“Berdaya Juang Tangguh” oleh Siti Nurrohmah, S. Hum

Berdaya Juang Tangguh merupakan salah satu karakter guru SIT Al Haraki. “Berdaya Juang Tangguh” adalah frasa dalam bahasa Indonesia yang terdiri dari  kombinasi dua kata:

  •  Berdaya: berarti memiliki kemampuan atau kekuatan untuk menghadapi tantangan atau kesulitan.
  •  Juang Tangguh: Ini mengacu pada semangat perjuangan yang kuat dan ketangguhan serta ketabahan dalam mengatasi rintangan atau hambatan.

Jadi, makna  “Berdaya Juang Tangguh,” yakni  seseorang atau sesuatu yang memiliki kemampuan untuk bertahan dan tidak menyerah di hadapan kesulitan atau tekanan. 

Padatnya kegiatan dan tingginya tuntutan zaman terhadap peningkatan kualitas pendidikan membawa konsekuensi bagi setiap guru di SIT Al Haraki mampu memiliki karakter berdaya juang tangguh. Demi mencetak generasi unggul yang tangguh dalam menghadapi perubahan zaman, para guru diharap siap memberikan teladan berkarakter berdaya juang tangguh dalam menghadapi kehidupan. Hal ini pun sejalan dengan firman Allah Swt. yang memerintahkan hamba- hamba-Nya untuk bermental tangguh pada Qs. Ali Imran Ayat 139 berikut 

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.

Dikatakan di ayat lain pada Qs. Ai Imran ayat 110

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ

Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. (Ali Imran: 110)

Pada dua ayat di atas menyebutkan bahwa kita, umat nabi muhammad SAW adalah umat terbaik yang dilahirkan di muka bumi. Maka Allah Swt. memerintahkan kepada kita untuk memiliki daya juang yang tangguh dalam melewati fase kehidupan yang penuh tantangan. Berdaya juang tangguh berarti pula memiliki sikap optimis dalam kehidupan sehingga ia tidak mudah sedih dan lemah atas segala tantangan, ujian ataupun hambatan yang menjumpai dalam perjalanan kehidupan.  Seorang muslim yang tangguh itu diibaratkan seperti sebuah pohon. Akarnya kuat menghujam. Batangnya kuat menjulang, demikian pula dahan dan ranting-rantingnya. Daun-daunnya lebat. Dan setiap musim menghasilkan buah yang banyak dan manis rasanya.    

Akar-akar yang kokoh tersebut adalah salimul ‘aqidah (aqidah yang lurus), shahihul ‘ibadah (ibadah yang benar), dan matinul khuluq (akhlaq yang mulia). Ibarat akar sebuah pohon, tiga karakter inilah yang akan menopang karakter-karakter lainnya. Karakter-karakter baik tidak akan mampu tumbuh dengan baik jika tiga karakter dasar ini rapuh.

Adapun batang, dahan, ranting, dan daun-daunnya adalah potensi-potensi diri yang tumbuh dengan baik, yang meliputi karakter qawiyyul jism (fisik yang kuat), mutsaqqal fikr (berwawasan luas), mujahidun linafsihi (pengendalian diri), harisun ‘ala waqtihi (menjaga waktu), munazhzhamun fii syu’unihi (tertib dalam setiap urusan), dan qadirun ‘alal kasbi (mampu mencari nafkah).

Menjadi guru yang berdaya juang tangguh memerlukan kombinasi keterampilan, sikap mental, dan keberanian untuk menghadapi tantangan di dunia pendidikan. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk mengembangkan diri sebagai guru yang berdaya juang tangguh:

1. Pendidikan dan Pengembangan Diri:

  • Terus Belajar: Jangan pernah berhenti belajar. Ikuti kursus, baca buku, dan tetap terupdate dengan metode pengajaran terbaru dan perkembangan pendidikan.
  • Kembangkan Keahlian: Tingkatkan keahlian Anda dalam mata pelajaran yang diajarkan dan dalam penggunaan teknologi pendidikan.

2. Hubungan dan Komunikasi:

  • Hubungan dengan Siswa: Bangun hubungan yang baik dengan siswa. Dengarkan mereka, pahami kebutuhan mereka, dan tunjukkan bahwa Anda peduli.
  • Komunikasi Efektif: Pelajari seni berkomunikasi dengan jelas dan efektif, tidak hanya dengan siswa tetapi juga dengan orangtua dan rekan kerja.

3. Sikap Mental dan Emosional:

  • Kesabaran dan Ketekunan: Mengajar dapat menjadi sulit, tetapi memiliki kesabaran dan ketekunan dapat membantu Anda mengatasi rintangan.
  • Kendalikan Stres: Temukan cara untuk mengelola stres, seperti meditasi, olahraga, atau hobi yang menyenangkan.

4. Kepemimpinan dan Inovasi:

  • Pemimpin dalam Kelas: Jadilah pemimpin dalam kelas Anda. Tunjukkan dedikasi dan semangat untuk memotivasi siswa.
  • Inovatif dalam Pengajaran: Cobalah metode pengajaran baru dan berinovasi dalam pendekatan pengajaran Anda.

5. Kepedulian Sosial dan Keberanian:

  • Kepedulian Sosial: Berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan sukarela. Menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat bisa memberi inspirasi pada siswa.
  • Keberanian: Memiliki keberanian untuk menghadapi perubahan, tantangan, dan kontroversi dalam dunia pendidikan.

6. Kolaborasi dan Dukungan:

  • Kolaborasi dengan Rekan Kerja: Bekerja sama dengan rekan guru untuk pertukaran ide dan dukungan saling-menyalingsanggah.
  • Dukungan Psikologis: Jangan ragu untuk mencari dukungan psikologis jika Anda merasa tertekan atau memerlukan bantuan dalam mengatasi tantangan emosional.

7. Evaluasi Diri dan Refleksi:

  • Evaluasi Diri: Secara teratur refleksikan pengalaman mengajar Anda. Apa yang berhasil? Apa yang bisa ditingkatkan?
  • Berminat untuk Berkembang: Selalu berminat untuk menjadi lebih baik dan berusaha untuk terus berkembang.

Menjadi guru yang berdaya juang tangguh membutuhkan waktu dan kesabaran. Tetaplah fokus pada tujuan Anda untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi siswa dan selalu ingat bahwa pekerjaan Anda memiliki dampak yang besar pada masa depan generasi mendatang.