Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momen berpuasa bagi umat Muslim, tetapi juga menjadi waktu di mana budaya dan tradisi tumbuh dan berkembang. Salah satu fenomena menarik pada bulan Ramadan tahun ini menurutku adalah war takjil yang dilakukan Nonis saat bulan Ramadan. Hal tersebut membuat Ramadan kali ini terasa lebih berwarna bukan hanya bagi umat muslim tapi antar umat beragama. War takjil ini juga mendapat respon positif dari berbagai macam kalangan, agama, dan lapisan masyarakat.
Takjil sendiri merupakan tradisi yang tidak bisa dihilangkan dari pesona bulan Ramadan dan menjadi hal wajib bagi umat muslim yang berpuasa. Saya termasuk salah satu dari umat muslim tersebut, menurut saya berburu takjil adalah hal yang menyenangkan. Ramadan kali ini sangat berwarna, momentum berburu takjil bukan hanya dilakukan oleh umat muslim yang sedang berpuasa tetapi masyarakat Non islam juga ikut berburu takjil. Fenomena tersebut semakin viral di sosial media yaitu war takjil antara Nonis dan umat Muslim.
Saat saya melihat beberapa konten di tiktok banyak sekali komentar yang menggelitik tentang war takjil umat Nonis ini, “Agama kita toleran. Tapi soal takjil, kita duluan. Jam 3 mereka masih lemas, kita sudah stand by. Tapi teman-teman saya, sudah bilang begini: Oke sekarang kalian boleh bilang. Tapi nanti Paskah kami balas dendam. Nanti pas paskah, telur-telur kami borong semuanya,” katanya. Benar saja, tanpa saya sadari beberapa kali mampir untuk berburu takjil, yang saya temukan hanya sisa-sisa takjil saja seperti gorengan yang sudah lemas, minuman yang hanya tersisa beberapa varian, dan kondisi lontong yang tidak lagi menggugah selera. Keluhan umat muslim ini yang membuat banyak konten yang bermunculan di tiktok. Hanya untuk lucu-lucuan konten ini malah membuat Ramadan kali ini sangat berwarna, menurut saya ini bukan hanya sekadar konten War takjil tapi ini adalah toleransi yang sangat indah.
Fenomena war takjil ini bukan ajang senggol-senggolan antar umat agama dan bukan berarti saling terpecah belah, akan tetapi menjadi sebuah lelucon untuk lebih saling memahami. Viralnya konten war takjil yang dilakukan Nonis ini menyadarkan saya bahwa Ramadan adalah bulan yang sangat indah, penuh kebersamaan, dan toleransi yang tinggi untuk semua umat tanpa terkecuali. Terkadang hal seperti inilah yang dirindukan saat bulan Ramadan, bahwa sesungguhnya Ramadan bukan hanya milik orang muslim tapi semua agama bisa merasakan kedamaiannya. Semoga dengan adanya fenomena war takjil antara Nonis dan muslim ini semakin mendekatkan kita dengan rasa toleransi antar agama.

