Suka mengadukan kesulitan-kesulitan hidup kepada sesama manusia bisa sama artinya dengan tidak rela dengan apa yang sedang dikehendaki Allah subhânahu wata‘âlâ pada diri seorang hamba. Mengeluh dan meratapi nasib yang diderita sama artinya dengan merasa tidak puas akan pemberian Allah subhânahu wata‘âlâ.
Uraian di atas sejalan dengan apa yang pernah dikatakan oleh Imam Al-Junaid sebagaimana termaktub dalam kitab Riyadhu Akhlaqis Shalihin, karangan Syekh Ahmad bin Muhammad Abdillah, halaman 32, sebagai berikut:
مَنْ أَصْبَحَ وَهُوَ يَشْكُو ضَيْقَ الْمَعَاشِ فَكَاَنَّمَا يَشْكُو رَبَّهُ وَمَنْ أَصْبَحَ لِأُمُوْرِ الدُّنْيَا حَزِيْنًا فَقَدْ أَصْبَحَ سَاخَطًا عَلىَ اللهِ
Artinya: “Barangsiapa suka mengadukan kesulitannya kepada sesama manusia, maka seolah-olah ia mengadukan Tuhannya (kepada mamusia tersebut). Dan barangsiapa merasa sedih dengan kondisi duniawinya, maka dia menjadi orang yang membenci Allah.”
Bisa saja kita berpikir merasa tidak puas dengan kondisi yang ada adalah manusiawi, tetapi sebenarnya jauh lebih baik dan islami apabila keluhan-keluhan itu secara langsung disampaikan kepada Allh subhânahu wata‘âlâ melalui doa-doa yang kita panjatkan kepada-Nya. Itulah yang disebut munajah, yakni mengadukan persoalan-persoalan hidup kepada Allah sekaligus memohon pertolongan dan belas kasih-Nya.
Salah satu waktu terbaik untuk bermunajat adalah pada saat seorang hamba melaksanakan shalat tahajud dalam doa-doa yang dibacanya di tengah malam, di saat mana semua orang lelap tidur. Di saat seperti itu barang kali tidak ada orang mendengar atau melihat ketika seorang hamba bermunajat kepada Allah dengan isak tangis dan air mata yang berderai.
Lalu pertanyaannya, apakah memang tidak boleh melakukan curhat kepada sesama manusia, seperti seorang kawan kepada kawan lainnya, atau seorang istri kepada suami atau sebaliknya? Tentu saja boleh sepanjang curhat itu tidak bermakna “ngrasani” atau menggunjing Allah subhânahu wata‘âlâ. Curhat kepada sesama manusia boleh dilakukan selama masih dalam koridor diskusi atau meminta nasihat untuk mendapatkan cara-cara terbaik untuk keluar dari kesulitan-kesulitan yang dihadapi sebab memang ada kewajiban untuk saling tolong menolong dan nasihat menasihati diantara sesama manusia. Artinya setiap musim memiliki hak untuk mendapatkan nasihat tentang alternatif solusi dari kesulitan-keulitan yang ada.
Apabila kita ditimpa berbagai kesulitan dan cobaan, kenapa kita lebih suka mengeluh dan curhat kepada orang lain.
Padahal bisa jadi, mereka lebih sulit daripada kita! Yang pasti, mereka seringkali tidak bisa banyak membantu utk melepaskan kesulitan yang mendera. Karena hanya Allâh semata yang dapat menguraikan kesulitan, mengangkat segala musibah dan memudahkan segala urusan… Saat Anda mengeluh kepada manusia tentang problem yang anda hadapi, seringkali mereka akan mengatakan:
“Semoga Allah memudahkan urusanmu”
“Semoga Allah menolongmu”
Kalau begitu, kenapa Anda tidak langsung saja mengeluh kepada Allâh, bersimpuh di hadapan-Nya, merendahkan diri dan mencurahkan segala kefakiran dan kelemahan Anda… Kenapa Anda tidak langsung memohon kepada-Nya agar Ia melepaskan segala kesulitan yang menimpa. Bukankah Dia (Allah) yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan menghilangkan kesusahan [QS An-Naml : 62] Kalau kita mendapatkan ujian atau cobaan kita harus banyak-banyak bersabar. Karena cobaan atau ujian kadang dapat meninggikan derajat seorang muslim disisi Allah dan tanda bahwa Allah semakin menyayangi kita. Dan semakin tinggi kualitas imannya, semakin berat pula ujian atau cobaannya. Jangan membenci apa yang menjadi pilihan Allah, karena dalam musibah ada pahala, dalam sakit ada pahala, dalam lemah ada pahala dan dalam sabar ada pahala. Jalan satu-satunya kita harus bersabar, karena sabar merupakan tanda keimanan kita kepada Allah SWT.
“Bekerjalah hingga impianmu tercapai, kuncinya step by step. Tetap berjuang dan berdoa, jangan pernah mengeluh.”
“Bersyukur dan jangan mengeluh dengan apa yang kamu dapatkan hari ini karena bisa jadi itu adalah satu di antara doa yang pernah kamu ucapkan, dan ingat, ucapan adalah doa.”
“Sebuah usaha tidak akan mengkhianati hasil. Jangan pernah mengeluh untuk mencapai cita-citamu dengan baik.”

