Dari Abu Muhammad Al-Hasan bin ‘Ali bin Abi Thalib, cucu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kesayangannya radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Aku hafal (sebuah hadits) dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Tinggalkanlah yang meragukanmu lalu ambillah yang tidak meragukanmu.’” (HR. Tirmidzi, An-Nasa’i. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih) [HR. Tirmidzi, no. 2518; An-Nasa’i, no. 5714. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih]
Keragu-raguan adalah musuh utama dari kesuksesan. Seringkali sebagai manusia kita merasa biasa-biasa saja karena tidak berhasil menjelaskan keragu-raguan di dalam pikiran kita. Hidup dalam keraguan adalah hidup dalam kekalahan. Siapapun yang terbiasa hidup dalam keraguan, dia sesungguhnya sedang berlatih untuk menjadi orang yang kalah dengan hidupnya. Bila kita diam dalam keraguan, kita pasti kalah menghadapi realitas kehidupan. Bila kita diam dalam keraguan, kita akan kehilangan kesempatan untuk tumbuh menjadi diri yang sesungguhnya.
Hidup adalah perjalanan yang tidak boleh ditemani oleh energi keraguan, tetapi wajib ditemani oleh energi keyakinan dan optimis. Jadi, selama kita yakin bahwa Allah selalu bersama kita, selama kita yakin bahwa Allah selalu membantu hidup kita, selama kita yakin bahwa Allah selalu melindungi kita. Maka tidak boleh ada setitik keraguan di dalam hati kita terhadap proses hidup dan perjalanan hidup kita. Janganlah kalah dalam keraguan, sebab keraguan pasti mengantar kita untuk kalah dan menjauhkan kita untuk menang.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda :’Barangsiapa yang ridha, maka keridhaan itu untuknya, barangsiapa mengeluh, maka keluhan itu akan menjadi miliknya.’ (HR. at-Tirmidzi)
Berikut adalah 5 alasan yang membuat banyak orang merasa ragu dan cara mengatasinya.
- Ketidakpastian: Hidup adalah penuh dengan ketidakpastian. Manusia seringkali ingin memiliki kontrol penuh atas situasi dan hasil, tetapi realitasnya banyak hal yang di luar kendali kita. Ketidakpastian ini bisa memicu keraguan karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan.
- Kurangnya Pengetahuan: Kurangnya pengetahuan atau pemahaman yang mendalam tentang suatu hal bisa menyebabkan keraguan. Orang cenderung ragu ketika mereka tidak memiliki informasi yang cukup untuk membuat keputusan atau membentuk keyakinan.
- Pengalaman di Masa Lalu: Pengalaman yang pernah dirasakan di masa lalu akan sangat mempengaruhi cara kita memberikan reaksi. Hal ini terutama saat kita mendapatkan pengalaman buruk yang memberikan dampak yang sangat berat dalam kehidupan.
- Pendidikan di Masa Kecil: Pendidikan yang kita dapatkan di masa kecil akan memainkan peranan besar dalam membentuk kebiasaan dan kepribadian. Jika orangtua membiasakan bahwa kita tidak cukup baik akan sesuatu, maka bisa jadi ini sangat berpengaruh terhadap kepercayaan diri.
- Membandingkan Diri dengan Orang Lain: Membandingkan diri dengan orang lain, terutama dalam era media sosial, bisa memicu perasaan keraguan. Ketika seseorang merasa bahwa orang lain memiliki segala sesuatu dengan lebih baik, mereka mungkin meragukan diri sendiri dan pilihan-pilihan hidup mereka.
- Ada Tantangan Baru yang Dihadapi: Jangan pernah berpikir bahwa kita tidak mampu melakukan sesuatu, ambil sebuah kesempatan untuk belajar. Jangan takut menghadapi tantangan baru yang ada di depan mata, hadapi dan belajarlah jika kita tidak mengetahui cara melakukannya.
- Takut Gagal: Rasa takut terhadap kegagalan merupakan alasan selanjutnya yang membuat banyak orang ragu terhadap diri sendiri.
Rasa ragu dalam hati bisa dibilang adalah efek dari bisikan setan. Mereka tak akan berhenti membisikkan keburukan pada benak anak Adam, termasuk perasaan ragu yang menjadi penghalang dari cahaya keyakinan. Sesuatu yang meragukan ibarat zona abu-abu. Menghasilkan suasana redup yang membuat hati gelisah. Keraguan-keraguan yang sering kita hadapi harus diatasi.
Nabi mengajarkan doa yang dapat dibaca saat rasa ragu melanda. Dalam hadis yang diriwayatkan Sayyidah ‘Aisyah disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Siapa yang mendapati rasa was-was hendaknya dia mengucapkan: Aamantu billahi wa bi rasulihi (Aku beriman kepada Allah dan kepada utusan-Nya).’ (HR. Muslim).
Rasulullah pun menambahkan tindakan konkret untuk mengatasi keraguan. Yakni dengan memilih meninggalkan perkara atau situasi yang dirasa tak jelas, beralih menuju titik yang meyakinkan. Secara lebih spesifik, mengatasi rasa ragu saat hendak mengambil tindakan atau memilih sesuatu bisa dilengkapi dengan melakukan shalat istikharah.
Berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu Anda mengatasi rasa ragu di hati:
- Identifikasi Sumber Keraguan: Pertama-tama, coba identifikasi apa yang menyebabkan Anda merasa ragu. Apakah itu terkait keputusan tertentu, hubungan, karir, atau aspek lain dalam hidup Anda? Dengan memahami sumber keraguan, Anda dapat lebih fokus pada mengatasi masalah yang sebenarnya.
- Kumpulkan Informasi: Keraguan sering muncul karena kurangnya informasi atau pemahaman yang tepat tentang suatu situasi. Usahakan untuk mengumpulkan informasi yang relevan dan mencari pemahaman yang lebih baik tentang hal yang membuat Anda ragu.
- Berbicara dengan Orang Percaya: Berbicara dengan teman, keluarga, atau orang yang Anda percayai bisa membantu Anda mendapatkan sudut pandang lain. Terkadang, pandangan orang lain dapat membantu Anda melihat situasi dengan lebih objektif dan mengurangi rasa ragu.
- Mengenali Pengalaman Positif di Masa Lalu: Ingatlah pengalaman positif yang telah Anda alami di masa lalu. Perhatikan bagaimana Anda berhasil mengatasi rasa ragu pada saat-saat sebelumnya. Pengalaman tersebut dapat memberikan inspirasi dan keyakinan bahwa Anda mampu mengatasi rasa ragu lagi.
- Ciptakan Rencana Tindakan: Jika rasa ragu Anda terkait dengan tindakan yang harus diambil, ciptakan rencana tindakan yang jelas. Memiliki rencana yang terstruktur dapat membantu Anda merasa lebih percaya diri dalam menghadapi situasi tersebut.
- Latih Pikiran Positif: Latih pikiran Anda untuk berfokus pada aspek positif dan solusi daripada terus menerus memikirkan kemungkinan buruk. Pikiran positif dapat membantu mengurangi perasaan ragu dan cemas.
- Bermeditasi dan Berdzikir: Meditasi dan dzikir dapat membantu menenangkan pikiran dan meredakan kegelisahan. Luangkan waktu untuk bermeditasi atau berdzikir secara teratur agar dapat merasa lebih tenang dan fokus.
- Bertindak Meskipun Ragu: Terkadang, langkah terbaik adalah melangkah walaupun ada keraguan. Mengambil langkah kecil pertama dalam menghadapi rasa ragu dapat memberikan momentum dan meningkatkan keyakinan diri.
- Belajar dari Pengalaman: Setiap pengalaman, baik yang sukses maupun yang penuh tantangan, bisa menjadi pelajaran berharga. Cobalah untuk melihat rasa ragu sebagai peluang untuk belajar dan tumbuh.
- Berserah kepada Yang Maha Kuasa: Apabila Anda memiliki keyakinan agama, berdoa dan berserah diri kepada Tuhan adalah langkah penting. Percayalah bahwa Tuhan memiliki rencana yang lebih baik untuk Anda dan Dia akan memberikan bimbingan.
Mengatasi rasa ragu adalah proses yang memerlukan kesabaran dan tekad. Cobalah untuk melihat rasa ragu sebagai kesempatan untuk mengembangkan diri dan memperkuat kepercayaan diri Anda. Jika rasa ragu terus mengganggu, pertimbangkan untuk mencari dukungan dari teman, keluarga, atau profesional yang dapat membantu Anda mengatasi perasaan tersebut.
“Keraguan membunuh lebih banyak mimpi daripada kegagalan.” – Suzy Kassem
Daftar Pustaka:
- Rumaysho.com. 24 Agustus 2018. Hadits Arbain #11: Tinggalkanlah yang Meragukanmu. Diakses pada 15 Agustus 2023 dari https://rumaysho.com/18479-hadits-arbain-11-tinggalkanlah-yang-meragukanmu.html
- Wagroupcollect.com. 17 Juli 2023. Keraguan Menjadi Musuh Terbesar Dalam Meraih Mimpi. Diakses pada 15 Agustus 2023 dari https://wagroupcollect.com/keraguan-adalah-musuh-terbesar-dalam-mimpi/
- Koinworks.com. 20 Juni 2019. 5 Alasan yang Membuat Seseorang Ragu Terhadap Diri Sendiri dan Cara Mengatasinya. Diakses pada 15 Agustus 2023 dari https://koinworks.com/blog/ragu-terhadap-diri-sendiri/
- Islamramah.co. 17 Maret 2022. Kiat Mengatasi Rasa Ragu dalam Hati. Diakses pada 15 Agustus 2023 dari https://www.islamramah.co/2022/03/8437/mengatasi-rasa-ragu-dalam-hati.html

