Sejak bayi kita sudah mulai mempelajari sesuatu. Bayi baru lahir mulai belajar tengkurap – duduk – berdiri dan bicara, sampai akhirnya berjalan atau berlari serta bicara dengan lancarnya. Kemudian orang tua akan menyekolahkan anaknya di tingkat preschool – SD – SMP – SMA/SMK, sampai ke jenjang perkuliahan. Lalu, apakah suatu saat kita akan berhenti belajar?
Ternyata jawabannya adalah tidak. Sebagai individu, kita tidak akan pernah berhenti belajar. Menurut KBBI, belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. Secara umum, belajar adalah proses mendapatkan pengetahuan dari berbagai pengalaman yang kita tangkap melalui indera. Pembelajaran sendiri dapat dilakukan melalui berbagai bentuk. Belajar itu, tidak melulu aktivitas yang dilakukan di dalam ruang kelas, tidak melulu harus menyebutkan mata pelajaran. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan sehingga kita mendapatkan suatu pengalaman atau ilmu pun tanpa disadari merupakan kegiatan belajar.
Contohnya seperti kegiatan Alki n D’Fest yang sebentar lagi akan diselenggarakan, jangan menganggap bahwa hari kegiatan itu siswa tidak belajar. Namun, itu adalah bentuk pembelajaran lain yang juga dibutuhkan oleh siswa. Itulah sebabnya mengapa dalam dokumen Program Kegiatan Al Haraki terdapat penjelasan tujuan kognitif yang berkaitan dengan mata pelajaran.
Ketika bekerja di sebuah perusahaan atau instansi dan kita di SMPIT Al Haraki khususnya, setiap tahun bahkan setiap semester harus berulang kali belajar melewati proses evaluasi untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan kita dalam mengajar yang sesuai dengan standar Al Haraki.
Bahkan, ketika suatu saat memutuskan untuk bekerja di rumah, entah sebagai ibu rumah tangga atau pengusaha rumahan, kita akan terus belajar untuk mengenali cara didik paling tepat untuk anak atau tren yang ada untuk memasarkan usaha. Belajar, belajar, dan belajar adalah proses kunci kita sebagai manusia agar kita dapat terus bertahan melewati zaman yang berkembang dengan pesat. Mengapa manusia harus terus belajar?
Sederhananya, karena dunia terus berubah. Setiap tahunnya, tren, keilmuan, bahkan teknologi akan terus berubah dan berkembang. Bayangkan, seperti apa gadget kita 10 tahun yang lalu? Kemudian bandingkan dengan gadget yang dipegang sekarang. Pastinya akan banyak terdapat perbedaan— mulai dari kualitas gambar, hasil tangkapan kamera, fitur-fitur, dan sebagainya.
Kemudian masih ingatkah kita, keadaan pendidikan Indonesia tiba-tiba berubah saat pandemi menyerang? Kalau kata petinggi Al Haraki, kita semua tiba-tiba mengalami akselerasi dalam waktu beberapa bulan saja, segala bentuk aktivitas kita telah teralihkan, dari yang awalnya selalu dilakukan secara offline mulai beralih ke online. Untuk melewati perubahan-perubahan hidup, kita harus mampu beradaptasi dan belajar. Perubahan tidak dapat kita hindari, tetapi kejadian buruk sebagai imbas dari perubahan bukanlah sesuatu yang tak terhindarkan. Dengan belajar, kita dapat mengubah perubahan menjadi peluang-peluang baru.
Dalam Q.S Al Mujadalah ayat 11, Allah SWT berfirman yang artinya: “Allah mengangkat orang-orang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”
Jika ditelaah lebih lanjut, ada tafsiran atau arti dari ayat ini. Seperti salah satunya menurut Imam Syaukani berkata : “Dan makna ayat ini bahwasanya Allah mengangkat beberapa derajat orang-orang beriman dari orang-orang yang tidak beriman, dan mengangkat beberapa derajat orang-orang yang berilmu (dan beriman) dari orang-orang yang hanya beriman. Maka barang siapa yang memadukan antara iman dan ilmu maka Allah mengangkatnya beberapa derajat karena imannya lalu Allah mengangkat derajatnya karena ilmunya”.
Tentunya untuk menjadi seorang yang berkualitas tentu harus ada pengorbanannya. Terkadang dalam prosesnya kita merasakan lelah, jenuh, malas dan bosan untuk belajar. Untuk hal itu, berikut 3 tips untuk kita menyukai aktivitas belajar.
- Ciptakan Tujuan Belajar
Tujuan belajar yang telah ditetapkan akan mengurangi waktu kita bersantai dan menggantinya dengan aktivitas belajar dan meningkatkan kapasitas diri.
- Mulai dari Hal yang Kecil
Jika kita termasuk orang yang malas belajar dan membaca buku, maka jangan pernah memaksakan diri untuk belajar dalam waktu yang lama. Mulailah proses belajar dari hal yang kecil terlebih dahulu, misalnya saja membaca buku setiap 15 menit setiap hari atau belajar selama 2 kali seminggu. Jika telah terbiasa dengan hal tersebut, maka lanjutkan dengan menambahkan waktu belajar menjadi lebih lama dari sebelumnya. Cara seperti ini jauh lebih efektif dilakukan, dibandingkan langsung belajar dalam waktu yang lama.
- Buat Proses Belajar Jadi Menyenangkan
Jangan jadikan proses belajar sebagai tugas, sebab hal ini akan membuat motivasi untuk melakukannya menjadi turun. Jadikan proses pembelajaran sebagai sesuatu yang menyenangkan untuk dilakukan. Lakukan apapun yang bisa membuat proses belajar menjadi aktivitas yang menyenangkan.
Selain 3 tips di atas, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjadi seorang pembelajar yang hebat, diantaranya: mulai membaca buku, mendengarkan podcast atau menonton video, mengikuti kelas pelatihan dan belajar dari kesalahan. Dari semua tips di atas akan semakin lengkap jika dibarengi dengan aksi.
“Semua tips dan trik tidak akan ada gunanya tanpa aksi, maka dari itu ingat kata Aa Gym: Mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil, mulai dari sekarang”
DAFTAR PUSTAKA

