Put First Things First adalah salah satu dari tujuh kebiasaan yang dijelaskan oleh Stephen R Covey dalam bukunya berjudul 7 Habits of Highly Effective People, tepatnya pada Habit ke-3. Konsep ini menekankan pentingnya memprioritaskan aktivitas kita berdasarkan urgensi dan kepentingannya. Dalam Islam, ini disebut dengan tartibul aulawiyat – menyusun prioritas hidup.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Mu’minun ayat 1-2:
“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya.”
Apa yang Allah sebut pertama dalam ciri orang beruntung?
Salat yang khusyuk. Ini menunjukkan dalam hidup ini ada hal yang lebih penting dari sekadar sibuk — yaitu berkualitas dan mendahulukan yang benar.
Bayangkan hidup kita seperti sebuah kapal. Jika kita tidak menentukan arah tujuan, kapal tersebut akan terombang-ambing oleh gelombang. Dengan menerapkan Put First Things First, kita akan menjadi nahkoda yang menentukan kemana kapal akan berlabuh.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali sibuk dengan berbagai aktivitas. Namun, apakah semua aktivitas tersebut benar-benar penting? Dengan memahami dan menerapkan konsep ini, kita dapat memfokuskan energi dan waktu kita pada hal-hal yang benar-benar penting dan memberikan dampak positif pada kehidupan kita.
4 Kuadran Manajemen Waktu dalam Konsep Put First Thing First
- Kuadran I: Important and Urgent .
Di sinilah kita merasakan momen-momen adanya tekanan waktu, ketegangan, dan kebutuhan untuk segera menyelesaikan sesuatu. Contoh; (Saya harus membuat RPP sekarang, karena hari ini ada jadwal supervisi).
Banyak orang sering terjebak dalam kuadran ini karena kurangnya perencanaan atau sering menunda-nunda. Akibatnya, kita merasa terus-menerus dalam keadaan krisis dan stres.
Meskipun tugas-tugas dalam kuadran ini memang perlu ditangani dengan segera, penting untuk diingat bahwa seringkali krisis ini bisa dicegah dengan perencanaan yang lebih baik dan pengambilan tindakan proaktif dan preventif.
- Kuadran II: Important and Not Urgent
Aktivitas-aktivitas yang mempengaruhi keberhasilan jangka panjang. Hal-hal dalam kuadran 2 adalah area yang seringkali diabaikan oleh banyak orang, namun sebenarnya merupakan kunci keberhasilan jangka panjang. Aktivitas dalam kuadran ini berkaitan dengan perencanaan kegiatan-kegiatan yang produktif, refleksi diri, pembelajaran, dan pengembangan diri. Contoh ; (Setiap hari saya akan belajar 10 kosakata bahasa inggris, agar tahun depan bisa ikut jalan jalan ke Jepang)
Merencanakan tujuan jangka panjang, belajar keterampilan baru, atau membangun hubungan yang lebih mendalam dengan keluarga atau teman. Karena aktivitas-aktivitas ini tidak mendesak, mudah bagi kita untuk menundanya dengan alasan kesibukan sehari-hari. Namun, dengan menginvestasikan waktu pada kuadran ini, kita dapat mencegah banyak situasi krisis yang muncul di Kuadran I.
- Kuadran III: Not Important and Urgent
Aktivitas-aktivitas ini seringkali mengalihkan perhatian kita dari tugas-tugas yang sebenarnya lebih penting. Contoh ; (Berkali-kali ada panggilan telefon masuk, kita tahu itu adalah penipuan atau asuransi bodong tapi kita sengaja angkat), (meeting yang tidak menghasilkan apa-apa. atau tugas-tugas mendadak yang sebenarnya bisa kita delegasikan kepada orang lain.)
Meskipun mungkin terasa bahwa kita harus merespons segera karena sifat mendesaknya, seringkali lebih baik untuk mengevaluasi seberapa penting aktivitas tersebut sebelum memutuskan untuk mengalokasikan waktu dan energi kita.
- Kuadran IV: Not Important and Not Urgent
Ini adalah zona di mana kita sering kali menghabiskan waktu tanpa sadar, yang pada akhirnya tidak memberikan manfaat apa-apa pada kehidupan kita dan terkesan merugikan.
Contoh ; (Bermain media sosial tanpa batas, menonton film berjam-jam tanpa henti, atau bahkan mengobrol lama-lama tentang topik yang tidak penting).
Meskipun sesekali bersantai dan melakukan aktivitas yang menghibur adalah hal yang baik, namun jika dilakukan berlebihan dan tanpa kesadaran maka dapat menghambat kita untuk menggapai tujuan yang lebih besar. Penting untuk sadar jikalau tanpa sengaja kita melakukan hal-hal yang berada dalam Kuadran 4 dan secara aktif memutuskan untuk mengalokasikan waktu kita dengan lebih bijaksana.
Mari kita belajar menjadi seseorang yang tidak hanya sibuk, tapi berkualitas, bernilai dan berdampak besar dalam jangka panjang. Buatlah perencanaan yang matang, karena suksesnya tujuan hidup berawal dari matangnya perencanaan.
Sumber:
Lead 6 Student Jurnal the seven habits – Highly Effective Teens
https://chatgpt.com/c/6891cc84-7db8-8326-a03c-643aa89f1910
https://duaperspektif.com/put-first-things-first/

