“Bukan Takut Bicara, Hanya Perlu Waktu: Pendekatan Guru yang Penuh Empati” Artikel oleh Natasya Anjalina, S. Pd.

Artikel oleh Natasya Anjalina, S. Pd.

Anak yang pendiam atau lebih memilih diam di kelas seringkali disalahartikan sebagai kurang berani atau tidak tertarik. Padahal, banyak yang hanya butuh waktu, ruang, dan strategi empatik dari guru agar mereka nyaman mengekspresikan diri. Artikel ini bertujuan menghadirkan pendekatan berbasis bukti untuk membantu guru merangkul anak seperti ini dengan penuh kebijaksanaan dan penghargaan.

  1. Bangun Hubungan yang Dekat dan Aman 

Penelitian menunjukkan bahwa kedekatan antara guru dan anak dapat menjadi pelindung penting terhadap kecemasan dan penarikan diri di sekolah. Anak yang memiliki hubungan hangat dan terbuka dengan guru menunjukkan penyesuaian sosial dan emosional yang lebih baik (Coplan, R., dkk, 2011). Anak yang cenderung diam di kelas akan lebih cepat berkembang secara sosial maupun emosional jika memiliki hubungan akrab, penuh rasa aman, dan didukung oleh gurunya.

  1. Ciptakan “Tempat Aman” dalam Ruang Kelas

Guru menilai bahwa penataan lingkungan belajar yang ramah seperti menempatkan anak pada posisi duduk yang mendukung kenyamanan, baik di dekat teman yang memberi dukungan maupun di bagian kelas yang terasa aman dapat meningkatkan keterlibatan anak secara signifikan. Bahkan, sebagian besar guru (sekitar 92%) melaporkan sering menggunakan strategi ini dan menilainya efektif. Sebaliknya, jika anak dibiarkan pasif dalam diskusi atau terus menghindari aktivitas bersama, hal tersebut dipandang kurang bermanfaat karena justru berpotensi memperkuat kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial (Nyborg, G. dkk, 2022). 

  1. Pendekatan Bertahap (Scaffolding Exposure)

Mengajak siswa untuk terlibat secara bertahap, dimulai dari kegiatan kecil, lalu perlahan ditingkatkan serta mendampingi mereka dengan pujian dan dorongan, terbukti efektif dalam meningkatkan rasa percaya diri. Strategi ini dikenal sebagai “graduated exposure”, di mana anak secara bertahap diperkenalkan pada situasi yang menantang dengan pendampingan guru di tiap tahap. Hasilnya, keterlibatan meningkat dan kecemasan menurun (Kalutskaya, I. N., dkk, 2025).

  1. Strategi Guru yang Empatik

Guru yang berhasil mendampingi anak pendiam biasanya menggunakan strategi tertentu, misalnya memberi kesempatan menuliskan pesan alih-alih berbicara langsung, atau meluangkan waktu untuk berbincang secara pribadi guna memahami perasaan dan pikirannya lebih dalam (Nyborg, G. dkk, 2022). Penelitian lain juga menunjukkan bahwa guru kerap memberikan dorongan verbal, pujian, maupun mencontohkan perilaku sosial positif untuk menumbuhkan rasa percaya diri, serta melibatkan anak dalam kegiatan kelompok agar mereka merasa lebih diterima (Cordier, R., 2021). 

  1. Intervensi Berdasarkan Temperamen

Program INSIGHTS yang dikembangkan di NYU dirancang untuk membantu guru mengenali dan merespons perbedaan temperamen anak, termasuk mereka yang cenderung lebih tenang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang mengikuti program ini mengalami perkembangan lebih baik dalam kemampuan berpikir kritis serta prestasi matematika dibandingkan dengan anak yang tidak terlibat. Pendekatan berbasis temperamen seperti ini menciptakan suasana belajar yang menghargai keunikan tiap anak, tanpa menuntut mereka untuk berubah menjadi pribadi yang berbeda (O’Connor, dkk, 2014).

  1. Kembangkan Literasi Sosial-Emosional (SEL)
    Pembelajaran sosial-emosional (SEL) yang terintegrasi dalam kurikulum berperan penting dalam membentuk empati, rasa aman, dan kualitas relasi antar siswa. Guru yang aktif mengembangkan SEL mampu menciptakan iklim kelas yang mendukung, di mana peserta didik belajar memahami dan mengekspresikan perasaan secara sehat serta membangun hubungan positif. Hal ini sejalan dengan temuan Ginting dan Hernawan (2024) yang menunjukkan bahwa penerapan SEL secara konsisten berdampak pada peningkatan kesejahteraan emosional dan prestasi akademik siswa. 

Pada akhirnya, setiap anak memiliki cara unik dalam mengekspresikan diri. Bagi anak yang lebih tenang, dukungan guru dengan pendekatan empati dan strategi yang terukur menjadi kunci agar mereka dapat berkembang optimal. Penelitian menunjukkan bahwa intervensi sederhana seperti memberikan ruang aman, kesempatan bertahap untuk berpartisipasi, serta penguatan positif dapat meningkatkan rasa percaya diri sekaligus keterlibatan sosial. Hal ini bukan hanya memberi manfaat bagi anak, melainkan juga membentuk iklim kelas yang lebih inklusif, penuh penerimaan, dan saling menghargai. Dengan demikian, keberhasilan pendidikan tidak hanya terletak pada pencapaian akademik, tetapi juga pada bagaimana sekolah mampu menumbuhkan rasa aman, keberanian, dan kebersamaan bagi semua peserta didik.

Daftar Pustaka:

  1. Coplan, R. J., Hughes, K., Bosacki, S., & Rose-Krasnor, L. (2011). Shyness, teacher–child relationships, and socio-emotional adjustment in grade 1. Journal of Applied Developmental Psychology, 32(5), 259–268. https://www.researchgate.net/publication/261436649_Shyness_teacher-child_relationships_and_socio-emotional_adjustment_in_grade_1 
  2. Cordier, R., Speyer, R., Mahoney, N., Arnesen, A., Mjelve, L. H., & Nyborg, G. (2021). Effects of interventions for social anxiety and shyness in school-aged children: A systematic review and meta-analysis. PLoS One, 16(7). https://doi.org/10.1371/journal.pone.0254117
  3. Ginting, M. S., & Hernawan, W. (2024). Implementasi pembelajaran sosial emosional dalam kurikulum merdeka untuk meningkatkan kesejahteraan siswa. Jurnal Pendidikan Karakter, 14(1), 55–68. https://ejournal.upi.edu/index.php/JIK/article/view/66374  
  4. Kalutskaya, I. N., Archbell, K. A., Rudasill, K. M., & Coplan, R. J. (2015). Shy children in the classroom: From research to educational practice. Translational Issues in Psychological Science, 1(2), 149–157. https://doi.org/10.1037/tps0000024
  5. Nyborg, G., Mjelve, L. H., Arnesen, A., Crozier, W. R., Bjørnebekk, G., & Coplan, R. J. (2022). Teachers’ strategies for managing shy students’ anxiety at school. Nordic Psychology. Advance online publication. https://doi.org/10.1080/19012276.2022.2058072
  6. O’Connor, E. E., Cappella, E., McCormick, M. P., & McClowry, S. G. (2014). Enhancing the academic development of shy children: The role of INSIGHTS, an intervention based on temperament. Early Childhood Research Quarterly, 29(3), 400–410. https://eric.ed.gov/?id=EJ1142185