‘Jadikan Literasi Sebagai Jembatan Kesuksesan’ Esai Karya Ardelia Cahya Davina

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa Negara kita, Indonesia merupakan salah satu Negara dengan tingkat literasi yang paling rendah dibandingkan dengan negara – negara lain yang tingkat literasinya jauh lebih tinggi dan maju. Hal ini telah diteliti langsung oleh penelitian PISA yang merupakan singkatan dari Programme for International Student Assessment yang diinisiasi oleh OECD – (Organisation for Economic Co-operation and Development atau Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi), yang bertujuan untuk mengevaluasi sistem pendidikan dari 72 negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Penelitian tersebut menyatakan bahwa Indonesia berada di peringkat ke-62 dari 70 negara di dunia (bukan 72 karena 2 negara lainnya yakni Malaysia dan Kazakhstan tidak memenuhi syarat kualifikasi penelitian). Dan lagi di Indonesia, hanya 13,1% populasi yang membaca surat kabar. Dan di Jakarta hanya 5,4% populasi yang bisa menangkap informasi dari teks yang panjang.

Salah satu bukti nyata yang menunjukan bahwa tingkat literasi di Indonesia rendah yaitu dengan adanya fakta bahwa tingginya tingkat pengangguran yang ada di Indonesia, salah satu penyebab pengangguran tersebut adalah literasi. Dengan tingginya tingkat pengangguran, peluang untuk sukses pun semakin rendah. Hal tersebut membuat Indonesia tertinggal jauh oleh negara – negara yang maju dan berkembang seperti Jepang dan Singapura. Namun sayangnya di indonesia saat mengalami krisis literasi, masyarakat indonesia seakan enggan dan tidak peduli betapa pentingnya budaya literasi di tengah derasnya arus globalisasi, padahal literasi sendiri sangat berpengaruh pada kesuksesan mereka di masa yang akan datang.

Sudah semestinya seluruh rakyat Indonesia terutama para pelajar untuk membangun generasi literasi sebagai jembatan kesuksesan nantinya. Upaya yang dapat dilakukan para pelajar untuk membangun generasi literasi tak perlu melibatkan pemerintah Negara atau melebihi batas kemampuan mereka. Cukup dengan cara – cara sederhana yang dapat dilakukan oleh para pelajar di sekolah. Hal tersebut pasti sangat membantu untuk membangun generasi literasi di lingkungan sekolah.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah, dengan dibentuknya kegiatan – kegiatan yang aktif dan positif terkait dengan literasi di sekolah baik untuk guru maupun siswa. Misalnya kita dapat mengadakan berbagai macam perlombaan seperti menceritakan kembali tentang buku yang telah dibaca, dengan begitu tidak hanya pembaca yang mendapatkan pesan positif dari buku yang telah dibaca, melainkan para pendengar pun mendapatkan pesan dari buku tersebut. 

Tak hanya itu, sekolah pun wajib memiliki perpustakaan yang berkualitas dan ditambah dengan buku – buku yang bermanfaat yang bisa menginspirasi para guru maupun siswa yang membacanya. Dengan begitu akan banyak inspirasi dan pemikiran menakjubkan yang keluar, yang dapat dijadikan sebagai modal kesuksesan. Organisasi atau komunitas yang bersifat literasi di sini juga memiliki peran yang sangat penting bagi perkembangan budaya literasi di sekolah, contohnya seperti membuat karangan berita dengan judul dan gambar yang menarik dengan memanfaatkan teknologi yang ada, karena kita hidup di zaman milenial yang tidak dapat dipisahkan dengan adanya teknologi dan informasi, maka harus kita manfaatkan teknologi tersebut dengan sebaik – baiknya, dengan begitu akan ada banyak orang yang tertarik untuk membacanya.  

Literasi bukan hanya metode membaca, melainkan 3M yaitu membaca, menulis, dan mempraktikkan, jika kita dapat menerapkan metode 3M tersebut dalam kehidupan sehari – hari   maka secara tidak langsung kita telah meningkatkan budaya literasi dalam diri kita. Jika diri kita telah menerapkan literasi di kehidupan sehari – hari, maka kita dapat mengajak teman – teman di sekolah untuk melakukan metode 3M, dengan cara tersebut diharapkan dapat membangun generasi  literasi yang sukses. 

Untuk mencapai kesuksesan itu sendiri, pasti kita membutuhkan ilmu. Muhammad Hatta pernah berkata “Aku rela di penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas”. kalimat tersebut seakan menggambarkan bahwa buku yang berisi berbagai macam ilmu dapat membawa kita kepada kesuksesan. Hal ini tentu sangat berkaitan dengan literasi.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa literasi merupakan pengaruh yang cukup besar bagi kesuksesan kita nantinya, maka dari itu marilah kita bersama – sama membangun generasi literasi di sekolah dan mengemangkan budaya literasi untuk dijadikan jembatan menuju kesuksesan yang telah kita impikan.