“Cara Melawan Sisi Buruk dalam Diri” oleh Ferani Oktia Suci, S.Hum., S.Pd

Mengutip dari KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), kebiasaan dapat diartikan sebagai suatu pola yang dilakukan terus-menerus atau berulang kali sebagai suatu bentuk tanggapan atau respons mengenai situasi tertentu yang dilakukan oleh manusia untuk hal yang selalu sama.

Kebiasaan buruk umumnya diartikan sebagai kebiasaan yang memiliki dampak buruk atau negatif bagi pelaku kebiasaan tersebut. Biasanya dikenal juga sebagai kebiasaan negatif. Sejak lahir, di dalam setiap jiwa manusia, Allah SWT menyimpan dua sifat, yaitu sifat fujur (kefasikan) dan benih takwa (kebaikan). Hal ini ditegaskan Allah SWT dalam QS Asy-Syams: 8-10, “Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan merugilah orang yang mengotorinya.”

Allah mengilhamkan kepada jiwa manusia dua sifat yang berbeda yaitu fujur (fasik) dan takwa. Keduanya memiliki sifat saling berlawanan (kontradiktif). Fujur berarti sifat-sifat buruk yang terpendam di dalam diri, dan takwa bermakna potensi-potensi kebaikan dalam diri manusia. Setiap sifat buruk, pastilah memiliki lawan sifat baik. Oleh sebab itu, Rasulullah memberikan petunjuk bagaimana cara menghapus perbuatan buruk:

Dari Abu Dzar dan Mu’adz bin Jabbal radiallaahu’anhuma, Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wassalam bersabda,

“Maka ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya akan menghapuskannya
(dosa perbuatan jelek tersebut),” (HR. Tirmidzi).

Ternyata salah satu cara efektif dalam menghadapi sifat buruk orang lain, yakni dengan melakukan lawan dari sifat buruk tersebut. Jika Anda menyadari bahwa Anda memiliki sifat buruk, maka ada beberapa hal yang harus dihindari, di antaranya:

1. Sadar dan Yakini Bahwa Perilakumu Merupakan Kebiasaan Buruk

  • Manusia yang paling baik itu yang sadar bahwa ia salah dan ingin memperbaiki kesalahannya. Yang paling buruk adalah yang tidak tahu bahwa ia memiliki perilaku yang buruk. 
  • Menyangkal atau mengabaikan sifat buruk tersebut: Ini akan membuat masalah semakin buruk dan tidak akan membantu Anda mengatasi sifat buruk tersebut. Jangan takut mengakui sifat buruk dan fokuslah pada cara mengatasinya.

Ada 4 sifat manusia:

1. Rojulun Yadri wa Yadri Annahu Yadri { Seseorang yang Tahu (berilmu), dan dia Tahu kalau dirinya Tahu} Orang ini bisa disebut ‘Alim = Mengetahui.  yang harus kita lakukan adalah Mengikutinya. Ini adalah jenis manusia yang paling baik. Jenis manusia yang memiliki kemapanan ilmu, dan dia tahu kalau dirinya itu berilmu, maka ia menggunakan ilmunya. Ia berusaha semaksimal mungkin agar ilmunya benar-benar bermanfaat bagi dirinya, orang sekitarnya, dan bahkan bagi seluruh umat manusia. Manusia jenis ini adalah manusia unggul. Manusia yang sukses dunia dan akhirat,” 

2. Rojulun Yadri wa Laa Yadri Annahu Yadri { Seseorang yang Tahu (berilmu), tapi dia Tidak Tahu kalau dirinya Tahu} Untuk type ini, kita sebut dia seumpama orang yang tengah Tertidur. Manusia jenis ini sering kita jumpai di sekeliling kita. Terkadang kita menemukan orang yang sebenarnya memiliki potensi yang luar biasa, tapi ia tidak tahu kalau memiliki potensi. Karena keberadaan dia seakan gak berguna, selama dia belum bangun manusia ini sukses di dunia tapi rugi di akhirat.

3. Rojulun Laa Yadri wa Yadri Annahu Laa Yadri { Seseorang yang Tidak tahu (tidak atau belum berilmu), tapi dia Tahu alias sadar diri kalau dia Tidak Tahu} Menurut Imam Ghazali, jenis manusia ini masih tergolong baik. Sebab, ini jenis manusia yang bisa menyadari kekurangannnya. Ia bisa mengintropeksi dirinya dan bisa menempatkan dirinya di tempat yang sepantasnya. Karena dia tahu dirinya tidak berilmu, maka dia belajar. Dengan belajar itu, sangat diharapkan suatu saat dia bisa berilmu dan tahu kalau dirinya berilmu. Manusia seperti ini sengsara di dunia tapi bahagia di akhirat.

4. Rojulun Laa Yadri wa Laa Yadri Annahu Laa Yadri { Seseorang yang Tidak Tahu (tidak berilmu), dan dia Tidak Tahu kalau dirinya Tidak Tahu} Dan menurut Imam Ghazali, inilah adalah jenis manusia yang paling buruk. Ini jenis manusia yang selalu merasa mengerti, selalu merasa tahu, selalu merasa memiliki ilmu, padahal ia tidak tahu apa-apa. Repotnya manusia jenis seperti ini susah disadarkan, kalau diingatkan ia akan membantah sebaba ia merasa tahu atau merasa lebih tahu. Jenis manusia seperti ini, paling susah dicari kebaikannya. “manusia yang tidak sukses di dunia, juga merugi di akhirat,

2. Cari tahu pemicu sifat buruk itu

Kebiasaan dan tingkah laku memiliki pola. Hal itu dipicu oleh isyarat yang memberi sinyal pada otak bahwa sudah waktunya untuk melakukan perubahan kebiasaan. Pemicu yang biasa membuatmu berperilaku buruk adalah stres karena tubuh mencari cara untuk melepaskan ketegangan.

3. Tetapkan Pikiran pada Tujuan untuk Menghentikan Perilaku Tersebut

Setelah mengetahui pemicunya, kamu perlu mulai merencanakan bagaimana menghentikan kebiasaan tidak sehat. Sudah saatnya kamu menetapkan tujuan untuk mengatasinya dan menghasilkan langkah-langkah spesifik tentang bagaimana mencapainya.

Misal: kita bisa menuliskan keburukan dan kebaikan kita dalam kertas kemudian merencanakan bagaimana menggantinya dengan kebiasaan baik. 

Terlalu lama bermain gadget – membaca buku

Berghibah – diskusi yang baik

4. Singkirkan Godaan

Jika kita sudah tahu kebiasaan atau sisi buruk kita, maka kita perlu mencari cara untuk menyingkirkan godaan untuk melakukan keburukan itu. 

Misal: jika keburukan datang dari teman, maka kita perlu menjaga jarak dari orang tersebut. 

5. Ganti dengan Kebiasaan Baik

6. Bersabar dan konsisten 

Dalam penelitian Wendy Wood untuk bukunya Good Habits, Bad Habits: The Science of Making Positive Changes That Stick, disebutkan bahwa 43 persen tindakan kita adalah kebiasaan. Dia membuktikan bahwa kemauan atau pengendalian diri tidak cukup untuk mengubah atau mempertahankan perilaku kita. Sehingga kita harus bersedia meluangkan waktu untuk terus mengulang dan mengulang kebiasaan baik yang sudah berhasil dilakukan. 

Jika Anda menyadari bahwa Anda memiliki sifat buruk, maka ada beberapa hal yang harus dihindari, di antaranya:

  • Menyangkal atau mengabaikan sifat buruk tersebut: Ini akan membuat masalah semakin buruk dan tidak akan membantu Anda mengatasi sifat buruk tersebut. Jangan takut mengakui sifat buruk dan fokuslah pada cara mengatasinya.
  • Menyalahkan orang lain: Jangan menyalahkan orang lain atau mencari alasan untuk menyembunyikan sifat buruk Anda. Anda harus bertanggung jawab atas tindakan Anda dan berusaha untuk memperbaikinya.
  • Menghindari tanggung jawab: Jangan menghindari tanggung jawab atas tindakan Anda atau mencoba untuk menghindari konsekuensi yang mungkin terjadi akibat sifat buruk tersebut. Anda harus berani mengambil tindakan untuk memperbaiki diri Anda.
  • Menghindari masalah: Jangan menghindari masalah atau menunda-nunda untuk mengatasinya. Sifat buruk Anda mungkin telah berdampak pada hubungan Anda dengan orang lain dan menunda penyelesaiannya hanya akan membuat masalah semakin buruk.
  • Tidak berusaha untuk memperbaiki diri: Jangan menyerah dan berpikir bahwa sifat buruk Anda tidak bisa diubah. Setiap orang memiliki kelemahan dan kekurangan, tetapi yang penting adalah bagaimana Anda berusaha untuk memperbaikinya.
  • Tidak meminta bantuan: Jangan merasa malu atau tidak percaya diri untuk meminta bantuan dari orang lain. Anda mungkin membutuhkan dukungan dari orang lain untuk mengatasi sifat buruk Anda, dan tidak ada yang salah dengan itu.