Salah satu akhlak mulia dalam Islam adalah hidup sederhana dan tidak berlebihan. Anjuran
hidup sederhana ini merupakan teladan dari Rasulullah SAW dan salafus shalih (orang-orang
saleh terdahulu). Sederhana adalah kebiasaan seseorang untuk berperilaku sesuai kebutuhan dan kemampuannya. Sederhana dapat pula berarti tidak berlebihan dan tidak mengandung unsur berlebihan. Hidup sederhana atau minimalis, mengajarkan kepada kita untuk selalu merasa cukup dengan hal apapun yang dimiliki. Konsep hidup sederhana adalah perilaku yang disesuaikan dengan kondisi sesungguhnya. Perilaku atau gaya hidup minimalis ini lebih mementingkan pemenuhan kebutuhan utama seperti makanan yang bergizi, tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan.
Di masa kenabian, seorang sahabat yang dijanjikan masuk surga, Abdurrahman bin Auf adalah salah satu dari orang-orang terkaya di tanah Arab yang hidup sederhana. Ia rela hijrah meninggalkan kekayaannya hanya dengan baju yang melekat di badan. Selain itu, apabila ia berkumpul bersama para pekerjanya, orang yang tidak mengenal Abdurrahman bin Auf akan mengira bahwa ia merupakan bagian dari golongan pekerja tersebut. Berdasarkan ilustrasi di atas, kesederhanaan merupakan sikap memandang suatu hal secara wajar, tidak berlebih-lebihan, serta sesuai dengan tempat dan fungsinya.
Kesederhanaan hidup ini diteladankan Rasulullah SAW sebagaimana tergambar dalam hadis riwayat Malik bin Dinar RA, ia berkata: “Rasulullah SAW tidak pernah merasakan kenyang karena makan roti atau kenyang karena makan daging, kecuali jika sedang menjamu tamu [maka beliau makan sampai kenyang],” (H.R. Tirmidzi).
Di antara dalil-dalil dalam Al-Quran tentang anjuran hidup sederhana, salah satunya tercantum pada Al-Isra ayat 37.
“Dan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung,” (QS. Al-Isra [17]: 37).
Dengan menerapkan konsep hidup sederhana ternyata memberikan banyak manfaat.
- Meningkatkan rasa syukur.
Pola hidup minimalis ternyata bisa membuat seseorang lebih bersyukur atas segala hal yang dimilikinya. Kita akan selalu merasa cukup dan tidak lagi memikirkan pencapaian orang lain. Dengan demikian, kita bisa hidup lebih tenang dan damai. - Melatih mengatur keuangan dengan baik.
Ketika seseorang hidup sederhana, sebenarnya ia sedang melatih dirinya untuk mengatur keuangan dengan baik. Hal ini terbukti dengan sikap selektif dalam membeli barang. Mereka yang menerapkan hidup minimalis, umumnya hanya akan membeli barang-barang yang penting saja. Dengan demikian, mereka akan lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang yang dimiliki. - Meningkatkan rasa tanggung jawab.
Sebagaimana dijelaskan di poin sebelumnya, bahwa seseorang yang hidup dengan sederhana biasanya lebih selektif dalam membeli barang. Mereka hanya akan membeli barang yang penting saja. Hal tersebut ternyata secara tidak langsung bisa melatih seseorang menjadi lebih bertanggung jawab. Seseorang yang selektif dalam membeli barang, maka akan menghargai barang tersebut. Ia akan menjaga dengan penuh tanggung jawab barang yang dimilikinya. - Membuat seseorang lebih mengenal diri sendiri.
Kondisi ini bisa terjadi karena seseorang dengan kehidupan sederhana memiliki distraksi lebih sedikit. Distraksi yang dimaksudnya misalnya aktivitas media sosial, nonton film, hingga melihat produk-produk di e-commerce. Saat seseorang tidak banyak terdistraksi, maka ia memiliki ruang lebih untuk mengenali dirinya sendiri. mereka juga menjadi lebih menghargai dirinya. Kondisi ini sangat baik untuk memelihara kesehatan mental.
Lantas apakah dengan memiliki prinsip hidup sederhana, pola pikir kita akan
sederhana juga? Tentu tidak.
Berpikir adalah salah satu kemampuan utama yang membedakan manusia dari makhluk lain lainnya. Namun, tidak semua pikiran diciptakan sama. Beberapa orang mampu menghasilkan pikiran yang luar biasa, mengilhami perubahan besar dalam dunia, sementara yang lain terjebak dalam pola pikir rutin dan terbatas. Berpikir luar biasa adalah seni dan ilmu yang dapat dikuasai oleh siapa saja yang bersedia belajar dan melatih pikiran mereka.
Apa Itu Berpikir Luar Biasa?
Berpikir luar biasa adalah kemampuan untuk melampaui batasan pikiran konvensional, melihat masalah dan peluang dari berbagai sudut pandang, serta menghasilkan solusi kreatif dan inovatif. Ini melibatkan kemampuan untuk berimajinasi, berpikir kritis, dan berani mengambil risiko. Berpikir luar biasa juga mencakup memiliki mentalitas terbuka terhadap perubahan dan pertumbuhan.
Karakteristik Berpikir Luar Biasa: - Kreativitas yang Tak Terbatas
Orang yang berpikir luar biasa memiliki kemampuan untuk berpikir di luar kotak dan menciptakan solusi yang belum pernah terpikir sebelumnya dan tidak takut untuk bereksperimen dengan gagasan baru dan melibatkan imajinasi mereka secara aktif. - Berani Mengambil Risiko
Berpikir luar biasa memerlukan keberanian untuk mengambil risiko dan menghadapi ketidakpastian. Orang-orang ini yakin bahwa kemungkinan berhasil jauh lebih besar daripada kemungkinan gagal, dan mereka siap untuk mengambil langkah-langkah besar untuk mencapai tujuan mereka. - Keterbukaan terhadap Belajar
Orang yang berpikir luar biasa selalu berusaha untuk memperluas pengetahuan mereka. Mereka gemar belajar dari pengalaman, berinteraksi dengan orang-orang berbagai latar belakang, dan terus mengembangkan diri mereka. - Berpikir Jauh ke Depan
Berpikir luar biasa melibatkan melihat gambaran besar dan memahami bagaimana tindakan saat ini dapat mempengaruhi masa depan. Ini memungkinkan mereka membuat keputusan yang cerdas dan strategis untuk mencapai tujuan jangka panjang. - Berempati dan Peka
Orang yang berpikir luar biasa cenderung memiliki pemahaman yang dalam tentang perasaan dan pandangan orang lain. Mereka mampu berempati dan mempertimbangkan sudut pandang orang lain dalam proses pengambilan keputusan.
Cara Mengembangkan Kemampuan Berpikir Luar Biasa: - Latihan Imajinasi
Dedikasikan waktu setiap hari untuk merangsang imajinasi kita. Baca buku, tonton film, atau dengarkan musik yang menantang pemikiran. Berlatih menggambar atau menulis cerita juga bisa membantu merangsang kreativitas. - Berpikir Kritis
Latih kemampuan berpikir kritis dengan mengevaluasi informasi secara objektif. Tanyakan pertanyaan kritis tentang masalah atau ide yang kita hadapi. Ini akan membantu kita melihat sudut pandang yang berbeda dan menghindari pemikiran permukaan. - Belajar dari Kegagalan
Jangan takut untuk gagal. Kegagalan adalah peluang untuk belajar dan berkembang. Tetaplah terbuka terhadap pelajaran dari pengalaman yang tidak berhasil dan gunakan wawasan tersebut untuk melakukan perbaikan di masa depan. - Berinteraksi dengan Beragam Orang
Terlibatlah dalam percakapan dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda. Pemahaman tentang pandangan dunia yang beragam akan membantu kita melihat masalah dengan sudut pandang yang lebih luas. - Rutinitas Kreatif
Buatlah rutinitas harian yang merangsang kreativitas kita. Ini bisa termasuk menulis di jurnal, mencoba hobi baru, atau melakukan latihan kreatif lainnya yang membuat pikiran kita tetap segar.
“Kejeniusan sejati terletak dalam kemampuan untuk merangkul kesederhanaan dan berpikir luar biasa dalam satu kesatuan.” – Albert Einstein
“Hidup sederhana adalah pilar yang kokoh untuk berpikir luar biasa.” – Bryant McGill
Referensi:
Hadi, Abdul. “Ayat-ayat Al Quran Tentang Hidup Sederhana & Anjurannya dalam Islam”.
https://tirto.id/ayat-ayat-al-quran-tentang-hidup-sederhana-anjurannya-dalam-islam-gpnm.
Diakses pada 31 Agustus 2023.
Rodani, Agus. Hidup Sederhana menurut Perspektif Buya Hamka.
https://www.djkn.kemenkeu.go.id/artikel/baca/15918/Hidup-Sederhana-Menurut-Perpektif-B
uya-Hamka.html. Diakses pada 31 Agustus 2023

