“Keseimbangan Inisiatif dan Kolaboratif” oleh Samsul Ma’rif, S. Si

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), inisiatif adalah membuat langkah pertama dalam mengusahakan sesuatu. Dengan kata lain, inisiatif adalah bentuk kesadaran diri dari individu yang berpikir bahwa dia harus melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhannya atau memenuhi suatu hal.

Kolaboratif mengacu pada sesuatu yang melibatkan kerja sama atau kolaborasi dari beberapa individu atau kelompok yang berbeda dalam mencapai tujuan yang sama. Pengertian kolaboratif dapat diterapkan dalam berbagai bidang seperti bisnis, seni dan budaya, pendidikan, teknologi, dan lain sebagainya. Dalam konteks pendidikan, pengertian kolaboratif sering digunakan untuk mendeskripsikan pendekatan pembelajaran yang melibatkan siswa dalam proses kolaborasi dan kerja sama untuk mencapai tujuan pembelajaran bersama.  

Kolaboratif selalu berhubungan dengan kerja sama atau kolaborasi untuk mencapai tujuan yang sama. Kolaboratif dapat memungkinkan individu atau kelompok yang berbeda untuk saling belajar, bertukar ide, dan menghasilkan solusi yang lebih baik dan lebih holistik.

Islam memberikan ajaran kepada umatnya untuk bekerja keras dan kolaboratif dalam mencapai tujuan yang gemilang. Tentu kolaboratif itu harus dilakukan dalam kebaikan bukan kejahatan. Karena sebaik-baik manusia adalah yang berguna untuk makhluk lainnya. Dengan begitu kita sebagai manusia yang berakal tidak hanya diam dan menunggu kabar baik melainkan harus turun tangan dan bersungguh-sungguh untuk mencapai kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.

وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

 “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (Al Maidah: 2).

Berikut ini beberapa cara menyeimbangkan inisiatif dan kolaboratif:

  1. Berusaha menciptakan lingkungan yang mendukung

Seseorang bisa berani dalam mengambil inisiatif karena lingkungan yang mendukung mereka untuk melakukannya.  Ini semua berkaitan dengan budaya atau nilai-nilai yang tertanam di suatu lingkungan. Menciptakan lingkungan yang mendukung dapat dilakukan dengan menanyakan ide-ide dari anggota tim lainnya. Dengan membuka ‘pintu’ seperti ini, setiap anggota akan memberanikan diri mereka untuk mengambil inisiatif yang berguna untuk masa depan perusahaan. 

  1. Saling memotivasi 

Untuk bisa mengambil inisiatif secara terus-menerus, kita perlu motivasi yang kuat secara berkala. Itulah mengapa kita perlu saling memberi motivasi satu dengan yang lainnya, agar kita selalu memiliki ide-ide untuk mengambil inisiatif yang baik. 

  1. Aktif mendengar

Cara terbaik untuk meningkatkan kemampuan kolaborasi adalah dengan secara aktif mendengarkan ide, saran, dan pendapat rekan kerja. Sekalipun mempunyai ide sendiri mengenai proyek yang ingin dijalani, tidak ada salahnya mempertimbangkan ide orang lain.

  1. Menjaga komunikasi

Saat bekerja sama, penting untuk menjaga komunikasi. Jika ada sesuatu yang kurang jelas di tempat kerja, segera sampaikan kepada rekan kerja untuk menghindari kesalahpahaman antar karyawan. Jika melakukan ini secara konsisten, keterampilan kolaborasi dapat meningkat seiring waktu.

  1. Miliki pikiran yang terbuka

Terakhir, seseorang akan belajar bagaimana meningkatkan keterampilan kolaborasi dengan mulai membuka pikiran terhadap hal-hal baru. Untuk menjadi kontributor yang sukses, harus tetap terbuka terhadap berbagai ide dan teori baru.

Daftar Pustaka:

https://www.studilmu.com/blogs/details/inisiatif

https://kumparan.com/berita-terkini/teknik-kolaborasi-dalam-dunia-kerja-dan-cara-meningkatkannya-21Yu80qUddc

https://tafsirweb.com/1886-surat-al-maidah-ayat-2.html