Perkembangan zaman yang semakin modern menjadikan kompleksitas hidup semakin tinggi dan penuh tantangan, begitupun semakin dewasa seseorang, maka biasanya akan semakin sadar akan kerasnya kehidupan. Persoalan hidup silih berganti terkadang menimbulkan perasaan ingin menyerah. Namun, saat berhasil melewatinya, maka kita akan menjadi pribadi yang lebih kuat dari sebelumnya.
Menurut (KBBI online, 2020) Daya juang diartikan sebagai kemampuan individu mencapai dan mempertahankan sesuatu dengan gigih. Kemampuan tersebut sering diterjemahkan suatu kecerdasan dalam mengatasi kesulitan yaitu, Adversity quotient (AQ), maksudnya adalah saat kita dihadapkan pada satu masalah atau kesulitan , kita butuh kecerdasan dalam mengatasinya, begitupun dengan kesuksesan juga ditentukan oleh AQ serta daya juangnya.
Pastinya setiap orang memiliki masalah, namun cara seseorang mengatasi dan menyelesaikan masalahnya berkaitan dengan Adversity quotient (AQ). Kehidupan kita bisa diibaratkan sebagai medan tempur, dimana setiap saat kita dituntut untuk ‘berperang’. Tanpa disadari, dalam menjalani proses kehidupan, kita senantiasa berperang contohnya berperang melawan diri sendiri, ini adalah hal kecil tapi sangat berat.contohnya malas, menunda-nunda, tergesa-gesa.
Dapat kita lihat beberapa waktu lalu di era pandemi sistem belajar online (daring) menduduki rating paling top sejagad, banyak seminar-seminar online, webinar, kegiatan di Zoom dan google classroom yang dilakukan oleh berbagai institusi dengan mengandalkan teknologi jaringan internet. Begitupun dengan guru di tengah masa covid, guru tetap dituntut untuk meraih prestasi yang tinggi. Perlu digaris bawahi bahwa untuk mencapai suatu prestasi belajar yang tinggi tidak mudah. Harus mampu mengatasi banyak kesulitan dan kegagalan-kegagalan yang harus dilewati.
Disinilah Adversity quotient (AQ) sangat dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan dalam hidup karena seseorang yang memiliki AQ yang tinggi bisa sukses meskipun banyak hambatan menghadang mereka tidak mudah menyerah dan tidak membiarkan kesulitan menghancurkan impian maupun cita-citanya.melihat dari sisi positif keadaan ini dan memanfaatkan kesempatan.
Contoh lainnya adalah WFH, pastinya terasa berat menjalani hal yang selama ini tidak biasa kita lakukan, sekarang menjadi bagian keseharian hidup kita, disinilah daya juang dan kecerdasan kita dibutuhkan, menyiasati dengan semaksimal mungkin, belajar terus dan mengembangkan diri, begitupun saat dihadapkan sekolah berangsur-angsur normal, kita merasa berat memulai kebiasaan lama , karena sudah beradaptasi dengan kebiasaan baru,
Sekarang ini, kita dihadapkan kondisi dimana banyak orang memiliki daya juang yang rendah dalam segala aspek kehidupan tak terkecuali dalam dunia pendidikan. Hal tersebut merupakan imbas dari sistem pendidikan kita yang masih sangat terjebak pada sistem penilaian angka-angka (kognitif) dan minus penilaian pengembangan penalaran dan daya kreatifitas.
Kesulitan yang dialami setiap seseorang yang diibaratkan sebagai rintangan yang harus dilalui oleh seorang pendaki dalam menebus kesulitan dengan tiga tipe pengelompokan kepribadian seseorang ada Quitter, Camper dan Climber.
- Tipe kepribadian quitter (tipe menolak)
Mereka yang disebut dengan orang yang mudah menyerah memutuskan untuk berhenti dan memilih berdiam diri sehingga mereka cenderung memiliki perasaan yang mudah sekali putus asa,atau kurang bersemangat.
- Tipe kepribadian kedua adalah camper (tipe menerima tapi kurang daya juang)
Yaitu ibarat orang yang telah berhasil memanjat setengah pendakian di gunung, lalu mereka hidup, merasa nyaman dan berdiam di tempat tersebut selama bertahun tahun. Walaupun mereka memiliki kinerja yang baik, namun tidak mau memanfaatkan banyak kemampuannya sehingga tidak bisa lagi berkembang, mereka yang memilih untuk menghentikan perjalanan atau merasa sudah lebih cukup puas setelah perolehan yang mereka buat dan tidak ingin lagi berusaha.
- Tipe kepribadian ketiga climber (orang tipe pejuang)
Tipe orang yang berani mengambil resiko dan menyelesaikan pekerjaan. Mereka menyukai tantangan dan memiliki semangat hidup yang besar.mereka akan terus berusaha dan bertahan dengan titik yang tersulit sampai mereka mendapatkan keberhasilan dan kesuksesan yang mereka raih dan tetap selalu optimis, tekun dan ulet untuk mendapatkan orientasi masa depan, mereka memiliki tingkat motivasi diri yang tinggi dan selalu berusaha untuk mencapai apa yang terbaik, sangat terbuka terhadap kritik dan tidak gampang menyerah. Mereka biasanya mampu memaksimalkan potensi dalam dirinya. Tipe ini bisa bertahan dalam berbagai situasi sulit.
Allah Swt. menyatakan orang-orang yang beriman akan diuji dengan berbagai cobaan, sehingga akan terbukti apakah mereka benar benar beriman atau tidak, sebagaimana Alquran surah al-Ankabut ayat 2-3: “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi?. Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta”.
Menurut ayat di atas maka siap-siaplah kita di uji, dan di setiap ujian pastinya membutuhkan perjuangan yang tangguh,otak yang cerdas untuk mendapatkan solusinya.

