Kebiasaan nomor 7 dalam buku The 7 Habits of Highly Effective People (Tujuh Kebiasaan Orang-orang yang sangat Efektif) karangan Stephen Covey adalah mengasah gergaji.
Stephen Covey menggunakan analogi seorang penebang pohon yang menggergaji kayu selama beberapa hari secara terus-menerus dan menjadi kurang produktif. Proses memotong yang tanpa henti-hentinya membuat mata gergajinya menjadi semakin tumpul. Gergaji yang tumpul tidaklah efektif dan produktivitasnya kalah dibandingkan ketika gergajinya masih tajam. Maka dari itu, sang penebang kayu mesti mengasah gergaji.
Dalam prakteknya, banyak orang yang salah dalam memahami analogi ini. Mereka mengartikannya bahwa kita jangan bekerja terlalu keras kalau tidak mau produktivitas kita menurun. Bahkan, pada umumnya orang dinasehati untuk mengambil istirahat, bahkan pergi berlibur. Memang ada benarnya. Namun, ini bukanlah arti dari istilah mengasah gergaji. Jika beristirahat diartikan dengan meletakkan gergajinya, maka ketika menaruh gergaji yang sudah tumpul untuk beberapa waktu, gergaji itu tetaplah tumpul saat digunakan kembali.
Beristirahat tidak membuat seseorang menjadi lebih produktif, gergajinya tetap tumpul karena tidak diasah. Orang yang efektif dan ingin tetap produktif harus menajamkan mata gergajinya secara berkala. Mengasah gergaji sebenarnya adalah sebuah pekerjaan juga, yaitu mengasah. Pikirkanlah bagaimana caranya untuk menajamkan gergaji kehidupan.
Memang untuk memotong kayu tidak hanya soal menggergaji dan mengasah gergajinya. Waktu istirahat juga perlu, tapi itu bukanlah arti dari istilah mengasah gergaji. Sang penebang pohon bisa menjadi lebih produktif dengan mengasah gergaji, mempelajari teknik menggergaji, berlatih agar lebih kuat, dan belajar bersama pemotong kayu lainnya. Atau meminta orang lain untuk mengasah gergaji.
Lupa untuk mengasah gergaji dapat memberikan perasaan kelelahan. Jika kita hanya menggergaji dan menyelinginya dengan istirahat, produktivitas tetap akan menurun. Kita tetap bekerja keras, namun tidak akan seproduktif dengan yang diperkirakan dengan keadaan gergaji yang sudah mulai tumpul. Jika kita mengasah gergajinya dengan rutin, kita dapat bekerja secara produktif tanpa merasa kelelahan (karena jika menggunakan gergaji yang tumpul kita dapat merasa sangat kelelahan dalam memotong, gergaji menjadi tidak efektif). Maka dari itu, adalah penting untuk tidak lupa mengasah gergaji.
Beristirahat dari pekerjaan sehari-dua hari memang bisa membantu, sedikit. Akan tetapi, mengikuti seminar, membaca buku yang inspiratif, atau berdiskusi aktif dengan seorang motivator mampu memberikan keuntungan yang lebih besar. Pada umumnya, orang-orang akan tampak sangat termotivasi selama beberapa minggu setelah mengikuti seminar motivasi. Seminar memang bukan sarana untuk beristirahat yang pasif, itu adalah sebuah kegiatan yang aktif, tapi bisa memberikan peningkatan energi dan motivasi.
Sebagai pendidik, guru sangat perlu untuk selalu mengasah gergaji, karena ilmu dan pengetahuan merupakan alat untuk bertempur di medan kelas dan perkembangan keduanya begitu pesat. Apabila seorang guru hanya terpaku pada satu buku, sumber yang sudah lebih dari 10 tahun yang lalu, sudah dipastikan akan tertinggal informasi dan pengetahuan.
Mengasah gergaji bagi guru dan pendidik tidak hanya dengan menambah sumber materi pembelajaran melainkan dengan mengembangkan diri, mempelajari keahlian baru, membaca, belajar bahkan mengikuti berbagai seminar agar dapat mengaktualisasi ilmu pengetahuan yang dimiliknya.
Mengasah gergaji yang adalah kebiasaan ketujuh, pada dasarnya mengekspresikan dan memperbarui keempat dimensi dari fisik, mental, spiritual, dan emosional/sosial secara teratur dan konsisten dengan cara yang bijaksana dan seimbang. Untuk melakukan ini, seseorang harus menjadi proaktif. Kegiatan ini merupakan aktivitas di Kuadran II dan III seperti yang telah dibahas di kebiasaan ke tiga. Ini adalah investasi tunggal yang paling kuat yang dapat dilakukan untuk diri sendiri. Hanya diri sendirilah yang dapat membuat lebih efektif, oleh karena itu setiap individu perlu mengenali pentingnya meluangkan waktu untuk mengasah gergaji secara rutin.
Pembaruan yang seimbang adalah yang bersinergi secara optimal. Hal yang dilakukan dalam memperbarui satu dimensi dapat berdampak kepada dimensi lainnya. Contohnya, kesehatan fisik akan mempengaruhi kesehatan mental dan kesehatan spiritual memengaruhi kekuatan sosial/emosional. Di dimensi apapun, seseorang dapat meningkatkan kemampuan diri untuk menjalani setidaknya satu dari tujuh kebiasaan. Walaupun kebiasaan tersebut berurutan, perbaikan pada satu kebiasaan secara sinergi akan meningkatkan kemampuan Anda untuk menjalankan sisanya.
Berikut adalah langkah – langkah yang dapat dikuti untuk mengasah gergaji:
- Buatlah daftar kegiatan yang dapat membantu kita dapat menjaga kondisi fisik tetap bugar, cocok dengan gaya hidup, dan dapat dinikmati dari waktu ke waktu.
- Pilih kegiatan dan tulis hal tersebut sebagai target pribadi untuk sepekan ke depan. Pada akhir pekan, kita dapat mengevaluasi pekerjaan. Jika tidak mencapai target, mungkin kita dapat menempatkannya di bawah nilai-nilai yang tinggi atau lebih mendisiplinkan diri.
- Buatlah daftar yang mirip di kegiatan pembaruan dimensi spiritual dan mental. Di area sosial/emosional, tuliskan hubungan yang ingin ditingkatkan atau situasi tertentu. Pilih satu hal tiap area untuk tuliskan sebagai sasaran pada minggu itu. Laksanakan lalu evaluasi.
- Memiliki komitmen tinggi untuk menulis kegiatan mengasah gergaji di keempat dimensi setiap minggu, lalu dilaksanakan dan di evaluasi setiap kinerja kita.
Referensi:

