Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Intelektual memiliki arti cerdas, berakal, dan berpikiran jernih berdasarkan ilmu pengetahuan. Kecerdasan intelektual atau yang biasa dikenal dengan intelligence quotient (IQ) merupakan sebuah istilah yang memberikan penjelasan terkait bagaimana kemampuan intelektual yang dimiliki seseorang. Baik itu kemampuan menganalisis, merencanakan, memecahkan masalah, kemampuan bahasa hingga daya tanggap belajar.
Lalu, apa itu kecerdasan intelektual?
Konsep kecerdasan intelektual muncul ketika William Stern menemukan adanya lapisan neocortex pada otak manusia. Dari lapisan inilah manusia dapat mempelajari banyak hal termasuk berhitung, berbahasa, hingga menggunakan komputer. Secara umum, kecerdasan intelektual merujuk pada potensi yang dimiliki oleh individu untuk mempelajari sesuatu lewat alat-alat berpikir. Kecerdasan ini dapat dinilai dari kemampuan verbal dan logika berpikir seseorang. Konsep ini pertama kali diutarakan oleh Alfred Binet.
Menurut William Stern, kemampuan intelektual adalah kesanggupan seseorang untuk menyesuaikan diri pada hal-hal baru dengan menggunakan alat-alat berpikir menurut tujuan yang ingin dicapai. Kemampuan intelektual juga merujuk pada kapabilitas seseorang untuk dapat bertindak secara terarah, berpikir secara bermakna, dan dapat berinteraksi secara efisien dengan lingkungannya.
Kecerdasan intelektual mampu membuat seseorang memiliki kemampuan pada bidang tertentu, yang umumnya dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah ragam kecerdasan yang ada pada manusia.
1. Kecerdasan linguistik
Kecerdasan linguistik adalah kemampuan seseorang dalam ruang lingkup bahasa untuk mengolah kata-kata dengan baik dalam bentuk audio atau bicara, maupun dalam bentuk tulisan.
2. Kecerdasan matematika atau logika
Seseorang dengan kecerdasan ini biasanya pandai dalam membuat klasifikasi maupun kategorisasi, berpikir dengan pola, memahami sebab akibat, dan pandai membuat hipotesis.
3. Kecerdasan spasial
Merupakan kecerdasan yang kompleks yang memadukan kepekaan yang tajam dalam visual, memahami keseimbangan warna, garis, dan bentuk ruang, serta membuat sketsa ide yang jelas.
4. Kecerdasan kinestetik dan jasmani
Seseorang dengan kemampuan ini mempunyai kecerdasan untuk mengekspresikan gagasan dan perasaan, juga menyukai kegiatan yang banyak melibatkan fisik.
5. Kecerdasan musikal
Orang dengan kecerdasan musikal mempunyai kemampuan untuk mengembangkan mengekspresikan dan juga menikmati musik dan suara
6. Kecerdasan interpersonal
Kecerdasan interpersonal mencakup kehidupan seseorang dengan melihat bagaimana sikap yang ditunjukkan kepada sesama makhluk hidup. Seseorang yang memiliki kepekaan terhadap perasaan orang lain, peduli, memotivasi, dan memahami watak orang lain.
7. Kecerdasan intrapersonal
Kecerdasan ini adalah kebalikan dari kecerdasan interpersonal, yaitu memiliki pemahaman terhadap kecerdasan intelektual dan pengetahuan tentang dirinya sendiri. Kecerdasan ini dapat membuat seseorang lebih suka untuk bekerja sendiri.
8. Kecerdasan eksistensial
Kecerdasan eksistensial melibatkan kemampuan dalam unsur mendasar soal kehidupan.
9. Kecerdasan naturalis
Kemampuan seseorang dalam mengenali alam sekitar dan peduli dengan sesama makhluk hidup.
Ciri-Ciri Pendidik yang memiliki Intelektual Tajam
- Memiliki keahlian sebagai guru
Setiap guru yang berintelektual tajam harus menguasai pengetahuan yang mendalam dalam spesialisasinya. Penguasaan pengetahuan ini merupakan syarat yang penting di samping keterampilan-keterampilan lainnya. Oleh sebab itu pendidik berkewajiban menyampaikan pengetahuan, pengertian, ketrampilan, dan lain-lain kepada muridnya.
- Memiliki pemahaman dan pengetahuan yang luas
Pengalaman dan pengetahuan ini sangat diperlukan dalam pengajaran. Pendidik tak cukup hanya menguasai pengetahuan spesialisnya saja, akan tetapi pengalaman dan pengetahuan umum perlu juga dipahami. Dalam kegiatan belajar-mengajar sehari-hari, siswa sering menanyakan hal-hal yang berada di luar pelajaran, dalam hal ini guru harus pandai menjelaskannya. Tambahan lagi dengan pengalaman dan pengetahuan itu guru dapat memberikan penjelasan dan analisis yang lebih mantap kepada murid. Kadang-kadang dengan diberikannya penjelasan-penjelasan tambahan akan menyebabkan pelajaran lebih menarik, tidak kaku dan lebih merangsang anak belajar
- Berusaha memperoleh hasil kerja yang sebaik-baiknya
Dalam mencapai hasil kerja, Pendidik diharapkan akan selalu meningkatkan diri, mencari cara-cara baru, agar mutu pendidikan selalu meningkat, pengetahuan umum yang dimilikinya selalu bertambah dengan menambah bacaan berupa majalah, harian dan sebagainya. Dengan adanya usaha untuk menambah pengetahuan, pemahaman, dan ketrampilan, sudah barang tentu kemampuan guru akan bertambah pula sehingga dalam mengelola proses belajar-mengajar tidak akan mendapat kesulitan yang berarti
- Kreatif
Kreatif adalah mempunyai kemampuan untuk mencipta. PKreativitas itu erat sekali hubungannya dengan kecerdasan. Kreativitas hanya dapat diharapkan timbul dari mereka yang memiliki inteligensi yang tinggi. Untuk memperoleh kreativitas yang tinggi sudah tentu pendidik harus banyak bertanya, banyak belajar, dan berdedikasi tinggi.
Dalil Naqli tentang Kecerdasan Intelektual Guru
“Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, yang Maha Suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk Rupa, yang mempunyai asmaaul Husna. bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. Al-Hasyr: 22-24)
Dalam QS. Al-Hasyr ayat 22-24 dapat diambil kesimpulan bahwa guru yang berintelektual tajam mampu mengetahui hal yang ghoib dan nyata. Maksudnya guru yang cerdas itu mampu berfikir dan mencari pengetahuan yang mendalam baik hal yang tidak tampak maupun yang tampak. Hal yang tampak misalnya menguasai bahan yang akan diajarkannya. Sedangkan hal yang ghoib/ tidak tampak yakni mampu mengetahui bagaimana psikis seorang anak perindividu sehingga mampu mengelola kelas dengan baik. Ayat 24 menjelaskan bahwa guru itu mampu menciptakan dan mengadakan sesuatu hal yang baru, mampu berkreatif dan inovatif.

