Direktur pendidikan SIT Al Haraki pernah mengatakan dalam dalam pengantarnya bahwa SIT Al Haraki sangat memperhatikan penanaman nilai-nilai islam dan pembentukan karakter siswa, oleh karena itu, SIT Al Haraki memusatkan pendidikan siswa kepada penanaman 8 karakter utama. 2 di antaranya adalah bertanggung jawab penuh dan berkepribadian tangguh. Dua karakter tersebut tidak hanya perlu diterapkan kepada siswa saja, tapi juga harus terpatri dalam diri para pendidik di SIT Al Haraki. Dua karakter tersebut nampak berbeda, namun jika kita pahami kembali, keduanya akan saling berkaitan satu sama lain.
Kata “tanggung jawab” menurut Kamus Bahasa Indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya, sehingga bertanggung jawab. Sedangkan menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul, menanggung segala sesuatunya, dan menanggung akibatnya. Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.
Menurut Abdurrahman An-Nahlawi yang dikutip oleh Ramayulis, bentuk-bentuk tanggung jawab seorang pendidik meliputi: seorang pendidik harus mampu mendidik individu supaya beriman kepada Allah dan melaksanakan syariat-Nya, mendidik diri supaya beramal saleh, dan mendidik masyarakat untuk saling menasehati dalam melaksanakan kebenaran, saling menasehati agar tabah dalam menghadapi kesusahan beribadah kepada Allah serta mampu menegakkan kebenaran. Tanggung jawab itu bukan hanya sebatas tanggung jawab moral seorang pendidik terhadap peserta didik saja, tetapi lebih dari itu. Pendidik akan mempertanggung jawabkan atas segala tugas yang dilaksanakannya kepada Allah sebagaimana hadis Rasul.
“Dari Ibnu Umar ra. Berkata Rasulullah SAW bersabda: Masing-masing kamu adalah pengembala dan masing-masing bertanggungjawab atas gembalanya: pemimpin adalah pengembala, suami adalah pengembala terhadap anggota keluarganya, dan istri adalah pengembala ditengah-tengah rumah tangga suaminya dan terhadap anaknya. Setiap orang diantara kalian adalah penggembala dan masing-masing bertanggung jawab atas apa yang digembalanya”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Menurut Oemar Hamalik, tanggung jawab seorang guru memanglah sangat besar diantaranya adalah sebagai berikut:
- Guru harus menuntut murid-murid belajar. Tanggung jawab guru yang terpenting ialah merencanakan dan menuntut murid-murid melakukan kegiatan-kegiatan belajar guna mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang diinginkan. Guru harus membimbing murid-murid agar mereka memperoleh keterampilan-keterampilan, pemahaman, perkembangan berbagai kemampuan, kebiasaan-kebiasaan yang baik, dan perkembangan sikap yang serasi.
- Turut serta membina kurikulum sekolah. Guru merupakan seorang key person yang paling mengetahui tentang kebutuhan kurikulum yang sesuai dengan tingkat perkembangan murid. Dalam hal ini guru dapat melakukan banyak hal, antara lain: menyarankan ukuran-ukuran yang mungkin dapat digunakan dalam memilih bahan-bahan kurikulum, berusaha menemukan minat, kebutuhan, dan kesanggupan murid, berusaha menemukan cara-cara yang tepat agar antara sekolah dan masyarakat terjalin hubungan kerja sama yang seimbang, mempelajari isi dan bahan pelajaran pada setiap kelas dan meninjaunya dalam hubungan dengan praktik sehari-hari.
- Melakukan pembinaan terhadap diri siswa (kepribadian, watak, dan jasmaniah). Mengembangkan watak dan kepribadiannya, sehingga mereka memiliki kebiasaan, sikap, cita-cita, berpikir dan berbuat, berani dan bertanggung jawab, ramah dan mau bekerja sama, bertindak atas dasar nilai-nilai moral yang tinggi, semuanya menjadi tanggung jawab seorang guru.
- Memberikan bimbingan pada murid. Seorang guru bertanggung jawab memberikan bimbingan terhadap murid agar mereka mampu mengenal dirinya sendiri, mampu memecahkan masalahnya sendiri, mampu menghadapi kenyataan dan memiliki stamina emosional yang baik. Seorang guru juga harus mampu membimbing murid-murid ke arah terciptanya hubungan pribadi yang baik dengan siapapun dan dimanapun. Karena itu seorang guru harus memahami benar tentang masalah bimbingan belajar, bimbingan pendidikan, bimbingan pribadi, dan terampil dalam memberikan penyuluhan dengan tepat.
- Melakukan diagnosa atas kesulitan-kesulitan belajar dan mengadakan penilaian atas kemajuan belajar. Guru bertanggung jawab menyesuaikan semua situasi belajar dengan minat, latar belakang, dan kematangan siswa. Juga bertanggung jawab mengadakan evaluasi terhadap hasil belajar serta melakukan diagnosis dengan cermat terhadap kesulitan dan kebutuhan siswa.
- Menghayati, mengamalkan, dan mengamankan Pancasila agar siswa mampu mengembangkan sikap, watak, moral dan perilaku sesuai dengan nilai-nilai pancasila.
Sebenarnya masih begitu banyak tanggung jawab yang dipikul oleh seorang guru. Tidak hanya tanggung jawab kepada sekolah dan siswa saja, tapi guru juga bertanggung jawab kepada orang tua siswa dan masyarakat. Mengingat begitu berat tanggung jawab seorang guru tersebutlah, sehingga guru juga perlu memiliki daya juang yang tangguh.
Dalam (KBBI online, 2024) “daya juang” dapat diartikan sebagai kemampuan mempertahankan atau mencapai sesuatu yang dilakukan dengan gigih dan “tangguh” berarti kuat dan sukar dikalahkan. Seseorang yang berdaya juang tangguh dapat diartikan sebagai seseorang yang memiliki kemampuan untuk mempertahankan atau mencapai sesuatu yang dilakukan dengan kuat dan gigih baik saat dihadapkan dengan kondisi kesulitan ataupun tekanan.
Ayat-ayat Al-Qur’an memberikan panduan dan inspirasi bagi pendidik untuk menjalani hidup dengan tangguh dan penuh keimanan. Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah (2:286):
“Allah tidak memberatkan seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Berilah maaf kepada kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkau adalah Pelindung kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”
Surah Al-Baqarah ayat 286 mengajarkan bahwa Allah memberikan ujian sesuai dengan kekuatan dan kemampuan setiap individu. Seorang pendidik yang tangguh tidak hanya mampu menghadapi ujian, tetapi juga berserah diri kepada Allah dalam segala keadaan. Keyakinan bahwa Allah tidak memberatkan hamba-Nya melebihi batas kemampuan adalah sumber kekuatan dan ketangguhan dalam setiap langkah kehidupan.
Dalam Surah Al-Imran (3:200), Allah berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap-siap (di perbatasan negeri) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.”
Ayat di atas menekankan pentingnya kesabaran dan ketangguhan bagi para mu’min. Sebagai pendidik yang tangguh, kita diajarkan untuk bersabar dalam menghadapi cobaan dan memperkuat kesabaran tersebut melalui ketakwaan kepada Allah. Tangguh bukan berarti tidak merasakan lelah, tetapi bagaimana kita tetap tegar dalam menjalani hidup meski dihimpit kesulitan.
Ketangguhan guru sebagai pendidik tidak diragukan lagi. Ketangguhan seorang guru tidak lepas dari tanggung jawab profesi yang dipikulnya. Bapak ibu guru tetap hadir dalam kelas dengan karakter anak didiknya yang beragam dan memiliki kespesialan masing-masing di saat pembelajaran. Keberagaman dan kespesialan anak didik adalah tantangan tersendiri bagi bapak ibu guru dalam merumuskan metode pembelajaran. Pemilihan metode pembelajaran sangat menentukan keberhasilan pembelajaran. Bila pemilihan metodenya tepat maka pembelajaran bisa memberi pengalaman baru sehingga anak didik yang terlibat dalam pembelajaran bisa seratus persen.
Ketangguhan guru adalah bekerja sambil belajar. Guru itu pekerjaan (profesi). Seseorang yang berprofesi sebagai guru mereka dituntut harus belajar setiap waktu. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memaksa guru harus rajin-rajin membuka buku. Tuntutan zaman dan perubahan kurikulum juga menuntut guru harus update setiap waktu. Bahkan regulasi tentang tugas, pokok, dan fungsi (tupoksi) guru terus mengalami perkembangan seirama tuntutan keadaan. Bekerja sambil belajar yang dilakukan oleh guru dalam rangka meningkatkan kualitas dirinya sebagai pendidik. Sebagai pendidik, guru tidak boleh stagnan dalam pengetahuan. Guru harus berkembang dan terdepan dalam teknologi dan inovasi dalam pembelajaran.
Sumber:

