“Habit 5: Seek First to Understand, Then to be Understood” Oleh M. Rizki Setiawan, S.Kom

Kebiasaan habit kelima ini dikenal dengan prinsip-prinsip komunikasi empatik. Menurut konsep 7 Habbits, kemampuan komunikasi empatik merupakan satu kemampuan yang sangat penting dalam hidup. Pentingnya kemampuan komunikasi empatik terwakili dalam ungkapan. seperti “jika Anda ingin berinteraksi secara efektif dengan saya, untuk memengaruhi saya, Anda harus terlebih dahulu memahami”.

Mendengarkan secara empatik. “Berusaha mengerti lebih dahulu”. Biasanya kita berusaha untuk dimengerti terlebih dahulu, namun Sebagian besar orang tidak mendengarkan dengan maksud untuk mengerti, dan mereka mendengarkan dengan maksud untuk menjawab. Mereka menyaring segala sesuatu melalui paradigma mereka sendiri, membacakan autobiografi mereka kedalam kehidupan orang lain.

Mendiagnosa sebelum memberi resep. Meskipun sulit, berusaha mengerti lebih dahulu, atau mendiagnosis sebelum memberi resep adalah prinsip yang tepat yang diwujudkan dalam berbagai bidang kehidupan. Contoh penerapannya layaknya seorang dokter.

Pengertian dan persepsi. Ketika kita belajar mendengarkan orang lain secara mendalam, anda dakan menemukan perbedaan besar dalam persepsi. Anda juga akan mulai menghargai dampak dari perbedaan yang dimiliki saat orang berusaha bekerja Bersama dalam situasi yang saling ketergantungan. Contohnya : guru A menilai bahwa siswa X ini ilmu pengetahuannya kurang, sedangkan guru B menilai bahwa siswa X ini sangat baik ilmu pengetahuannya. Bisa saja guru A dan B benar. Mungkin guru A melihat siswa X ini dari ilmu pengetahuan dibidang sains, namun guru B melihat siswa X ini dari bidang Literasi (wawasan global).

Baru dimengerti. Berusaha mengerti dahulu, … baru dimengerti. Menetahui cara untuk dimengerti adalah bagian lain dari kebiasaan 5, dan sama-sama penting dalam mencapai solusi menang-menang (Habits 4). Ada filosofi dari bangsa Yunani yang bis akita gunakan untuk meraih point ini, yaitu Ethos (Dapat dipercaya / kredibiltas), Pathos (Sisi Empatik), Logos (Logika). Ketiga kata ini mengandung esensi mengerti lebih dulu dan membuat suatu presentasi yang efektif.