To: Andika Alvendra
Siang-siang makan soto babat.
Pulangnya mampir belanja.
Assalamu’alaikum sahabat.
Semoga baik-baik saja.
Hai, Dika. Gimana kabarnya di Amerika Serikat? Sudah lama ya tidak bersua. Ga terasa sudah 10 tahun kamu tinggal di Amerika Serikat. Dika masih inget kan dengan bahasa dan budaya Indonesia? Walaupun Dika sudah lama disana, jangan sampe lupa, ya. Dika inget kan kalau Indonesia itu punya banyak kebudayaan dan bahasa yang berbeda dari mulai Sabang sampai Marauke. Karena bahasa dan budaya yang banyak, Dika sebagai warga Indonesia yang tinggal di Amerika Serikat harus melestarikan budaya dan bahasa itu loh.
Jaman sekarang globalisasi merupakan sebagian dari penyebab hilangnya bahasa daerah dari budaya bangsa Indonesia, khususnya globalisasi di bidang teknologi dan informatika. Pengaruh globalisasi melalui media massa dan sosial media sangat berkontribusi bagi merosotnya bahasa lokal. Padahal jika bahasa Indonesia semakin ditinggalkan maka akan berdampak terhadap menurunnya nilai kesopanan di kalangan remaja. Selain itu juga berdampak terhadap bahasa Nasional itu sendiri. Oleh karena itu, peran kita sebagai generasi milenial sangat penting dalam upaya Internasionalisasi Bahasa Indonesia. Apalagi Dika bisa juga lhoo membantu berkontribusi untuk melestarikan dan mengenalkan bahasa dan budaya Indonesia di Amerika Serikat. Bahasa Indonesia mulai memasuki ranah internasional juga lhoo. Sekarang mulai banyak dipelajari oleh penutur asing dan dapat diupayakan seoptimal mungkin sebagai sarana
pengembang, pendukung, dan penyampai kebudayaan Indonesia di dunia internasional.
Dika pernah bilang kalo di Amerika Serikat saat ini banyak dibutuhkan guru atau tenaga pendidik untuk mengajarkan bahasa Indonesia. Hal tersebut membuktikan bahwa bahasa Indonesia sudah mulai dikenal dan dipelajari di negara lain. Kalau di Amerika Serikat saja sebagian warga negaranya sudah mempelajari bahasa Indonesia, jangan sampai kita sebagai warga negara Indonesianya sendiri melupakan bahasa Ibu.
Globalisasi saat ini mempengaruhi budaya karena sudah mengikuti perkembangan zaman. Sangat disayangkan jika bangsa Indonesia masih tidak sadar akan pentingnya menjaga budaya bahasa kita. Jika kita biarkan itu terjadi, maka semua persoalan ini perlu disadarkan kepada setiap individu agar kita dan penerus bangsa di masa depan tidak melupakan budaya Bahasa dari leluhur bangsa Indonesia ini sendiri.
Dengan ini kita sebagai generasi penerus bangsa mendapatkan tanggung jawab kedepannya agar hal-
hal ini tidak sampai mehilangkan unsur sejarah dari leluhur bangsa ini.
Lalu, kita sebagai anak bangsa bisa berkontribusi apa agar bahasa daerah terjaga kelestariannya? Dika bisa menggunakan bahasa Indonesia dalam keseharian untuk berkomunikasi dengan sesama teman-teman dari Indonesia yang tinggal di Amerika Serikat dan teruslah menggunakannya, tidak perlu merasa gengsi. Bahasa ibu atau bahasa daerah ini sejatinya merupakan identitas atau ciri khas kita dan sebagai alat komunikasi kita walaupun sedang berada di negara lain.
Selain itu Dika juga bisa berkontribusi untuk ikut serta dalam kegiatan -kegiatan pameran kebudayaan Indonesia yang diadakan oleh kedutaan besar Indonesia di Amerika Serikat. Dengan mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut, Dika bisa melepaskan rindu terhadap tanah air dengan mencoba berbagai makanan tradisional Indonesia yang dijajakan, melihat pameran atau pertunjukkan budaya yang ditampilkan, serta Dika juga bisa bertemu dengan banyak warga negara Indonesia. Hal tersebut bisa juga untuk melepas
rindu dengan tanah air, lhoo.
Aul harap Dika tidak melupakan bahasa dan budaya dari negara kita. Tetap mencintai bahasa Indonesia dan masih mengingat budaya Indonesia. Karena bagaimanapun juga, Dika terlahir di Indonesia dan masih menjadi warga negara Indonesia.
Jalan-jalan beli celana.
Sama mama dan papa.
Jaga kesehatan disana.
Semoga kita segera jumpa.
Salam Sahabat
Aulya Khonsa

