“Misteri Hari Ulang Tahun” Cerpen Karya Arzachel Syahmi Zikry Angkatan Istafora

Pada hari yang cerah di kota Fontaine, madame Furina sedang bersantai di rumahnya. Ia duduk di teras rumahnya sambil meminum secangkir teh hangat. “Satu minggu ini sangat sibuk bagiku…di hari yang cerah ini akhirnya aku bisa istirahat” kata madame Furina yang lelah. Madame Furina mendengar sesuatu di dalam rumahnya, Ia pun kaget dan segera menyelidiki apa yang terjadi di dalam rumahnya, saat ia membuka pintu rumahnya….”Selamat ulang tahun!” ucap teman-temannya yang sudah menyiapkan kejutan untuk madame Furina. “A-Apa ini?” tanya madame Furina. “Kami ingin merayakan ulang tahun mu yang ke 625” jawab Neuvilette “Sampai-sampainya kamu melupakan ulang tahun mu yang ke 625” jawab Navia dengan kesal “Jadi sudah 625 tahun ya” jawab furina. “Kami juga mempersiapkan pertunjukkan untuk kamu” Jawab arlecchino “A-ARLECCHINO?” jawab Furina dengan kagetnya.

Arlecchino merupakan sosok penjahat bagi Furina yang ingin mencuri gnosisnya madame Furina sebelumnya. Furina mengangapnya aneh jika ia hadir di pesta ulang tahunnya jika ia ingin mencuri pedang kesayangan furina. “Tenang madame Furina, aku tidak akan membuat kekacauan di hari ulang tahunmu” jawab Arlecchino. “Ayo kita ke gedung opera untuk pertunjukkan ulang tahunmu madame” jawab Charlotte “B-baiklah mari kita ke gedung opera” jawab madame Furina. Furina, Arlecchino, Neuvilette, Navia dan warga fontaine lainnya pergi ke gedung opera untuk pertunjukkan yang disediakan oleh Arlecchino. Pedang kesayangan furina pun ditinggalkan olehnya di rumahnya dimana itu adalah tempat ia menyembunyikan pedangnya.

Saat Furina, Neuvilette, Arlecchino dan lainnya tiba di gedung opera. Pertenjukan pun dimulai….dua anak pun maju keatas panggung, ialah Lyney dan Lynette, anak adopsi Arlecchino. “Selamat datang di pertunjukkan kami”sambut Lyney “Dimana pada hari yang cerah ini archon kita bertambah umur, madame Furina!” ucap Lynette. “Kami harap pertunjukkan ini bisa menjadi hiburan untuk kalian semua” ucap Lyney. Pertunjukkan pun berlangsung dan semua bersenang-senang pada pertunjukkan tersebut. Saat selesai pertunjukkan madame Furina pun pulang ke rumahnya. “Hari ini sangat menyenangkan dan aku sudah siap melakukan tugasku esok hari” ujar Furina.

Esok hari pun tiba dan madame Furina pun bangun tidur, ia bersiap-siap untuk melakukan tugasnya dan jika ia mencari dimana pedangnya, ia tidak bisa menemukannya dimana mana “NEUVILETTE TOLONG AKU” Furina teriak sampai semua bisa mendengarnya diluar, pada waktu yang sama Neuvilette sedang jalan keliling kota dan ia mendengar teriaknya madame Furina. Neuvilette pun bergegas menuju rumahnya madame Furina untuk investigasi apa yang terjadi. “Apa yang terjadi madame Furina?” tanya Neuvilette. “P-pe-pedang aku hilang” jawab Furina. “Bukannya engkau menaruh pedang kamu disininya, coba cari lebih teliti” Mereka berdua mencari panjang lebar dan tidak menemukan apapun dari rumah madame Furina. 

“Jangan-jangan pedang kamu dicuri!” jawab Neuvilette. “Itu pasti olah Arlecchino” jawab madame Furina. “Jangan berburuk sangka dulu, kita harus cari bukti terlebih dahulu, apakah kamu mengunci rumahmu sebelum kami ke gedung opera?” tanya Neuvilette. “Iya!” jawab madame Furina. “Mari kita kumpulkan bukti dari alibi yang ikut kerumah engkau dan ke gedung opera” jawab Neuvilette. “Ada kamu, Arlecchino, Navia, Chlorinde, Charlotte, Chevreuse, Wrio dan Sigewinne yang kerumah aku” jawab madame Furina. “Dan Lyney, Lynette adalah sosok yang kami melihat di gedung opera” jawab Neuvilette. “Tunggu….jika Lyney dan Lynette ada, Freminet(adik mereka berdua yang selalu bersamanya) seharusnya juga ada” jawab Neuvilette. Mereka berdua pun bergegas mencari Arlecchino untuk alibi ketiga anaknya tersebut dan Arlecchino sendiri.

“Lyney, Lynette kalian berdua-” ucapan Arlecchino diselak oleh Neuvilette. “Disitu ternyata kamu!”. “Apa urusan kalian berdua disini?” tanya Arlecchino. “K-kam-kamu mencuri pedangku” jawab madame Furina. “Aku tidak mencuri pedangmu” jawab Arlecchino dengan tegas “NEUVILETTE TOLONG AKU DIA AKAN MEMBUNUHKU AAAAAA” Furina teriak sebelum ia melarikan diri dari Arlecchino. Neuvilette menghela nafas, “Aku ingin menanyakan alibi engkau, Lyney, Lynette dan Freminet kemarin” tanya Neuvilette. “Baiklah, aku bersama rombongan kamu selama kemarin, Lyney dan Lynette berada di gedung opera berlatih pertunjukan yang ingin ditunjukkan, Sedangkan Freminet sedang demam dan berada di rumahnya, apakah itu jelas?” tanya Arlecchino. “Satu lagi, apa alibi kamu setelah kita pulang dari gedung opera?” tanya Neuvilette. “Aku pergi ke bagian utara dari Fontaine” jawab Arlecchino

Neuvilette pun menanyakan beberapa orang Fontaine yang ikut rombongan kemarin untuk alibi mereka dan ia sadar ada satu orang yang mengikuti rombongan yang ia tidak lihat. “TARGALIA” Neuvilette sadar dan bergegas ke rumahnya madame Furina untuk memberi tahu bukti. “Ada apa Neuvilette?” tanya madame Furina. “Sepertinya aku mempunyai bukti siapa yang mungkin bisa mencuri pedangmu” jawab Neuvilette. “S-siapa itu?” tanya madame Furina. “Tartaglia, 11 dari 11 fatui harbinger. Aku melihat dia menyelinap ke rombongan. Saat pulang sebelum tidur aku melihat lelaki yang berjubar, setinggi dia menyelinap di belakang rumahmu” ujar Neuvilette. “Bukannya ia baru keluar dari penjara 3 minggu yang lalu?” tanya madame Furina. “Ya setelah ia keluar, Tartaglia masih ingin membuat kejahatan lagi.

“Dimana Tartaglia sekarang?” tanya madame Furina. “Kita harus mencari ia” jawab Neuvilette. Mereka berdua  mencari seluruh kota untuk Tartaglia dan di suatu cafe di kota Fontaine mereka berdua menemukan Tartaglia. “Tartaglia!” Neuvilette berkata, “Ada apa?” tanya Tartaglia. “Apakah kamu mencuri pedang madame Furina?” tanya Neuvilette. “Kenapa aku melakukan hal konyol seperti itu, aku tidak mencoba masuk penjara lagi ya” jawab Tartaglia. “Aku melihatmu menyelinap diam diam ke rombongan pesta ulang tahunnya madame Furina. “Oh, madame Furina ulang tahun ya?. Aku hanya menyelinap agar bisa mendapat tiket gratis di gedung opera, haha” jawab Tartaglia.

“J-jadi dimana pedangku?” tanya madame Furina. “Madame Furina ternyata kamu disitu” Navia berteriak. “Ada apa Navia?” tanya madame Furina. “Kamu melupakan pedangmu di gedung opera. Aku menemukannya saat membersihkan gedung opera setelah pertunjukan” jawab Navia. Neuvilette menghela nafas dan mengucpkan “Sepertinya kasus ini sudah terselesaikan, madame Furina  ini semua salah kamu sendiri untuk melupkan pedangmu di gedung opera”. “Hehe, sepertinya aku terlalu terbawa suasana, maafkan aku Neuvilette” jawab madame Furina. “Sekarang semua sudah terselesaikan, aku akan kembali ke kantor ku untuk beberapa tugas, kamu juga madame Furina” jawab Neuvilette. Dan pada akhirnya semua konflik mempunyai resolusi sendiri dan pedang kesayangan madame Furina telah ditemukan.