirian tanpa adanya bantuan orang lain. Mulai dari awal kita lahir hingga meninggal, pasti membutuhkan bantuan orang lain. Keberadaan orang lain tersebut tidak hanya menjadi seorang teman yang menemani dalam kesendirian, tetapi juga sebagai partner dalam melakukan sesuatu, baik itu aktivitas di bidang ekonomi, sosial, budaya, politik, dan lain-lain. Bahkan dalam urusan ibadah kepada Tuhan pun kita juga membutuhkan bantuan orang lain.
Kegiatan saling tolong menolong tidak memandang atau membedakan adanya ras, suku, bangsa, agama, keturunan, status sosial, dan pendidikan manusia. Semakin banyak orang yang berbuat baik dengan saling menolong sesama, akan rukun dan bermanfaat pula dalam kehidupannya serta kehidupan orang lain. Tolong menolong pada hakikatnya merupakan hak dan kewajiban setiap manusia kepada manusia lain.
Semakin berkembang sikap saling tolong menolong di masyarakat membuat adanya keyakinan bahwa sikap tersebut berperan penting dalam pendidikan pembangunan karakter suatu bangsa. Di tengah-tengah perkembangan zaman yang berarti juga berkembang pula kecanggihan teknologinya. Keberadaan smartphone dapat menjadi penanda dari adanya canggihnya zaman sekarang ini, dimana memberikan dampak negatif dan positif dalam pembicaraan tolong menolong ini. Semakin banyak orang yang lebih mementingkan kesibukannya bersama smartphone terkadang membuat mereka lupa untuk berinteraksi sosial dan saling membantu sesama. Namun, keberadaan smartphone juga dapat menjadi “pancingan” orang untuk menolong sesamanya.
Tidak dapat dibantah bahwa zaman sekarang, berbagai macam tindakan masyarakat ternyata dapat berakibat pada kehancuran suatu bangsa. Apa saja tindakan masyarakat yang dapat mengakibatkan hal tersebut? Yakni dengan menurunnya perilaku sopan santun, menurunnya sikap kejujuran, menurunnya rasa kebersamaan, hingga menurunnya rasa saling tolong menolong antar masyarakat.
Dalam agama Islam, kegiatan saling tolong menolong menjadi salah satu tanda dari orang yang beriman. Menjaga persaudaraan sesama umat, menjauhi sikap egois, dan menghargai orang lain menjadi tanda orang yang beriman dan dicintai oleh Allah SWT. Selain itu, dengan tolong menolong membuat hidup kita terasa damai dan tentram karena tidak “membawa” musuh hadir dalam kehidupan kita.
“Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah manusia yang paling banyak bermanfaat dan berguna bagi manusia yang lain. Sedangkan perbuatan yang paling dicintai Allah adalah memberikan kegembiraan kepada orang lain atau menghapus kesusahan orang lain, atau melunasi utang orang yang tidak mampu untuk membayarnya, atau memberi makan kepada mereka yang sedang kelaparan dan jika seseorang itu berjalan untuk menolong orang yang sedang kesusahan itu lebih aku sukai daripada beri’tikaf di masjidku ini selama satu bulan” (HR. Thabrani).
Lima keutamaan menolong sesama
- Menjadi manusia dengan sifat yang dicintai Allah SWT
Salah satu sifat Allah SWT yakni Maha Indah dan sangat mencintai segala keindahan. Begitu pula kepada umat-Nya yang menjaga diri dari sifat dan perbuatan buruk seperti bergosip, pelit, dan bermuka masam. Seperti diterangkan Rasulullah SAW ketika ditanya Sahabat perihal siapa manusia yang paling dicintai Allah SWT, “Yaitu manusia yang paling banyak bermanfaat dan berguna bagi manusia yang lain. Saling tolong-menolong dalam kebaikan tentu merupakan sikap baik yang perlu dijaga. Tidak hanya menjadi manusia yang dicintai Allah SWT, dengan menolong orang lain, kita pun jadi lebih memaknai arti kehidupan. - Dimudahkan urusannya, baik di dunia maupun akhirat kelak
Tempat memohon pertolongan hanyalah Allah SWT. Meski kamu sudah berdoa sepanjang waktu, namun kamu belum juga keluar dari kesulitan. Coba evaluasi diri kembali, barangkali sebelumnya kamu kurang membantu orang lain yang tengah kesulitan pula. Karena dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu suka menolong saudaranya.” (HR. Muslim) - Mendapat kemurahan dan rahmat dari Allah SWT.
“Sesungguhnya Allah akan menolong seorang hamba-Nya selama hamba itu menolong orang lain.” (HR. Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi) - Mengeratkan kerukunan dengan orang lain
Kita kerap menjumpai masyarakat yang saling membantu menyiapkan keperluan hajatan orang lain, gotong royong membersihkan lingkungan, dan merenovasi masjid. Rasulullah SAW pun pernah bersabda, “Mukmin yang satu dengan yang lainnya bagaikan sebuah bangunan yang saling memperkuat antara sebagian dengan sebagian yang lainnya.” (HR. Bukhari). Maksud dari hadis tersebut ialah sikap tolong-menolong yang dibangun dalam kebersamaan, akan mengeratkan kerukunan. Karena hal tersebut merupakan fondasi utama dalam membentuk masyarakat yang sejahtera. - Mendapat ampunan dan dinaikkan derajatnya di hari akhir
Berbuat baik yang didasari ketulusan tentu akan mendapat imbalan yang baik, begitu pula dengan menolong orang lain. Besaran ganjaran dari menolong orang lain pun telah diterangkan Rasulullah SAW dengan bersabda: “Barang siapa menolong orang yang sangat membutuhkan, maka Allah mencatatnya sebanyak 73 ampunan. Satu ampunan terdapat kebaikan semua masalahnya, yang 72 (menaikkan) derajatnya pada hari kiamat.” (HR. Bukhari dan Baihaqi). Menolong orang lain bisa dilakukan kapan pun dan di mana pun. Tidak hanya kepada kerabat dekat, kamu juga bisa menjadi relawan korban bencana, berbagi nasi kotak sepulang kerja, dan melakukan sedekah subuh.

