“Penerapan Metode AIR untuk Siswa dalam Sudut Pandang BK” Oleh Dina Auliasari, S. Psi

Simamora (2019) menjelaskan bahwa Model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) merupakan model pembelajaran yang menekankan tiga aspek, yaitu belajar dengan mendengarkan, belajar dengan berfikir dan pengulangan. Model pembelajaran ini baik digunakan dalam meningkatkan  kerja sama kelompok, melatih siswa dalam berbagai pengetahuan dan membuat proses pembelajaran menjadi tidak membosankan.

Model Pembelajaran AIR merupakan salah satu model pembelajaran dengan pendekatan kontruktivis yang menekankan bahwa belajar haruslah memanfaatkan semua alat indra yang dimiliki siswa.

Yang pertama, Auditory yang berarti belajar haruslah dengan melalui  pendengaran, menyimak, berbicara dalam mengemukakan pendapat dan menanggapi apa yang disampaikan. Sedangkan intellectually bermakna bahwa belajar haruslah menggunakan kemampuan berpikir, haruslah dengan konsentrasi pikiran dan berlatih menggunakannya melalui bernalar, menyelidiki, mengidentifikasi, menemukan, mencipta, mengkonstruksi, memecahkan masalah dan menerapkan. Lalu, Repetition berarti pengulangan yang bermakna pendalaman, perluasan, pemantapan dengan cara siswa dilatih melalui pemberian tugas atau kuis (Fauji & Winarti, 2013).

(Astuti, Yetri & Anggraini (2018) juga berpendapat bahwa Model pembelajaran AIR merupakan salah satu model pembelajaran cooperative learning yang menggunakan pendekatan konstruktivis yang menekankan bahwa belajar haruslah memanfaatkan semua alat indra yang dimiliki oleh peserta didik. 

Kelebihan dan kekurangan pembelajaran AIR menurut Ariska, Fuaddunazmi & Habibi (2016) yaitu:

  1. Melatih pendengaran dan keberanian siswa  untuk mengungkapkan pendapat.
  2. Melatih siswa untuk bisa memecahkan masalah secara kreatif
  3. Melatih siswa untuk mengingat kembali tentang    materi yang telah dipelajari
  4. Siswa menjadi lebih aktif dan kreatif

Adapun Kelemahan pembelajaran AIR yakni dalam aspek yang harus diintegrasikan yaitu auditory, intellectually, dan repetition sehingga secara sekilas pembelajaran membutuhkan waktu yang lama. Tetapi hal ini dapat diminimalisir dengan cara pembentukan kelompok pada aspek auditory dan intellectually.