Adab dan Akhlak dulu baru Ilmu” oleh Siti Nurrohmah, S.Hum

Adab dan Akhlak Dulu Baru Ilmu

Banyak orang yang sangat rajin mempelajari ilmu namun melupakan akhlak. Hal ini banyak terlihat di sekitar kita. Banyak orang pintar dengan titel pendidikan yang berderet sepanjang namanya, namun akhlaknya pada orang yang lebih tua atau orang lain justru sangat buruk.

Ulama salaf sangat perhatian sekali pada masalah adab dan akhlak. Mereka pun mengarahkan murid-muridnya mempelajari adab sebelum menggeluti suatu bidang ilmu dan menemukan berbagai macam khilaf ulama. Imam Darul Hijrah, Imam Malik rahimahullah pernah berkata pada seorang pemuda Quraisy,

تعلم الأدب قبل أن تتعلم العلم

“Pelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu.”

Imam Abu Hanifah lebih senang mempelajari kisah-kisah para ulama dibanding menguasai bab fiqih. Karena dari situ beliau banyak mempelajari adab, itulah yang kurang dari kita saat ini.

Imam Abu Hanifah berkata,

الْحِكَايَاتُ عَنْ الْعُلَمَاءِ وَمُجَالَسَتِهِمْ أَحَبُّ إلَيَّ مِنْ كَثِيرٍ مِنْ الْفِقْهِ لِأَنَّهَا آدَابُ الْقَوْمِ وَأَخْلَاقُهُمْ

“Kisah-kisah para ulama dan duduk bersama mereka lebih aku sukai daripada menguasai beberapa bab fiqih. Karena dalam kisah mereka diajarkan berbagai adab dan akhlaq luhur mereka.”

Ada kata mutiara bahasa arab mengatakan:

Mengapa harus adab sebelum ilmu bahasa mudahnya adalah siapkan dahulu wadahnya yang baik sebelum mengisinya dengan ilmu.

Adab memiliki peran sentral dalam dunia pendidikan. Tanpa nilai-nilai adab, dunia pendidikan menjadi kurang subur, kurang berkah dan berjalan tanpa ruh dan makna. Oleh karena itu, adab harus menjadi perhatian utama bagi setiap orang yang haus akan ilmu, agar ilmu yang di dapat menjadi berkah bagi kesuksesan di masa depan.

Ilmu pengetahuan akan menjernihkan pikiran, sedangkan adab akan menjernihkan hati. Rajin menggali ilmu pengetahuan, lalu mengamalkannya dengan petunjuk adab, merupakan pencapaian derajat hidup yang tinggi.

Untuk mencapai sebuah kesuksesan, ilmu merupakan bekal yang tak akan tergantikan. Allah menganugerahkan akal kepada manusia sebagai pembeda dengan semua makhluk, agar difungsikan dengan sebaik-baiknya untuk menimba ilmu. Peradaban besar yang pernah ada di muka bumi tidak terlepas dari peran orang-orang yang berilmu yang mengamalkan ilmunya disertai dengan adab.

Wallahua’lam bissawaab