Almar dan Sijdun adalah youtuber yang senang bereksplorasi gedung-gedung yang sudah tidak digunakan atau yang telah ditinggalkan. Mereka memulai channel explorasi mereka pada tahun 2016. Channelnya mereka bernama “Petualangan Misterious” dan telah mengumpulkan 3 juta subscribers. Almar dan Sijdun adalah saudara dengan Sijdun lebih tua sementara Almar lebih muda. Suatu hari, mereka mendapatkan ide untuk berpetualangan ke sanatorium yang telah ditinggalkan di pinggiran kota. “Nanti jangan lupa mengecas senter ya,” kata Sijdun kepada adiknya. “Baik kak,” Jawab Almar. Almar dan Sijdun tidak bisa menahan rasa sabar mereka untuk memulai eksplorasi.
Almar dan Sijdun pada masa kecilnya sedikit berbeda dengan anak-anak yang lain. Ketika anak-anak kampungnya bermain bola, mereka suka berpetualangan ke gedung yang sudah ditinggalkan. Suatu hari ketika mereka sedang jalan-jalan keliling kampung. Mereka tiba’tiba mendapatkan ide untuk memanjat ke dalam pabrik gula yang sudah tidak berfungsi lagi. Mereka memanjat pagar dan meloncat ke bawah. Siljdun yang loncat pertama mendarat dengan selamat tetapi adiknya Almar kehilangan stabilitas ketika loncat dan mendarat dengan cara yang salah. Bunyi keras yang dihasilkan Almar bergema ke seluruh gedung. Mukanya Almar dibanjiri oleh air mata. Tiba-tiba, datanglah petugas pengaman. “Kalian seharusnya tidak boleh berada disini,” Tegur petugasnya. Mereka ditangkap dan dibawa ke rumahnya dimana ibunya menunggunya. “Kalian dari mana saja?,” tanya ibu mereka dengan suara keras. Selama 3 hari, mereka dihukum oleh orangtua mereka dengan tidak boleh keluar rumah. “Ah bosan sekali,” Almar berkata. Walaupun mereka berdua dihukum oleh orangtuanya, tidak ada yang bisa menghentikan rasa ingin tahu dua anak itu.
Setelah mereka lulus SMA, mereka memilih untuk memprioritaskan cita cita mereka yaitu menjadi youtuber yang popular. Pada masa awal channel YouTube mereka yaitu Pertulangan Misterius, mereka ditemukan dengan kegagalan tetapi ketika Almar dan Sijdun berpetualang ke pabrik terbengkalai, pengikut mereka menarik 300%. Almar dan Sijdun langsung kaget. Dikarenakan hanya satu video di pabrik tersebut, channel mereka bertumbuh secara drastis. Sekarang, mereka sedang bersiap-siap pergi ke tempat terbengkalai selanjutnya yaitu Sanatorium di pinggir kota. Setelah mereka bersiap-siap di rumah, mereka pergi ke tempat tersebut melalui transportasi umum. “Mengapa kita tidak menggunakan motor kita?,” tanya Almar ke kakanya. “Nanti kalau kita masuk, yang jagain motor kita siapa?,” Jawab Sijdun kepada pertanyaan adiknya. “Iya juga ya,” kata Almar.
Mereka setelah bersiap-siap untuk pergi, langsung keluar rumah mereka dan jalan ke halte bus yang terdekat. Peralatan yang mereka membawa adalah, kamera, mikrofon, baterai cadangan, air putih dan senter. Yang membuat channel mereka menonjol dari channel lain adalah topeng ikonik yang mereka gunakan selama perekaman video. Almar suka menggunakan topeng badut dan Sijdun suka menggunakan topeng kuda. Penggunaan topeng tersebut adalah untuk menambah kelucuan dan komedi dalam video. Walaupun mereka kadang-kadang berada di posisi yang tegang, topeng merekalah yang membuat penonton tertawa dan suka.
Setelah beberapa menit mereka menunggu, datanglah sebuah bis merah. Pintunya terbuka dengan kecepatan yang sedang. Mereka berdua naik dan mencari tempat duduk. Ide mereka adalah untuk berhenti di halte paling dekat ke Sanatorium lalu mendaki ke tempat tersebut selama 12 menit. Setelah Busnya berjalan dengan waktu yang cukup lama, sampailah dua saudara ke destinasinya. Mereka membayar dan pamit kepada bapak supir bus. “Sekarang kita harus jalan dulu,” Sijdun berkata ke adiknya. “Oke kak,” adalah jawabnya Almar. Ketika mereka sampai, mereka memulai merekam Pertulangan mereka. “Halo teman-teman Pertulangan Misterius, hari ini kita akan memasuki suatu Sanatorium yang kami telah temukan,” Sijdun berkata kepada kamera. “Tanpa menunggu lagi, mari kita memulai,” Almar melanjutkan perkataan kakaknya.
Mereka memasuki gedungnya dan mereka disambut oleh kegelapan dan debu. Mereka masuk ke setiap ruangan-ruangan di Sanatorium sambil nge-vlog. Mereka pertama mencari di sekitar lantai 1, lalu lantai 2 dan baru ke ruang bawah tanah. Mereka menemukan banyak hal-hal yang aneh dan menarik. Setelah mereka selesai, mereka langsung ke lantai bawah tanah. “Oke guys, setelah kita berkeliling di lantai atas, kita akan jalan-jalan di lantai bawah,” Almar dan Sijdun berkata kepada kamera. Mereka menemukan banyak dinding yang telah ditaklukan oleh vegetasi. Udara di tempat tersebut terasa susah untuk dihirup. Debu yang jatuh dari atas menari di udara dengan senang hati sebelum jatuh ke lantai yang dingin.
Ketika mereka sedang berjalan-jalan, mereka menemukan pintu besi. Rasa ingin tahu Almar dan Sijdun mendorong mereka untuk membukanya. Setelah beberapa waktu telah lewat, mereka dengan sukses membuka pintu besi yang berat tersebut. Ternyata, pintu besi tersebut membuka jalan terowongan yang gelap kepada Almar dan Sijdun. Walaupun mereka sedikit ragu-ragu, mereka melanjutkan Petualangan mereka. Sampailah mereka kepada suatu goa. “Jadi guys, kami telah menemui jalan ke dalam gua,” Sijdun berkata kepada kamera.
Almar dengan hati yang dikelilingi oleh rasa ragu, bertanya kepada kakaknya. “Kak, kita beneran lanjut ini?,”. “Iyalah, enggak apa-apa,” jawab kakaknya. Mau tidak mau, Almar harus mengikuti kakaknya. “Menurutku, gua ini seperti tempat penambangan dilihat dari dinding nya yang berbeda seperti dinding gua natural. Mereka lanjut berjalan, semakin dalam ke guanya. Tetapi ketika mereka sedang berjalan, tiba-tiba mereka mendengar suara bisikan. “Hey,” suaranya yang di dengar mereka berdua. Hatinya Sijdun dan Almar langsung terbanjiri rasa takut. Mereka dengan cepat menyinari sekitar mereka, tetapi tidak ada apa-apa. Ketika mereka ingin menenangkan diri, tiba-tiba terdengar bisikan, “Belakang mu.” Almar dan Sijdun dengan cepat menyinari belakangnya. Mereka melihat bayangan manusia yang ada di dalam ventilasi. Mereka berdua langsung lari.
Tiba-tiba, Almar langsung jatuh pingsan di tengah larinya. Sijdun, sebagai kakaknya, ingin membantu adiknya tetapi ia tiba-tiba jatuh, badannya tidak mau bergerak lagi. Mereka berdua sekarang berada di lantai gua yang dingin. Yang terakhir didengar oleh Sijdun adalah suara langkah kaki yang bertambah dekat. Sijdun disambut oleh takdir yang sama dengan adeknya. Semuanya langsung menjadi gelap untuk Sijdun.
Tiba-tiba, Sijdun bangun dari pingsan nya dan ia langsung melihat loteng yang berwarna putih. “Dimanakah aku,” Sijdun menanyakan dirinya sendiri. Tiba-tiba datanglah suatu perawat perempuan. “Ah, kau sudah bangun,” perawat tersebut berkata kepada Sijdun. “Apa yang terjadi?,” Sijdun bertanya kepada perawat. “Kamu mengalami apa yang orang sebut sebagai hipoksia,” perawatnya menjelaskan kepada Sijdun. “Hipoksia terjadi ketika oksigen yang seharusnya didapatkan oleh otak kurang.”. “Hipoksia juga bisa membuat orang halusinasi,” kata perawatnya. “Adik saya dimana?,”Tanya Sijdun. “Dia ada di kamar yang lain kok,”Jawab perawat tersebut. “Semua barang mu ada di samping kasurmu dibawah,” perawatnya berkata kepada Sijdun sambil mengarahkan tangannya ke kamera Sijdun. “Untung sekali kalian. Ketika kalian jatuh, datanglah sekelompok penambang yang dengan segera menyelamatkan kamu,” kata perawat itu.
Jadi moral dari cerita ini adalah : Hati-hati dalam memasuki ruangan tertutup atau ruangan yang kurang ventilasi. Kalau tidak hati-hati, bisa menyebabkan hipoksia dan bisa halusinasi atau mati.

