“Habit 6: Synergize” Oleh Samsul Ma’rif, S.Si

Manusia adalah makhluk sosial yang tidak akan dapat hidup sendirian. Dia membutuhkan orang lain untuk dapat hidup. Tidak ada satupun manusia di dunia ini yang sanggup menjalani kehidupannya seorang diri. Dan salah salah satu bentuk kesuksesan seseorang dalam hidupnya adalah apabila mampu bersinergi dengan orang lain.

Mari kita amati sebuah benda yang bernama sapu lidi. Sebuah lidi tidak akan bisa membersihkan lahan kita yang kotor. Tapi saat sebuah lidi itu berkumpul dalam satu ikatan kuat maka barulah ia dapat digunakan untuk menyapu.

Sinergi adalah sebuah proses, bukan sesuatu yang muncul begitu saja. Dalam kaidah 7 Habit, maka Sinergi mesti diperoleh setelah 5 habit sebelumnya tercapai. Atau paling tidak berjalan secara simultan satu sama lainnya. Bersikap proaktif, memahami visi bersama, mendahulukan hal yang mesti diprioritaskan, mampu berpikir menang-menang dan memahai lebih dahulu sebelum ingin dipahami.

Sinergi adalah seni mengelola perbedaan. Karena fitrahnya manusia itu berbeda-beda dalam banyak hal. Apabila perbedaan tersebut dapat dikelola dengan baik maka akan menjadi kekuatan yang sangat menguntungkan.

Belajar dari Rasulullah SAW yang di masa awal-awal dakwahnya mengumpulkan pendukung dari berbagai kalangan yang berbeda. Beliau memberikan tugas amanah kepada yang memang tepat untuk menjalankannya. Bahkan para sahabat tak jarang menjadi pionir dalam setiap kesuksesan yang terjadi pada masa itu, dikarenakan memiliki latar belakang yang berbeda-beda.

Layaknya sebuah rumah yang terdiri dari komponen yang berbeda-beda. Ada atap, dinding, lantai, jendela, pintu dan lain sebagainya. Karena perbedaan itulah sebuah rumah terlihat indah. Sebuah rumah bisa menjadi indah karena seluruh komponennya saling mendukung satu sama lainnya. Semua berada pada tempat dan menjalankan fungsinya masing-masing.