“Bobi dan Dabi Pergi ke Kebun” Cerpen Karya Alya Khalisha

Pada suatu hari di Minggu pagi yang cerah, ibu sedang menyiapkan sarapan pagi. “Bobi, Dabi, pagi ini Ibu masak sesuatu yang istimewa untuk kalian!” seru Ibu kepada dua anak kembarnya. 

“Wow! Sup ayam dan roti kacang yang lezat.” seru Bobi dan Dabi serempak.

“Mari kita berdo’a sebelum makan.” pesan Ibu. 

Selesai sarapan, Ayah dan Ibu bersiap-siap pergi ke kebun. Mereka akan memanen jagung dan kacang.

“Hari ini kalian berdua ikut ke kebun. Kita akan memanen kacang dan jagung.” kata Ayah sambil menyiapkan gerobaknya. 

“Hore! Kita akan pergi ke kebun. Sudah lama kami berdua tidak ikut ke kebun. Saat memanen ubi pun kami tak diajak.” ujar Bobi dan Dabi bersamaan.

Setelah menyiapkan semua peralatan dan bekal, mereka pun pergi dengan riangnya. Bahkan, Bobi dan Dabi bernyanyi dengan gembira.

“Selamat pagi, Paman John!” kata kedua anak kembar itu. Paman Fred yang sedang bersantai di gubuk pun tersenyum dan membalas salam mereka.

“Masih jauh kah kebun kita, Bu?” tanya Dabi. “Tidak lama lagi kita akan sampai kok. Kamu lihat hutan durian itu. Kebun kita berada di dekat sana.” jawab Ibu.

“Daun jagung dan kacang itu sudah mulai kelihatan layu dan menguning. Ayah pasti terlambat memanennya.” seru Bobi.

“Bukan terlambat, Bobi. Itu memang penanda bahwa tanamannya telah siap panen.” Ayah menjelaskan.

“Sekarang, kita petik jagungnya dan masukkan ke dalam keranjang,” Kata Ibu.

Bobi dan Dabi pun mulai memetic jagung dengan gembira. Ini merupakan pengalaman pertama mereka ikut memanen hasil kebun keluarga mereka. Ayah dan Ibu mencabut kacang.

Tiba-tiba Bobi berbicara perlahan, “Alangkah banyak durian di kebun sebelah sana. Kalau diambil satu, pasti yang punya tidak tahu, ya! Hahaha.”

“Jangan Bobi. Walaupun hanya satu, mengambil tanpa izin pemiliknya sama saja artinya dengan mencuri.” ujar Dabi.

Tuk… tuk… “Ssstt… suara apa itu? Seperti ada benda kecil yang jatuh deh.” kata Bobi berbisik. Bobi pun berlari menuju arah suara itu karena penasaran.

“Wow buah pinus! Warnanya cokelat dan bentuknya lucu, ya!” teriak Bobi sambil mengumpulkan buah pinus dan memasukkannya ke dalam kantong keresek. Tanpa disadari, Bobi telah memasuki kebun durian milik seorang petani.

“Aduh, tolong!” teriak Bobi menggemparkan suasana. Ayah dan Ibu yang mendengar itu pun kaget. Namun, mereka tidak menemukan Bobi. 

“Tolong! Aku terjebak di dalam lubang! Hiks… hiks…” teriak dan terisak Bobi semakin keras. Rupanya dia terperosok ke dalam lubang yang dibuat pemilik kebun durian yang Bernama Tok Dalang untuk menjebak pencuri.

Ayah pun sangat panik. Dia tak bisa menolong Bobi karena lubang yang terlalu dalam. Tiba-tiba, dia teringat dengan Paman Fred, sahabatnya.

“Aku akan meminta pertolongan Paman Fred.” kata Ayah. Syukurlah, Paman Fred ada di rumah dan bersedia menolong.

“Ayo, Bobi. Ulurkan tanganmu dan pegang tali ini erat-erat!” teriak Paman Fred. Bobi menuruti perintah Paman Fred. Bobi pun ditarik perlahan-lahan. Beberapa saat kemudian, Bobi berhasil keluar. Ayah, Ibu, dan Dabi pun gembira.

Akhirnya, Paman Fred yang baik hati itu ikut membantu memetik jagung Bersama Bobi dan Dabi. “Wah paman hebat, ya! Bisa sangat cepat memetik jagung-jagung itu.” seru Dabi. Panen pun lebih cepat selesai. 

Sebelum berpisah, Ayah dan Ibu tak lupa juga untuk memberi jagung dan kacang kepada Paman Fred. “Terima kasih Paman Fred!” ucap mereka sambil mendorong gerobak. Paman Fred pun tersenyum bahagia.