Salah satu agenda rutin SMPIT Al Haraki adalah Briefing Guru yang diadakan dua kali dalam sepekan. Program ini bertujuan tidak hanya menjadi sarana dalam penyampaian informasi dan koordinasi mengenai program sekolah, namun juga menjadi sarana dalam membagi ilmu agama melalui salah satu agendanya, yaitu tausiyah. Pada tausiyah kali ini, tema yang diangkat sangat lah berkaitan dengan ibadah yang sedang kita jalani di bulan Ramadhan ini, yaitu mengenai puasa dan bagaimana agar puasa yang kita jalankan tidak sia-sia. Tausiyah ini disampaikan oleh Ibu Siti Rohmah, S. Pd, guru SMPIT Al Haraki, pada kesempatan Briefing 23 April 2021. Adapun kutipan tausiyah yang disampaikan adalah sebagai berikut:
Ramadhan adalah bulan penuh berkah dimana setiap amalan yang kita lakukan akan bernilai pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT. Dengan melakukan shaum dari terbitnya matahari hingga tenggelamnya matahari, tak lain dan tak bukan adalah untuk mencari keridha-an Allah SWT. Namun, ternyata ada hal-hal yang mungkin tanpa kita sadari dapat membuat shaum yang kita lakukan tidak memiliki nilai apapun kecuali hanya mendapatkan haus dan saja seperti dalam Hadist berikut:
Hendaknya kita mengetahui apa saja yang dapat membuat shaum kita tidak berarti apapun di mata Allah SWT. Adapun Hal-hal tersebut adalah sebagai berikut:
- Tidak Ikhlas. Sesungguhnya Allah menilai segala sesuatu dan sekecil apapun yang kita kerjakan dimulai dari niat yang kita miliki. Saat kita melakukan shaum dan niatnya bukan untuk mendapatkan keridha-an dari Allah SWT, maka saat itulah shaum yang kita kerjakan tidaklah memiliki pahala apapun.
- Dusta, Fitnah dan Adu Domba. Orang yang berkata dusta serta memfitnah dan mengadu domba orang lain dapat membuat shaum yang dimilikinya sia-sia dikerjakan. Seperti Hadist Rasulullah berikut, “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan palsu dan pengamalannya, maka Allah tidak mempunyai keperluan untuk meninggalkan makanan dan minumannya” (HR. Bukhari)
- Marah, Berkata Kasar dan Berkelahi. Sesungguhnya shaum dilakukan tidak hanya dengan menahan haus dan lapar, namun juga dengan menahan diri dari emosi dan syahwat. Bagaimana jika sesorang marah, berkata kasar bahkan berkelahi saat mereka shaum. Tentunya shaum yang mereka lakukan sia-sia saja. Apalagi seperti kasus-kasus yang belakangan banyak terjadi sebab dari kecanggihan teknologi saat ini yang membuat komunikasi semakin lebih mudah. Jangan lah sampai membuat jari-jari kita menyulut emosi seseorang dengan perkataan dusta atau kasar kita di media sosial yang akhirnya memicu konflik yang dapat membuat Ramadhan kita menjadi hal yang mubajir. Naudzubillah.
- Ghibah. Perbuatan yang kadang tidak kita sadari saat berbincang-bincang dengan orang lain, yaitu Ghibah atau sering disebut gosip. Membicarakan keburukan orang lain meski hal itu memang benar terjadi tentunya bukanlah hal yang baik. Ghibah merupakan salah satu dosa besar dan kebanyakan dilakukan oleh para kaum akhwat yang tidak dapat menjaga lisannya.
- Berbuat Maksiat. Dengan menjaga syakhwat kita dengan menutup pendengaran dan penglihatan untuk sesuatu yang bukan seharusnya kita lihat atau dengar, insya Allah kita akan terhindar dari perbuatan maksiat yang dapat merugikan diri kita.
Untuk menjaga shaum yang kita lakukan agar tetap bermanfaat, kita dapata melakukan hal-hal berikut:
- Luruskan niat hanya karena Allah.
- Menjaga lisan kita. Dengan menjaga lisan kita, insya Allah kita dapat terhindar dari ucapan dusta, fitnah, adu domba, dan ghibah.
- Menjaga Penglihatan dan Pendengaran.
- Isi dengan Amalan yang baik. Misalnya: bersedekah, tilawah, memberi makan orang yang sedang berpuasa, dll.
Sesungguhnya Ibadah shaum adalah ibadah yang sifatnya pribadi dan Allah lah yang langsung menilainya dan tak ada orang lain atau makhluk lain pun tahu apakah shaum nya seseorang diterima atau tidak. Seperti diriwayatkan dalam Hadist berikut:
Semoga apa yang telah kita kerjakan di Bulan Ramadhan ini menjadi berkah dan menguatkan ketakwaan dan keimanan kita kepada Allah dan Rasul-Nya serta amalan yang kita kerjakan diterima di sisi Allah SWT. Aamiin aamiin Yaa Robbal Alamiin.





