“Berkepribadian Welas Asih” oleh Ria Rista Agustina, S. Pd.

Welas asih artinya dalam bahasa Indonesia adalah rasa belas kasih yang mendalam terhadap orang lain. Konsep welas asih artinya juga mencerminkan empati yang kuat, kepedulian yang tulus, serta keinginan yang tumbuh untuk membantu dan meringankan penderitaan mereka yang membutuhkan. 

Dalam budaya Indonesia, welas asih merupakan nilai yang dijunjung tinggi dan menjadi pedoman dalam berinteraksi dengan sesama manusia.

Welas asih membentuk keterikatan sosial yang kuat dalam masyarakat, menciptakan hubungan saling tolong-menolong dan mencerminkan semangat gotong royong. Perilaku welas asih artinya bisa mendorong sikap yang ramah, rendah hati, dan senasib sepenanggungan terhadap sesama.

Membahas tentang materi Berkepribadian Welas Asih, terlebih dahulu kita pahami tentang perbedaan karakter dan kepribadian. 

Karakter adalah dasar moral dan nilai-nilai bawaan yang stabil dalam diri seseorang, sedangkan kepribadian adalah pola perilaku yang lebih luas yang dapat berubah seiring waktu.

Apa artinya? Hal ini dapat kita artikan bahwa kepribadian welas asih bisa dibentuk seiring waktu dengan situasi dan lingkungan yang mendukung untuk tumbuhnya rasa welas asih terhadap sesama. 

Lalu bagaimana cara kita sebagai guru untuk dapat menumbuhkan rasa welas asih terhadap murid?

  1. Memahami kebutuhan dan keunikan setiap siswa 

Setiap siswa memiliki kebutuhan dan keunikan yang berbeda. Sebagai guru, penting untuk memahami kebutuhan dan keunikan ini dan membuat rencana pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan keunikan siswa tersebut. 

  1. Menjadi pendengar yang baik 

Jadilah pendengar yang baik bagi siswa anda. Berikan mereka waktu dan ruang untuk berbicara dan mengekspresikan pendapat mereka. Ini akan membantu anda untuk lebih memahami siswa anda dan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan aman bagi mereka.

  1. Menunjukkan empati 

Menunjukkan empati terhadap siswa, sebagai guru anda dapat membantu mereka merasa terhubung dan terlindungi. Coba untuk memahami bagaimana siswa anda merasa dan menunjukkan empati terhadap sesama mereka. 

  1. Menjadi contoh yang baik 

Sebagai guru, kita dapat menjadi contoh yang baik bagi siswa dengan menunjukkan sikap dan perilaku yang positif. Ini akan membantu siswa menirukan perilaku yang positif dan menciptakan lingkungan belajar yang positif. 

  1. Memperlakukan siswa dengan respect 

Selalu perlakukan siswa anda dengan respect dan hormat. Ini akan membantu siswa merasa dihargai dan merasa nyaman belajar di lingkungan sekolah. 

  1. Beradaptasi dengan kebutuhan siswa 

Jadilah fleksibel dan siap beradaptasi dengan kebutuhan siswa. Jika siswa memiliki kebutuhan khusus, cobalah memenuhinya sebaik mungkin. 

  1. Menjadi sumber motivasi 

Jadilah sumber motivasi bagi siswa dengan memberikan dukungan dan memotivasi mereka untuk belajar dan berkembang. Ini akan membantu siswa merasa terdorong untuk belajar dan mencapai potensi mereka. 

Welas Asih dalam pandangan Islam 

Umat Islam didorong untuk mewujudkan sifat Nabi sebagai teladan welas asih dalam kehidupan sehari-hari mereka, yakni memperluas cinta kasih dan welas asih mereka tidak hanya kepada sesama orang beriman belaka, apalagi hanya sesama muslim, melainkan kepada semua makhluk sebagaimana yang dilakukan Nabi. Etos welas asih tersebut tentunya kemudian menjadi prinsip mendasar yang dapat menciptakan suasana toleransi dan keakraban satu sama lain agar bisa hidup berdampingan secara damai kendati satu sama lain berbeda, entah dari segi etnis maupun agama. 

Semua manusia pastinya berproses menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu kewaktu, manusia beradaptasi dengan lingkungannya. Lingkungan yang aman, damai dan menumbuhkan sikap welas asih antar sesama tentunya akan lebih baik dibandingkan dengan lingkungan yang memberikan dampak negatif dengan sikap kebencian, iri hati, menghina dan saling menyakiti. 

Mari kita menjadi insan pembelajar yang menanamkan sikap welas asih dalam kehidupan sehari baik kepada keluarga, rekan sejawat, murid dan seluruh komponen ekosistem di sekolah agar tercipta suasana harmonis dan saling mengasihi. 

“Tidak perlu menjelaskan tentang dirimu kepada siapa pun, karena yang menyukaimu tidak butuh itu. Dan yang membencimu tidak akan percaya itu.”Ali bin Abi Thalib

Daftar Pustaka 

https://arrahim.id/aa-tp/etos-welas-asih-nabi-muhammad/ . Diakses pada 3 Oktober 2023

https://www.zonahalal.id/2023/04/bapak-dan-ibu-inilah-7-cara-menjadi.html. Diakses pada 3 Oktober 2023