Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2021) komitmen merupakan perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu. Adapun menurut Dwi Latifatul Fajri (2022) komitmen merupakan keadaan dimana seseorang menjalin hubungan keterikatan pada suatu hal. Komitmen terjadi dalam hubungan, organisasi, keluarga, dan kerja. Komitmen merupakan bentuk dedikasi atau kewajiban yang mengikat seseorang kepada suatu hal baik hubungan, organisasi, keluarga, dan kerja.
Tak hanya itu, komitmen juga mencakup pada hubungan keterikatan manusia dengan Allah Swt. Roh manusia sudah disiapkan Allah SWT jauh sebelum ditautkan ke dalam janin yang ada di rahim seorang ibu setelah berusia empat bulan sepuluh hari. Bahkan roh tersebut sudah menyatakan komitmennya dihadapan Allah Swt. di alam Arwah. Sebagaimana dijelaskan Allah Swt. dalam surah Al-A’raf 7:172
وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِىٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا۟ بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَآ ۛ أَن تَقُولُوا۟ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَٰفِلِينَ
Artinya: Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)” (QS. Al-A’raf : 172)
Asep Totoh (dalam Ahmad dan Razak, 2007) menjelaskan komitmen guru adalah kekuatan batin yang datang dari dalam hati diri seorang guru dan kekuatan dari luar guru itu sendiri tentang tugasnya yang dapat memberi pengaruh besar terhadap sikap guru berupa tanggung jawab dan responsif (inovatif) terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi.
Fatkhan (2021) menambahkan pilihan jadi guru hendaklah diperkuat dengan komitmen. Komitmen akan mendorong rasa percaya diri, dan semangat kerja, menjalankan tugas sebagai guru menuju perubahan ke arah yang lebih baik. Hal ini ditandai dengan peningkatan kualitas fisik dan psikologi dari hasil kerja. Sehingga segala sesuatunya menjadi menyenangkan bagi seluruh warga sekolah.
Menurut Pugach (dalam Fatkhan, 2021) ada lima komitmen yang harus dilaksanakan secara berkelanjutan oleh guru, berkaitan dengan gelar profesional yang disandangnya.
- Selalu belajar mengembangkan pengetahuan dari berbagai sumber
Seorang guru tidak boleh berhenti belajar setelah menyelesaikan program pendidikannya. Mereka harus terus belajar melalui apa yang dipraktekkannya di kelas, belajar melalui teman-teman seprofesi. Hal ini akan terjadi kalau guru memiliki komitmen untuk membuka diri jadi yang terbaik, mempunyai semangat dalam meningkatkan diri, mengembangkan karirnya di dunia pendidikan.
- Mengembangkan kurikulum dengan rasa tanggungjawab
Kurikulum bukanlah dokumen statis, dimana guru hanya mengikuti tanpa perlu pertimbangan dan sikap bijaksana. Guru diberi wewenang oleh pemerintah untuk mengembangkannya pada tingkat satuan pendidikan , tingkat kelas, sesuai kebutuhan dan kemampuan peserta didik. Oleh karena itu, dituntut tanggung jawab guru dalam penggunaan kurikulum pendidikan.
- Selalu memperhatikan keragaman latar belakang peserta didik
Guru secara terus menerus, tahun berganti tahun, bergantian angkatan, menerima anggota kelas yang berbeda-beda. Siswa yang datang dari latar belakang yang berbeda. Untuk pembelajaran yang menyenangkan guru diharapkan selalu kreatif mengelola kelasnya. Dimana, siswa dapat merasa diterima keberadaannya, merasa aman dan nyaman berada di lingkungan kelas dan lingkungan sekolah.
- Memenuhi kebutuhan individual dalam belajar di kelas maupun di area sekolah.
Kegiatan belajar di kelas maupun lingkungan sekolah hendaklah diorganisir secara tepat guna. Pengelompokan kegiatan, pengelompokkan siswa perlu pertimbangan berbagai kebutuhan individu siswa.
- Aktif berkontribusi dalam tugas profesinya.
Mengajar bukanlah sekedar bekerja yang memperhatikan jam masuk atau keluar selesai pembelajaran dan bekerja bagaikan robot sesuai dengan apa yang diperintahkan. Guru sendiri harus mampu mengelola dirinya, mengembangkan profesinya, membutuhkan kesempatan untuk bergabung dengan teman satu profesi, ikut bertanggung jawab atas profesinya
Ketulusan dan keikhlasan dalam bekerja akan memudahkan terlaksananya komitmen sebagai seorang guru. Sebagaimana disabdakan nabi Muhammad saw. Niat baik kita untuk melaksanakan tugas sebaik-baiknya merupakan tujuan hasil kerja yang berkualitas. Selalu ikhlas dalam bertindak dan niat karena Allah, diikuti dengan doa, akan membuahkan kebahagiaan bagi pribadi guru dan kesuksesan belajar siswanya.
Sumber:
Amirul Huda, Fatkhan. (2021). Makna Komitmen Guru. dalam https://fatkhan.web.id/makna-komitmen-guru/ (diakses pada 17.46 WIB, 20 September 2022)
Kamus Besar Bahasa Indonesia (2021). Makna Kata Komitmen. dalam https://kbbi.web.id/komitmen (diakses pada 14.40 WIB, 20 September 2022)Latifatul Fajri, Dwi. (2022). Pengertian Komitmen. dalam https://katadata.co.id/agung/berita/624695321745a/memahami-komitmen-pengertian-tujuan-dan-contohnya (diakses pada 14.55 WIB, 20 September 2022)

