“Ramadan Saatnya Berburu Jajan” oleh Sukma Awliyawati, S. Pd

Dalam KBBI takjil memiliki dua makna, yakni makna pertama mempercepat (dalam berbuka puasa) dan makna kedua yaitu penganan dan minuman untuk berbuka puasa. Ratusan penganan yang berjajar di pinggir jalan belum lagi minuman yang menyejukkan mata, semakin membangkitkan semangat untuk merogoh kocek membelinya. Yuk, kita mulai berburu jajanan satu persatu. Dari mulai aneka gorengan, aneka kue basah, makanan berat bahkan yang tak pernah kalah dalam berbuka adalah si kulit daun pisang, ya. Lontong isi menjadi primadona penganan berbuka. Kalau ditanya mengapa selalu dia yang paling unggul setelah gorengan, jawabannya adalah karena biasanya sebagian orang tidak ingin berbuka dengan makanan yang berat. Akan tetapi, rasanya makan penganan gorengan belum cukup mengganjal perut yang sudah seharian penuh menahan lapar ini. Jadilah, si lontong ini melengkapi makanan berbuka, bukan makanan berat sih, tapi bukan makanan ringan juga ya! Ukurannya yang tidak terlalu besar rasa-rasanya cukup untuk mengisi perut. 

Perburuan kedua, yaitu minuman yang biasanya hanya keluar di bulan Ramadan, Es blewah dan es timun suri. Kedua es ini jarang dijumpai pada bulan-bulan selain Ramadan. Musiman bisa dibilang, buah ini hanya ada dan banyak pada Ramadan, petani sengaja menanamnya jauh sebelum Ramadan agar ketika saatnya tiba orang bisa menikmatinya. Tekstur yang lembut dan aroma yang tidak terlalu kuat serta rasanya yang tidak terlalu manis menjadi minuman yang cocok dikonsumsi saat berbuka. Dipadukan dengan sirup dan nata de coco lebih nikmat lagi. 

Ketiga, penganan bersantan yakni kolak, beragam isian dalam kolak ini menjadi pelengkap saat berbuka, kolak pisang, kolak ubi, kolak kolang-kaling dan kolak lainnya memiliki rasa yang khas dari segi manis dan isiannya. Kuah yang manis menjadi teman terbaik untuk buka puasa.

Semua jajan terasa lebih menarik dan memiliki daya pikat jauh lebih kuat ketika bulan Ramadan. Yuk berburu jajanan Ramadan!