“Bulan Ramadhan, Serunya Tarawih Pertama Batita” oleh Dika Rahayu Budiman, S, Pd

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat Muslim di seluruh dunia, dimana Ramadhan disambut dengan perasaan suka cita dan bahagia. Sebagaimana yang telah disampaikan dalam surah Yunus ayat 58 Allah berfirman:

ﻗُﻞْ ﺑِﻔَﻀْﻞِ ﺍﻟﻠّﻪِ ﻭَﺑِﺮَﺣْﻤَﺘِﻪِ ﻓَﺒِﺬَﻟِﻚَ ﻓَﻠْﻴَﻔْﺮَﺣُﻮﺍْ ﻫُﻮَ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِّﻤَّﺎ ﻳَﺠْﻤَﻌُﻮﻥَ

“Katakanlah: ‘Dengan kurnia Allah dan rahmatNya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan” (QS. Yunus [10]: 58). 

Tak hanya orang dewasa, anak-anak, dan remaja, ternyata batita (bayi usia tiga tahun) juga bisa merasakan kebahagiaan di Bulan Ramadhan, loh!. Yap, meskipun belum memiliki kewajiban untuk berpuasa, namun kita bisa memperkenalkan ibadah yang biasa dilakukan di Bulan Ramadhan. Ada banyak kegiatan ibadah yang bisa diperkenalkan kepada anak usia batita saat momen Ramadhan saat ini, salah satunya adalah ibadah tarawih. Cara memperkenalkan salat tarawih kepada anak usia dua tahun adalah dengan mengajaknya melaksanakan ibadah tersebut. Banyak orang yang berpikir bahwa kita dilarang membawa anak usia dini ke dalam tempat ibadah karena takut mengganggu, eits tunggu dulu! Tahukah kamu? Ternyata Rasulullah selalu membawa cucunya saat sedang salat berjamaah di masjid dan membiarkan mereka untuk bermain-main bahkan menunggangi punggungnya. Begitulah cara Rasulullah agar anak-anak dapat mencintai Rumah Allah. 

Begitupun yang kami lakukan di usia emas seorang anak batita di rumah kami, Nakha panggilannya usianya 1 tahun 11 bulan. Kami mengajak Nakha tarawih pertama di Bulan Ramadhan ini, awalnya ia sedikit kebingungan dan canggung, bahkan sampai tertidur di rakaat terakhir. Selang 2-3 hari berturut-turut Nakha selalu ikut salat tarawih dan terlihat senang melihat banyak orang disekitarnya sedang melakukan ibadah, hal lain yang membuat kami takjub adalah Nakha juga mengikuti gerakan sholat dari rakaat pertama hingga rakaat terakhir, MasyaAllah. Walaupun tak jarang ia sangat lantang saat mengucap lafadz “Wallad dholin, AAAMIIINNN” atau memanggil kakak tercintanya “Kaka Riri!” yang ada di shaf belakang, hal itu membuat orang lain menggodanya di waktu selesai salat, hihi. 

Qadarullah, di malam ke-5 Ramadhan Nakha sakit dan kegiatan rutin ini membuat Nakha susah move-on dari salat tarawih. Hal yang terjadi adalah, Nakha mencoba berjalan sendirian ke mushollah pukul 12 siang dengan menggunakan peci dan sajadah lengkap. Selain itu, Nakha juga ikut melaksanakan sholat wajib jika ia mendengar kumandang adzan dan membaca Qur’an saat anggota keluarga yang lain melakukannya, walaupun Nakha hanya membuka buku yasin dan hanya mengucap (a ba ta). 

Itulah beberapa kegiatan ibadah di Bulan Ramadhan yang bisa dikenalkan kepada anak batita dan tentunya kita akan melihat banyak momen “wah” yang akan diperlihatkan oleh si kecil. MasyaAllah.