“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.“
Welas asih adalah sebuah rasa kasih sayang yang menggabungkan empati dan simpati. Semua orang jelas memiliki welas asih dalam dirinya. Hanya saja, setiap orang punya kadar tersendiri akan besar atau tidaknya perasaan tersebut. Kepribadian merupakan struktur yang sangat kompleks. Faktor lingkungan juga memengaruhi kepribadian seseorang selain faktor genetika. Dan, seperti apa masa kecilnya, bagaimana dibesarkan, apa yang dialami dan juga apa yang dibaca, semuanya turut membentuk kepribadian seseorang.
Bagi sebagian orang, menerapkan sikap welas asih dalam kehidupan sehari-hari mungkin akan terasa sulit. Berikut sejumlah tips yang bisa dilakukan untuk membantu agar sikap ini tertanam dalam diri. Berikut adalah hal yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan pribadi welas asih.
1. Terapkan pada diri sendiri terlebih dahulu
Sebelum melakukan sikap ini ke orang lain, belajarlah untuk menerapkannya untuk diri kita sendiri terlebih dahulu. Individu yang bersikap welas asih terhadap dirinya cenderung punya motivasi, kepuasaan, dan kebahagiaan dalam hidup yang lebih besar. Selain itu, sikap ini juga membuat kita lebih bisa menghadapi dan menanggapi peristiwa hidup yang penuh tekanan dengan cara positif. Hasilnya, risiko kita mengalami kecemasan maupun depresi akan semakin berkurang.
2. Tempatkan diri pada posisi orang lain
Untuk menumbuhkan sikap welas asih, cobalah untuk memposisikan diri kita sebagai orang lain, terutama mereka yang sedang kesusahan dan menderita. Bayangkan betapa sulit orang-orang tersebut menghadapi masalahnya. Secara perlahan, sikap empati dalam diri kita akan muncul dan berkembang menjadi welas asih.
3. Jaga sikap
Menjaga sikap kita di depan orang lain adalah salah satu bentuk dari welas asih. Sebelum berbicara, selalu pikirkan kata-kata yang hendak keluar dari mulut. Jangan sampai perkataan tersebut menyakiti hati orang lain dan membuat kita menyesal. Lakukan juga hal-hal sederhana seperti tidak memalingkan mata ke ponsel ketika orang lain mengajak berbicara atau mengucapkan terima kasih setelah mendapatkan bantuan. Meski terlihat sederhana, tindakan tersebut bisa sangat berarti untuk orang lain.
4. Hargai privasi orang lain
Memberi bantuan ketika orang lain kesusahan merupakan bentuk welas asih. Namun, ketika orang tersebut tidak menginginkan bantuan kita, berhentilah dan hormati privasinya. Cukup katakan bahwa kita tetap ada di belakang saat ia membutuhkan bantuan. Apabila orang yang tengah kesulitan menceritakan masalahnya ke kita, pastikan untuk tidak bergosip atau menyebarkannya ke orang lain. Ketika mereka tidak ingin berbicara, janganlah memaksanya untuk bercerita.
5. Lakukan kebaikan tanpa mengharap imbalan
Ketika orang lain dalam kesusahan, berikanlah bantuan. Pastikan kita melakukannya dengan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan. Dengan sikap tersebut, orang lain merasa senang karena terbantu, dan kita mendapat kepuasan batin karena sukses mengembalikan senyum di wajah mereka.
Sebagai guru dan seorang pendidik, sudah seharusnya kita memiliki pribadi welas asih. Memiliki sikap welas asih tentunya akan membantu membantu terjalinnya hubungan yang lebih baik antara guru dengan siswa maupun dengan orang tua. Beriku adalah keuntungan lainnya memiliki sikap welas asih.
1. Tidak merasa sendiri dalam hidup
Rasa welas asih dimulai dengan bagaimana kemauanmu untuk melihat beban orang lain, mengakui bahwa ia memang sedang menderita, gak mencoba untuk mengabaikan apa lagi menyangkalnya. Ketika memberikan pengakuan dari dirimu tentang penderitaan itu, kamu juga akan merasa gak sendirian saat menghadapi beban hidup ini.
2. Penyadaran akan kenyataan buruk yang sewaktu-waktu menimpa
Pada suatu saat, semua orang akan terluka, bahwa hidup ini gak terus berjalan mulus sesuai keinginanmu. Penyadaranmu sedari awal akan membuatmu lebih siap untuk berjuang ketika kamu jatuh nanti. Dengan begitu, kamu merasa lebih ‘tergabung’ dengan orang lainnya dan percaya, bahwa keresahan merupakan eksistensi yang gak bisa ditolak oleh siapa saja.
3. Kepekaan yang tinggi akan orang lain
Tidak hanya sekadar tahu, dan mengakui. Tapi bagian dari welas asih adalah rasa kebersamaaan. Kamu juga ikut merasakan beban yang orang lain rasakan. Tentunya ini akan membuat kepekaan akan perasaanmu semakin tinggi.
4. Mental yang kuat ketika menghadapi masalah
Di kala dalam kondisi down, ada saat di mana kamu gak merespon belas kasih orang lain terhadapmu. Karena mereka gak bisa membantu namun, dengan kamu punya rasa welas asih yang tinggi, walau tidak mendapatkan dukungan material, kamu tahu, jika orang lain sedang mencoba untuk menolong. Hal tersebut akan memperbaiki mentalmu sehingga termotivasi untuk bangkit kembali.
5. Punya rasa toleransi yang besar akan orang lain
Menjadi orang yang penyayang itu memang gak mudah. Merasakan beban orang lain kepada diri sendiri itu cukup sulit. Karena menghubungkan sisi emosional pada derita orang lain akan mengaktifkan respon negatif untuk perasaan kita sendiri. Namun hal itu akan membuatmu paham pentingnya sebuah toleransi antar sesama manusia.
DAFTAR PUSTAKA
- Permana, Bayu Galih. 2021. “Cara Melatih Sikap Welas Asih”, https://www.sehatq.com/artikel/cara-melatih-sikap-welas-asih-pahami-juga-manfaatnya-untuk-kesehatan, diakses pada 22 Juli 2022 pukul 14.59.
- Nelson, Tinto. 2018. “Keuntungan Jika Memiliki Welas Asih yang Tinggi”, https://www.idntimes.com/life/inspiration/tinto-nelson/keuntungan-jika-memiliki-welas-asih-yang-tinggi-c1c2?page=all, diakses pada 22 Juli 2022 pukul 15.07.
- Rasyid, Media. 2016. “Al Qur’an – Ar Risalah, Terjemah – Waqaf Ibtida’ Tajwid Warna & Tajwid Latin”. Maktabah Al Fatih.

