“Habit 6: Sinergize” oleh Fahma Ismatullah, S.Pd.I

Sekolah Islam Terpadu Al Haraki hadir sebagai lembaga pendidikan yang mengemban amanah besar dalam membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Amanah tersebut tidak dapat ditunaikan secara individual, melainkan membutuhkan kerja bersama yang terarah, terkoordinasi, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Dalam dinamika keseharian sekolah, setiap pendidik dan tenaga kependidikan memiliki peran, latar belakang, serta karakter yang beragam. Perbedaan tersebut sejatinya bukan untuk dipertentangkan, melainkan untuk disinergikan agar seluruh potensi yang ada dapat bergerak dalam satu visi dan arah perjuangan pendidikan Islam Terpadu.

Stephen R. Covey dalam The 7 Habits of Highly Effective People menjelaskan Habit 6: Synergize sebagai kemampuan bekerja bersama secara efektif dengan memadukan perbedaan menjadi kekuatan bersama. Konsep ini sangat relevan dengan karakter kerja di lingkungan SIT Al Haraki yang menekankan semangat kebersamaan, militansi dakwah, serta tanggung jawab kolektif.

Sinergi dalam perspektif Islam dikenal melalui konsep ta‘āwun (tolong-menolong) dan ukhuwah (persaudaraan).

 Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā berfirman:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ 

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.”   (QS. Al-Mā’idah: 2)

Ayat ini menegaskan bahwa kerja sama harus dibangun di atas nilai kebajikan dan ketakwaan. Dalam konteks sekolah, sinergi berarti bergerak bersama untuk menunaikan visi pendidikan Islam secara konsisten dan berkelanjutan, bukan sekadar menyelesaikan tugas individual.

           Sebagai Sekolah Islam Terpadu, SIT Al Haraki mengedepankan keterpaduan antara aspek akademik, pembinaan ruhiyah, dan penguatan karakter. Keterpaduan tersebut hanya dapat terwujud apabila seluruh unsur sekolah berjalan dalam satu barisan yang rapi, saling mendukung, dan memiliki kesatuan arah.

Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā berfirman:

 إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ 

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berjuang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, seakan-akan mereka seperti bangunan yang kokoh.” (QS. Ash-Shaff: 4)

        Ayat ini memberikan gambaran bahwa kekuatan sebuah institusi terletak pada kekompakan, kedisiplinan, dan kesatuan arah. Dalam praktik kerja di SIT Al Haraki, sinergi tercermin melalui komunikasi yang baik, koordinasi antarguru, serta kesediaan untuk saling membantu dalam menjalankan amanah pendidikan dan dakwah.

Keteladanan Rasulullah ﷺ dalam Membangun Sinergi

            Rasulullah ﷺ merupakan teladan utama dalam membangun sinergi umat. Beliau mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar, mengelola perbedaan dengan bijaksana, serta mendistribusikan peran sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dengan pendekatan tersebut, terbentuk masyarakat yang kuat, solid, dan saling menguatkan.

 Rasulullah ﷺ bersabda:         المؤمن للمؤمن كالبنيان يشد بعضه بعضًا
“Seorang mukmin bagi mukmin yang lain bagaikan bangunan yang saling menguatkan satu sama lain.”  (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hadits ini mengajarkan bahwa setiap individu memiliki posisi penting dalam memperkokoh bangunan bersama. Dalam konteks sekolah, tidak ada peran yang kecil apabila dijalankan dengan keikhlasan, tanggung jawab, dan profesionalisme. 

Peran Guru dalam Mewujudkan Sinergi

Guru memiliki peran strategis dalam membangun dan menjaga budaya sinergi di lingkungan SMPIT  Al Haraki. Sinergi tidak hanya dipahami sebagai konsep, tetapi diwujudkan dalam sikap dan praktik kerja sehari-hari. Peran guru dalam hal ini antara lain:

  1. Menyelaraskan niat dan tujuan kerja sebagai bagian dari perjuangan pendidikan Islam.
  2. Menjaga komunikasi yang sehat, santun, dan solutif dengan seluruh unsur sekolah. 
  3. Menghargai perbedaan peran, karakter, dan kompetensi sebagai potensi yang saling melengkapi. 
  4. Berpartisipasi aktif dalam program sekolah sebagai bentuk tanggung jawab kolektif. 
  5. Menjadi teladan dalam kerja kolaboratif dan penguatan ukhuwah. 

Lebah adalah makhluk kecil, namun mampu menghasilkan madu yang bernilai tinggi. Lebah tidak bekerja sendiri, setiap lebah memiliki peran yang jelas, ada yang mencari nektar, ada yang menjaga sarang, dan ada yang mengolah madu. Tidak ada peran yang lebih mulia dari yang lain, karena semuanya saling melengkapi. Demikian pula di SMPIT Al Haraki, ketika setiap pendidik menjalankan perannya dengan sungguh-sungguh dan saling mendukung, akan lahir hasil pendidikan yang manis dan bermakna.

Penutup 

            Sinergi merupakan prinsip kerja fundamental dalam Pendidikan Islam Terpadu dan menjadi kebutuhan nyata dalam penyelenggaraan pendidikan di SMPIT Al Haraki. Konsep Habit 6: Synergize selaras dengan nilai ta‘āwun dan ukhuwah Islamiyah dalam menyatukan potensi pendidik dan tenaga kependidikan. 

Daftar Pustaka: 

Al-Qur’an al-Karim.

Al-Bukhari, M. bin I. (2002). Shahih al-Bukhari. Riyadh: Darussalam.

Covey, S. R. (2004). The 7 Habits of Highly Effective People. New York: Free Press.

Ibnu Katsir, I. bin U. (2000). Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Muslim, M. bin al-H. (2006). Shahih Muslim. Riyadh: Darussalam